Sungguh Mesranya

By Erny Kurniawati - 13.26.00

Tulisan ini muncul dari sepasang suami istri yang nyaris selalu ku jumpai tanpa sengaja di pagi hari, saat perjalananku menuju tempat menuntut ilmu. Sudah bukan pemandangan baru lagi bagiku ketika mobil angkutan (yang dulu kutumpangi) yang sudah berganti motor matic (kendaraanku sekarang) ku menyalip pasangan suami istri ini.
Dulu, kira-kira 3 – 4 tahun lalu saat aku masih duduk dibangku SMP aku telah mendapati tanpa sengaja pasangan ini berangkat kerja bersama dengan sepeda onthel. Waktu itu aku masih menganggapnya biasa atau wajar saja mereka demikian. Namun seiring berjalannya waktu, sudut pandangku berubah, pemandangan tak sengaja ini menjadi suatu pelajaran bagiku. Selama kurun waktu 4 th, hingga aku sudah masuk ke jenjang SMA aku masih saja ‘kepethuk’ dengan mereka di pagi hari serta masih dengan sepeda onthel yang sama seperti awal aku melihatnya. Sebenarnya yang unik untukku bukan persoalan kendaraan mereka yang sudah terbilang agak jadul, tetapi kekompakan suami istri ini yang mengusik hatiku.
Di jaman yang sudah mengukur kebahagiaan lewat harta seperti saat ini, aku malah melihat satu kenyataan lain dari pasangan yang tak ku kenal ini. Kebanyakan wanita sekarang banyak yang menuntut A I U E O pada suaminya, hingga suaminya rela korupsi. Banyak juga wanita yang tak mau kena terik matahari sekalipun itu matahari pagi yang menyehatkan. Namun sangat kontras dengan pasangan ini, aku sempat tercengang melihat mereka. Saat itu tanpa sengaja aku memberhentikan motorku karena ada truk yang bertemu dengan angkutan di depanku sedang jalannya sempit, tempatku berhenti pas di jalan yang sedikit menanjak dan pas nya lagi pasangan tersebut ada di samping saya. Tadinya sang suami mengayuh pedal sepeda dan memboncengkan istrinya dengan wajah seakan tanpa beban, waktu sampai di tanjakan, sang suami turun dan menuntun sepeda onthel yang masih diboncengi istrinya. Betapa romantisnya mereka, apalagi senyum tersungging diantara keduanya. Tak berselang lama sang istri turut turun dan apa yang dilakukan istrinya? Ya, dia membantu sang suami menuntun sepeda itu dengan raut muka berseri. Keduanya seakan tak merasa lelah atau kurang dengan keadaannya.
Aku sampai kehabisan kata-kata, sungguh mereka ini suami istri yang romantic sekali menurutku. Terlebih lagi aku salut dalam keadaan yang (sepertinya) kekurangan mereka tetap mampu tersenyum. Padahal saat ini hal biasa jika istri ngambek karena motor ato mobil mogok, lha ini antara suami istri malah kompak sekali. Dalam tanjakan mereka menuntunnya bersama, dalam jalan datar/menurun sang suami memboncengkan istrinya. Inilah pelajaran, menurutku inilah yang di sebut cinta, dalam duka mereka saling membantu dalam bahagia mereka saling berbagi. Dan aku juga salut, sebab (kelihatannnya) mereka begitu menikmati karunia tuhan yang kurang sempurna tapi mereka terlihat begitu bahagia. Dan sunnguh mesranya mereka….

140710

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar