Untuk Hal yang Tak Kuhendaki

By Erny Kurniawati - 10.35.00


Kini aku mengerti makna dari kalimat “sesuatu yang berawal dari keterpaksaan akan berakhir dengan tak menyenangkan,”

Tulisanku kali ini, kupersembahkan untuk orang yang jauh disana. Sepertinya aku sudah pada level tak tahan. Bukan apa-apa, bukan karena lelaki lain atau apapun. Hanya saja aku ternyata tak mampu membangun istana cinta untukmu. Cinta itu berawal dari ketulusan kasih sayang yang insya Allah akan berakhir dengan keindahan. Hingga detik ini, aku  belum juga mampu membangun perasaan itu untukmu. Sekali lagi maafkan aku. Sebenarnya ini bukanlah cinta yang kuhendaki. Jahat memang, aku sadar. Tadinya aku kira aku akan bisa menyayangimu seiring berjalannya waktu. Nyatanya tidak. Semakin lama, semakin aku tak mengenali diriku sendiri saat bersamamu. Seketika aku menjadi pembohong besar yang seolah-olah mencintaimu sepenuh hati padahal hatiku merasa risih luar biasa. Aku tak sanggup memberikan tempat sedikitpun untukmu. Ya sekedar beranda hatiku pun aku tak mampu. Semakin hari semakin aku mendapat kenyataan bahwa kita ini banyak berbeda. Bahkan untuk hal mendasar. Sering kali kita bertengkar hanya urusan sepele. Seperti aku pengen nonton film dan kamu keberatan untuk itu. Seperti aku yang membangunkanmu untuk sahur bersama, dan kamu sekedar menjawab teleponku dengan suara malas dan tanpa aku tahu entah kamu bangun atau tidak diseberang sana. Aku butuh persamaan antara kita. Aku bosan, membohongi hati sungguh sakit rasanya

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar