You #2

Ternyata Tuhan bener-bener sayang banget sama aku. Buktinya Ia nggak membiarkan aku larut dalam kegalauanku terlalu lama. Dalam hari yang ...

Ternyata Tuhan bener-bener sayang banget sama aku. Buktinya Ia nggak membiarkan aku larut dalam kegalauanku terlalu lama. Dalam hari yang sama Dia tunjukkan semua yang selama ini aku pertanyakan. Tentang perasaan, tentang cinta, tentang kejujuran, kesetian, kepantasan, dan semuanya. Hari ini dan juga kemarin aku patut bersyukur dengan sungguh-sungguh. Kenapa? Karena Dia membuka mataku, siapa sesorang yang kukasihi selama ini. Persepsi baik yang kubangun untuknya ternyata berbeda dengan nyata. Kamu tak sebaik yang kukira dan kuduga. 
Setelah semalam kita berbincang panjang lebar soal bagaimana kedepannya hubungan kita, aku kecewa itu wajar. Namun aku tak ambil pusing. Bagiku kamu bukan segalanya. Aku bukan perempuan yang cengeng, life must goon, moreover without YOU. Tapi aku sudah cukup bahagia dengan waktu-waktu ini. Bagaimana aku belajar untuk mengerti, memahami, mencintai, tulus, ikhlas, dan masih banyak yang lainnya, aku menikmati proses itu walau kini aku sedang jatuh. Namun aku akan segera berdiri. Kamu, ya bahkan kamu tak berhak tuk halangi semua asaku, kecewa ini adalah melodi yang akan mengiringi langkahku, yang akan menjadi genderang penyemangatku.
Bukan karena jawaban, atau keputusan yang membuatku seakan marah denganmu. Tapi kejujuran. Aku sangat menghargaimu, aku sangat menghormatimu, kasihku tulus untukmu, tapi hanya untuk jujur padaku saja kamu tak mampu. Oh, tapi inilah cara Tuhan tunjukkan padaku bahwa kamu tak pantas untuk kupertahankan. Dan aku juga sakit saat sadar bahwa banyak hati lelaki kulukai hanya demi kamu lelaki yang saat ini membuatku tersakiti.
Aku tak dendam denganmu. Aku tak mempermasalahkan bagaimana kau dan aku saat ini. Jujur saja aku bahagia karena pada akhirnya aku tenang. Aku bisa lepas dari sangkar keambiguanmu yang memenjaraku selama ini. Aku bebas kini. Hanya saja aku masih merasa sedikit ngilu saat mendengar cerita sahabat terdekatku. Ternyata di luar sana, di belakangku kamu seperti itu. Jika memang hatimu begitu kenapa baru sekarang, kenapa tidak dua, tiga atau sebulan yang lalu kamu mengatakannya padaku. Aku menghormatimu, tapi lebih menghormatimu lagi bila kamu bisa menghormati aku dan perasaanku.
Well, untuk sementara waktu ini mungkin aku masih labil, mohon bila kamu membaca tulisanku kali ini, tolong maklumi. Aku bukan nabi yang bisa sesabar itu. Namun aku berjanji, aku akan tetap bersikap baik kepadamu. Kamu adalah sahabatku. Tak akan ada dendam dalam dadaku, sebab itu hanya akan membuatku semakin ngilu. Aku mengikhlaskanmu. Bismillah :)



AKU IKHLAS - AKU RELA 



Dearest someone thanks for being my wishes. I promise on you, i'll be ur best friend, but don't lie to me again, don't make me feel comfort but u kill me.

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images