Jum'at Barokah (Insya Allah)

Beberapa hari ini memang sedang nggak mood untuk nulis, jadi sedikit wajar kalau list tulisan diblogku belum bertambah juga. Tapi finally h...

Beberapa hari ini memang sedang nggak mood untuk nulis, jadi sedikit wajar kalau list tulisan diblogku belum bertambah juga. Tapi finally hari ii moodku kembali. Ada beberapa hal yang cukup penting dan kugaris bawahi terjadi dihari ini. Hari Jum'at yang bagiku adalah hari paling menyenangkan.

Jum'at ini diawali dengan peristiwa yang sedikit tidak mengenakkan sebenarnya. Ya, pagi-pagi aku harus dingin-dingin mandi, sebelum subuh malah. Gara-garanya apa kalo nggak karena masalah wanita itu. Udah gitu malemnya tidur larut, so badan rasanya nggak enak banget. Pegel-pegel karena malam sebelumnya rapat sampe larut terus dapet pula, ngantuk gara-gara jam tiga bangun mandi. Sempat kepikiran untuk bolos sekolah. Bukan karena males tapi emang badanku rasanya udah drop banget. Terus inget-inget tanggal, oh ya ini akhir bulan. Jum'at akhir bulan tepatnya. Voilaaaa.... rasanya langsung semangat berangkat sekolah. Kenapa? Karena setiap Jum'at akhir bulan selalu diadakan pengajian rutin di sekolah dan ini cukup menyirami batinku. Di samping itu, tiap Jum'at aku dan temen-temen juga ngadain kajian islam ya bisa dibilang pengajian kecil gitu. Kedua alasan itulah yang membuatku semangat dan melupakan sakit perut serta pegal-pegal kakiku.

Setelah bel masuk sekolah, seperti biasanya semua siswa muslim langsung berkumpul di lapangan basket terbuka untuk pengajian. Pengajian pagi tadi jujur sangat bagus, inspiratif, dan motivating banget. Pengajian pagi tadi dengan pembicara Mas Fatan, beliau juga seorang ustadz muda. Isi dari pengajian pagi tadi seputar kejujuran dalam hidup dan ujian yang kemudian dikait-kaitkan dengan ujian nasional yang tinggal dua minggu lagi. Kalau kujelasin isinya mendetail yakin deh nggak bakal cukup karena ceritanya panjaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget. But hal yang sangat menyentuh adalah cara beliau menyampaikan. Tentang larangan mencontek yang saat ini sudah membudaya. Tentang ganjaran yang diterima bila mencontek. Tentang keterangan di Al-qur'an bahwa tidak jujur seperti itu adalah dosa. Sontak isis pengajian pagi tadi membuat kami yang duduk di kelas XII langsung tersentuh hatinya. Iya juga sih kenapa musti mencontek, kan itu dosa? Kenapa harus mencontek kan kita sudah dua belas tahun ini duduk di bangku sekolah, masa ujian saja tidak siap? Iya juga sih negara ini mau jadi apa kalau generasi mudanya pada bernilai 'palsu'. Pokoknya pengajian tadi inspiring banget, membuka mata bahwa kita ini masih sering tergoda dengan dunia. Padahal Alloh saja sudah menjanjikan dunia apabila kita mengejar akhiratnya. Subhanallah, betapa baiknya Tuhan kita. Dan kita manusia, astagfirullah memang tempat salah dan dosa. Tapi apa iya kita tetap mau berbuat dosa padahal kita sudah diingatkan, kita sudah tahu konsekuensinya, sepertinya kok membangkang banget sama Sang Pencipta ya kalau kita tetap melakukannya.

Selain itu pengajian pagi tadi cukup membuat teman-temanku pada meneteskan air mata juga. Kata mereka isi pengajian itu membuat mereka sadar pada apa yang telah dilakukan, yang baru direncanakan, dan yang akan dilakukan. Yah, semoga pengajian itu tidak hanya menyentuh batin kami sesaat tapi selamanya membuat kami sadar bahwa ALLOH selalu di samping hamba-hambanya yang bertaqwa yang berlaku jujur.

Setelah itu masuk kelas, hari ini tadi aku nggak ngelas gara-gara sakit perutku teramat sangat. Akhirnya aku tidur di UKS. Bengong, kaki pegel, perut sakit, pinggul kaya encok. Sepulang sekolah alhamdulillah keadaan lebih baik. Nggak tahu kenapa tapi keadaanku suka tiba-tiba baik pas mau ada pengajian lagi. Karena udah merasa baikan aku memutuskan untuk ikut ngaji siang ini. Kali ini membahas tentang dzikrullah. Sebuah topik yang menurutku tak kalah inspiratif dan menariknya dari pengajian pagi sebelumnya.

Ya beginilah sedkit cerita di hari Jum'at ini. Menyenangkan, semoga penuh barokah, amin..






@ernykurkur

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images