Terbuka dan Tertutup

Saya? Bagi mereka yang mengenal saya pasti ada yang menganggap saya seorang pribadi yang terbuka tapi juga tertutup. Mengapa bisa demikian?...

Saya? Bagi mereka yang mengenal saya pasti ada yang menganggap saya seorang pribadi yang terbuka tapi juga tertutup. Mengapa bisa demikian? Inilah sedikit cerita tentang saya.


Pribadi Terbuka
Saya adalah orang yang mudah akrab dengan siapa saja. Istilah jawanya bisa 'srawung' atau bergaul dengan mudah. Untuk akrab saya tak butuh waktu lama. Tak memandang teman saya ini dari kalangan apa, yang penting kita pernah bertemu dan bertegur sapa. Semudah itukah saya kenal dengan orang-orang di sekitar saya? Jawabnya iya. Saya sendiri tak tahu mengapa bisa demikian. Bahkan untuk hang out saya tidak harus dengan sahabat dekat, dengan teman saya siapa saja saya bisa. Dan alhamdulillahnya selama ini masih nyambung-nyambung saja kalau berbicara.

Untuk dekat seseorang baik laki-laki maupun perempuan tentu berbeda. Saya lebih cepat dekat dengan teman-teman perempuan saya. Bukan karena sesama perempuan, tetapi meski supel saya tetap memiliki rasa kikuk apalagi kalau dengan laki-laki. Walaupun demikian jika sering papasan (misal temen sekolah) cepet juga akrabnya. 

Tapi meskipun saya mudah akrab atau terbuka itu hanya sebatas sifat saya yang mudah membaur. Kalau masalah terbuka dengan hidup saya, berikut ini akan saya jelaskan.

Pribadi Tertutup
Saya seorang yang mudah dekat dengan siapa saja. Tapi tidak kepada siapa saja saya menjadi orang yang benar-benar terbuka. Apalagi untuk karakter asli saya, keluarga saya, dan semua tentang saya, hanya orang-orang tertentu yang dapat mengetahuinya. Sebab saya orang yang dapat dikatakan sangat defent dengan kehidupan dan hal-hal seputar pribadi. Rasanya paling males kalau diri saya diusik oleh sembarang orang. Seringkali mereka yang mengenal saya menganggap saya judes. Dan saya mengakuinya, kepasa beberapa orang saya adalah pribadi yang judes. Biasanya bukan karena saya benci atau tak mau kenal, tetaopi karena saya berusaha mengenal namun tak ada titik kesesuaian yang pada akhirnya saya menjadi lebih defent dan galak. 

Saya selalu berusaha untuk beradabtasi dengan orang-orang di dekat saya, tapi seringkali dalam adabtasi tersebut saya gagal dan tak mampu untuk jadi seutuhnya saya di depan mereka. Kalau sudah demikian saya akan menjadi orang ang sangat tertutup dan malas untuk nanggepi.Kegagalan saya dalam beradabtasi sesungguhnya bukan tanpa alasan, biasanya antara saya dan mereka kurang nyambung dalam berbincang yang kemudian saya menjadi malas. Atau mungkin orang-orang tersebut terlalu jauh ingin tahu tentang diri saya namun dengan cara yang salah yang hal itu membuat saya tak nyaman dan lagi-lagi malas untuk nanggepi.

Selain supel, ada sifat saya yang sangat bertolak belakang yaitu mudah ilfil. Dan jangan ditanya kalau sudah ilfil saya benar-benar menjadi pribadi yang lain yang sangat cuek dan tak mau tahu. Mungkin itu sifat buruk saya, tetapi menurut saya wajar karena dalam diri tiap-tiap manusia tak mungkin baik secara keseluruhan. 

Ketika menjadi pribadi yang tertutup sebenarnya saya sendiri tak nyaman. Tapi itulah pribadi saya. Menjadi tertutup sebenarnya juga sebuah kode. Kode bahwa cara orang-orang sekitar saya salah dalam cara mendekati diri saya. Yah sekali lagi tak ada yang sempurna dalam diri saya.
















@ernykurkur

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images