Kalian Pasti Bisa

google.com Minggu, 27 Mei 2012 . Aku masih ingat betul apa yang aku rasakan hari itu. Gemetar yang ...


google.com
Minggu, 27 Mei 2012. Aku masih ingat betul apa yang aku rasakan hari itu. Gemetar yang sejak Sabtu sore sebelumnya sudah mengguncang tubuhku. Apalagi hari itu ketika puluhan sms menggetarkan ponselku menanyakan bagaimana hasil SNMPTN undanganku. Sementara aku sendiri tak tahu hasilnya karena masih berada di Kaliurang mengikuti kongres anak sekabupaten.

Hari itu adalah hari yang bagiku tak akan pernah terlupakan. Getarannya, sensasinya, masih lekat dalam ingatanku. Dan sebulan lebih setelah hari itu.

Kemarin, Jum’at, 06 Juli 2012. Pengumuman SNMPTN tertulis. Memang aku tidak mengikuti ujian tulis karena keberuntungan membawaku lolos SNMPTN Undangan, akan tetapi sebagaian teman-temanku menguji nasibnya di sini.

Satu hal yang menjadi do’a sepanjang hariku Jum’at lalu. Aku ingin kabar bahagia menyapaku setelah pukul tujuh malam itu. Namun yang terjadi adalah banyak kabar yang kurang membahagiakan. Kesedihan, kegalauan mewarnai suasana hati mereka yang masih belum beruntung pada ujian SNMPTN tahun ini.

Beberapa memang legowo akan nasib mereka, namun beberapa juga benar-benar seperti terjatuh dalam jurang paling dasar. Sekejam itukah SNMPTN? Bagi yang lolos sepertiku memang teramat sangat membahagiakan, tapi bagi mereka yang berambisi dan nasib berkata lain mungkin memang sangat menyakitkan.

Aku sendiri tak pernah mampu membayangkan bagaimana aku bila di dalam keadaan tersebut. Mungkin akan sama hancurnya dan sulit move on. Hanya saja aku teringat pada janji Alloh. Bahwa Alloh selalu memberi jalan terbaik untuk umatnya meskipun tampak tidak seindah yang kita inginkan.

Selain itu aku juga percaya bahwa kesuksesan bisa di raih tidak hanya dari satu satu jalan, namun ribuan jalan. Sebab dalam pandanganku, jalan besar itu belum tentu membesarkan kita. Tetapi jalan kecil terkadang justru lebih mampu membesarkan diri kita di masa mendatang. Mungkin itulah alasan Tuhan menunda keberhasilanmu dalam memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri. Terlebih lagi kata mereka soal-soal tahun ini jauh lebih sulit dari tahun sebelumnya dan jauh berbeda dengan soal-soal yang biasanya mereka pakai untuk berlatih.

Perguruan Tinggi Negeri bagiku sendiri bukan segalanya. Jika kita mau menengok pada banyaknya orang yang berhasil di luar sana, tidak melulu mereka lulusan dari PTN. Banyak juga yang berasal dari PTS. Karena sebenarnya yang terpenting itu adalah komitmen kesungguhan kita dalam belajar, bukan tempat di mana kita belajar. Percuma saja kita menjadi bagian dari keluarga besar kampur ternama seperti UI atau UGM, namun kita tak pernah serius dalam belajar. Lebih baik bersekolah di PTS namun kita aktif dalam mengusahakan masa depan kita. Aku yakin, yang terakhirlah yang lebih baik.

Akhir kata, tulisanku kali ini sebenarnya kudedikasikan kepada seluruh teman-temanku yang tahun ini masih kurang beruntung dalam SNMPTN. Teman, kalian punya sejuta jalan untuk meraih mimpi. PTN bukan satu-satunya jalan, tapi masih ada banyak lainnya. Jika kalian galau atau sedih, down semua itu wajar saja. Namun kuharap jangan terlalu lama. Jaman terus bergerak. Jangan sia-siakan waktumu untuk meratap. Tapi ayo aku ingin lihat optimisme kalian untuk meraih mimpi. Suatu hari nanti kutunggu kau untuk bertemu sebagai orang-orang yang sudah berdedikasi, berintegritas, dan berkualitas tinggi. KALIAN PASTI BISA

 

 @ernykurkur

You Might Also Like

1 komentar

Flickr Images