Andaikan Aku Mampu Melipat Jarak

By Erny Kurniawati - 06.27.00

Jarak selalu menjadi sesuatu yang tiada habisnya untuk dibahas dalam sebuah hubungan. Termasuk jarak antara aku dengan kampus tercintaku, UGM. 

Ini sudah minggu ketiga aku aktif kuliah. Mulai dari PPSMB atau sejenis ospek, bridging course, hingga kuliah efektif yang baru seminggu ini kuikuti. Rasanya bulan ini tanggal-tanggal setengah berlari. Setiap pagi aku tak sadar bahwa waktu terus melangkah. Angka-angka dikalender terus berubah dan pagi ini sudah kembali menginjak akhir pekan.

Tiga minggu mulai aktif kuliah itu artinya dua minggu aku wara-wiri Magelang-Jogja setiap hari. Ya selama PPSMB kemaren aku tidur di rumah om karena sering pulang larut malam.Namun kalau sekarang juga harus nginep tempat om kok kurang nyaman gitu, alhasil aku merelakan diriku jadi tukang nglaju.

Capek atau tidak? Jangan ditanya. Andai aku ini punya karpet terbang sudah bahagia setengah mati hati ini. Setiap pagi aku bergulat dengan dingin dan ramainya jalanan yang membentangkan jarak lebih dari 30km itu. Yang aku tahu aku sering kelelahan, tetapi yang kumengerti aku tak boleh mengeluh. Setidaknya aku harus bersyukur masih punya kesempatan bisa kuliah sehingga tersenyum memandang jarak itu adalah bukti keikhlasan hatiku. Meskipun harapan untuk memiliki kekuatan bak cenayang selalu jadi impianku, aku ingin melipat jarak yang membentang antara rumahku dengan UGM.



@ernykurnia14

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar