Dunia Baru Itu Kampus Namanya

By Erny Kurniawati - 09.21.00

Sudah sebulan lebih ngerasain kuliah di UGM. Yah, yang konon katanya kuliah di sini itu syarat persaingan. Persaingan yang global, baik otak maupun materi. Dan selama sebulan lebih itu pula aku benar-benar membuktikannya. Banyak hal baru yang membuatku sesekali terdiam dan tertegun. "oohh begini," begitulah kira-kira. 

Seperti yang udah aku ceritakan beberapa waktu lalu, aku kuliah di sini dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Jurusan yang notabene isinya cewe dan cowo kece *berdasarkan survey lhoh*. Emang iya sih, buktinya artis-artis juga banyak yang ngambil jurusan ini sebagai pendidikan lanjutannya. Sebut saja artis kontroversial Nikita Mirzani dia juga seorang sarjana komunikasi. Lalu Marshanda, istri Ben Kasyafani dia juga mahasiswa komunikasi. Yah meskipun di UGM nggak ada artisnya, tapi aura artis kental banget di sini. 

Bagi temen-temen nih, coba masuk dan tengok dalamnya Kampus Fisipol, beuhhh isinya banyak cewek bling dan cantik. Satu hal kecuali aku hahaha.... Oke, cukup segini ya prolognya.

ini Komunikasi UGM12 :) my new family

ini juga Komunikasi12 di depan gedung balairung a.ka Rektorat UGM :)

Well, tulisan kali ini aku lebih pengen share aja. Curhat? Mungkin iya. Jadi Komunikasi ini sering dianggap sebagai jurusan ter-SELOW- oleh para mahasiswanya. Bagaimana nggak? Manggil dosen aja nggak pake 'Pak-Buk-Prof' , tapi dengan 'Mas-Mbak-Cak-Bang'. Selain itu mahasiswa Komunikasi tuh kayak dapat previlage tersendiri. Kalau di jurusan lain kuliah itu harus pake POLO Shirt, kemeja, blus, sepatu pantofel, nahh di sini nggak berlaku aturan seperti itu. Kaos, Oke. Sandal jepit, Oke. Dandan, dianjurkan. Jadi wajar kalau masuk kampusku serasa cucimata.

Yah meskipun dijudge sebagai jurusan terselow, tapi menurutku nggak juga. Siapa bilang Komunikasi itu mudah?? Dulu waktu belum mulai kuliah ngebayanginnya enak banget. Empuk gitu. Namun setelah masuk, oke tugasnya banyak -____________-. Terus kerjaannya bikin essay. Jadi kalau jaman SMA ikut KIR apa lomba essay itu dikasih waktu berminggu-minggu, kalau di sini enggak. Bisa dalam seminggu nulis 3 atau 4 essay. Belum lagi kalau mau masuk UKM gitu, wah selalu ada syarat bikin essay. Tapi, hal ini lumayan memberi pengaruh baik karena aku pribadi jadi getol main ke perpus dan karena di Komunikasi belajar seperti iklan, film, media (meskipun belum diajarkan) membuat kita lebih kritis. Lihat TV tuh jadi mikir. Kenapa iklannya gini? Baca koran jadi mikir. Apa tulisanku sudah layak dibaca orang seperti ini? dll.

Lalu satu hal yang bedaaaaaaaaa banget dari masa-masa pendidikan sebelumnya adalah tanggung jawab. Mungkin kalau di sekolah dulu kita lupa nggak bawa PR bisa nyontek, lhah kalo di bangku kuliah nggak bisa. Individualisnya lebih kentara dan emang harus gitu karena kalau nyontek juga nggak mungkin. Kemudian tentang tugas. Tugasnya emang keliatan dikit. Dosen nggak kayak guru yang nyuruh kita makan LKS sebanyak-banyaknya. Dosen cuma ngomong dikit, misal "buat essay 750 kata tentang kemacetan, kumpulkan pertemuan berikutnya," kedengarannya sepele ya?? Tapi, untuk melahirkan sebuah tulisan yang ciamik kita bisa lama ber-brainstorming-nya. 

Terus pergaulan dan gaya hidup. Di sini tuh harus kuat dan jaga iman-khususnya komunikasi- kalau pengen hidup hemat dan nggak hedon. Sebab, seperti aku bilang mahasiswa komunikasi tuh modis-modis, fashion-nya up to date, terus juga melek gadget, terus suka kongkow *kebanyakan*, so kalau kitanya ngalirr aja bisa-bisa kita ikutan hedon.

Ya kira-kira begitu sih dunia baruku. Dunia baru itu Kampus namanya.....
ini foto nyolong dari @ikassepti :P : foto balairung atau rektorat atau gedung pusatnya UGM


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar