When The New Life Begins...

Hari Kamis 25 Oktober 2012 menjadi hari terakhirku tinggal di kampung halaman tempat aku lahir, tumbuh, kembang, dan tinggal selama ini. K...

Hari Kamis 25 Oktober 2012 menjadi hari terakhirku tinggal di kampung halaman tempat aku lahir, tumbuh, kembang, dan tinggal selama ini. Kurang lebih delapan belas tahun aku menetap disana. Satu tempat di ujung tenggara Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Terhitung mulai Jumat keesokan harinya, aku pindah dari tempat itu dan akan memulai hidup baru bersama keluargaku.

Ada sesuatu yang sempat membuatku tercekat. Yah, delapan belas tahun di tempat ini sudah membuat banyak kenangan terukir dalam benakku. Ada tawa, tangis, canda, ceria, suka, dan duka. Mereka membaur menjadi satu dan membentuk sebuah album memori untukku sendiri. Setidaknya rumahku ini sudah menjadi saksi bisu perjalanan hidupku. Menjadi saksi ketika aku mengalami masa-masa paling rapuh dalam hidupku. 

Akan tetapi, life must go on. Tempat ini tak senyaman dulu lagi. Terlalu nganggur rupanya hingga tetangga saja sempat untuk bergosip ria menertawakan jalan hidup keluargaku. Mungkin ini yang membuat kami (aku dan keluarga) nekat untuk pindah. Karena mereka terlalu sibuk memikirkan kami yang sesungguhnya bukan untuk mereka pikirkan.

Back to topic. Sebenarnya pindah tempat tinggal ini menjadi hal kedua yang bisa kusebut sebuah hidup baru. Sebelumnya, saat orang tuaku berpisah aku juga sudah merasakan hidup baru. Tentu saja hidup baru yang tidak aku inginkan. Keduanya sama-sama membuatku merasa jet lag. Rasanya seperti bingung melihat kehidupan yang berubah-ubah. Terlalu dinamis kurasa. Tapi antara pindah rumah dan dulu ketika orang tua berpisah itu sama-sama mengandung pelajaran penting. Yap, pelajaran itu namanya ADAPTASI. Aku yang termasuk orang susah-susah gampang harus bisa menyesuaikan keadaan dan jangan sampe bingung kelamaan.  Tapi adaptasi selalu butuh waktu. Dulu aja aku butuh 2tahun hingga akhirnya bisa menerima kehadiran ayah tiri di rumahku. Lalu hingga detik ini aku belum mampu beradaptasi dengan pernikahan ayah kandungku, sekalipun itu sudah terjadi satu setengah tahun yang lalu.

Jadi, sekarang aku berdoa saja. Semoga hidup baru ini menjadi awal yang indah bagiku. Semoga saja aku cepat beradaptasi dengan lingkungan baruku. Setidaknya di tempat ini ada secercah harapan untuk masa depanku.

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images