5 Months

By Erny Kurniawati - 15.31.00

Gimana ceritanya kalau kamu punya hubungan spesial tapi nggak tahu dimulai sejak kapan?
Gimana ceritanya kalau semua berawal dengan tanpa sengaja?

Bisa dibilang tulisan kali ini lanjutan dari dua cerita sebelumnya yang udah aku tulis di tag Love Story. Berhubung mood untuk menuliskannya dalam bentuk cerpen sedang tidak ada maka siang ini aku mau ngasih cerita flashback yang lebih layak disebut curhatan.

Berawal dari pengumuman SNMPTN undangan tahun lalu cerita ini akhirnya dimulai. Aku dikenalkan dengan cara yang unik oleh Tuhan kepada seorang laki-laki yang hingga detik ini setia nemenin, bantuin, dan juga jagain aku. Sudah aku ceritakan dengan detail kisah perkenalan kami di postingan beberapa waktu yang lalu. Semua berawal dengan cerita yang bagiku unik. Mulai dari perkenalan hingga akhirnya seperti saat ini.

Awalnya kami dekat karena aku curhat pengen usaha clothing line. Sempet hopeless karena sebelumnya tiap aku cerita sama temen-temenku yang lain sering nggak ditanggapi dengan semangat. Nah, kali ini berbeda laki-laki satu ini justru di luar prediksiku. Dia semangat dan sangat semangat. Saking semangatnya dia yang baru aku kenal beberapa minggu dan baru ketemu di acara gathering di kampus udah mau bantu aku ke hal-hal teknis yaitu pemotretan produk. Jujur saja kala itu kami belum pernah bertegur sapa secara langsung. Obrolan kami terjalin hanya melalui sms atau chat via FB. Namun sore itu berbeda dia datang kerumahku dan ini momen pertama kita berbicara secara langsung, tatap muka.

Selain itu ada cerita yang bikin aku kaget lagi. Seperti kebanyakan temenku yang datang ke rumah, aku ngenalin dia ke ayah dan juga ibu. Tapi ayah sejak awal menaruh gelagat berbeda. Ayah tanya macem-macem dan voilaaaa..... ayah ternyata sudah kenal dia bahkan ayah sering ngajak main laki-laki satu ini semasa ia kanak-kanak. Dari sana aku baru sadar dan tahu bahwa ternyata dia itu anak dari temen ayah. 

Karena merasa sudah saling kenal mungkin, selanjutnya dia seakan menjadi temen yang selalu diperlakukan istimewa ketika datang ke rumah. Terlebih dengan sikap dan sifatnya yang easy going dan terkesan nggak jaim ibu dan ayah pun jadi ikutan akrab.

Singkat cerita hari bagi para mahasiswa baru pun tiba. Yap, OSPEK. Kebetulan lagi dia itu seniorku di kampus. Ya, kami satu prodi yaitu komunikasi. Ospek tahun 2012 ini berlangsung selama empat hari dan selama ospek itu dialah orang yang mengantar-jemput, menjagaku, membantuku, bahkan dia pernah mencucikan bajuku yang harus dipakai lagi untuk keesokan hari. Momen-momen itu secara tak langsung berhasil mendekatkanku dengan dia. Namun  aku tak pernah sedikitpun berpikir dia menaruh hati padaku. Yah, saat itu aku pikir dia bener-bener memperlakukanku sebagai sahabat baiknya.

Usai ospek dan memasuki hari-hari pertama kuliah aku masih sangat dekat dengannya. Dia membantuku adaptasi di kampus bahkan membantuku mencari lokasi kos. Kami benar-benar sering bersama dan anehnya kami sama-sama merasa senang sehingga selalu saja ada sesuatu yang menarik ketika kami bertemu. Mulai dari canda, tawa, curhat, apapun itu kami selalu berbagi. Jaim-jaiman tak berlaku di antara kami.

Masuk Oktober kita makin deket lagi secara saat ini aku udah kos dan aku sering dibuat speechless saat tiba-tiba dia nawarin diri buat nemenin kebutuhan belanja ke swalayan terdekat. Nemenin aja mungkin biasa, tapi dia berbeda. Dia sering nentengin keranjang belanjaanku dan aku yang milih-milih sayuran untuk dimasak di kosku. Pernah juga ngerasa geli karena kami malah mirip kaya pasutri baru, namun itulah yang aku suka dia tak malu buat bantuin aku bawa belanjaan dapur. 

Sebagai hadiah dari sikapnya yang memang sering bikin aku tercengang, aku inget pernah masakin dia beberapa kali bahkan bawain dia bekal. Entah sama dia tuh seneng terus bawaannya. Rasanya capek-capek masak tuh nggak ada artinya manakala liat dia seneng banget nerima bekal dari aku. Apalagi saat dinner dengan masakan favoritnya yang aku masak. Ah benear-bener waktu itu bikin rasa capek ngolah makanan seketika hilang dengan ngelihat dia lahap makan.

Entah tanggal berapa yang jelas aku lupa. Namun setelah dinner bareng di ruang makan kosku itu hubungan kami naik setingkat. Yah, pada akhirnya dia nyatain perasaannya ke aku selama ini. Aku sendiri nggak tahu harus seneng apa gimana, tapi rasanya ada angin segar yang yaa aku tidak bisa menggambarkannya. Sejak  detik itu sudah terhitung ini bulan kelima kami bersama. Ya saling menyemangati, saling menyayangi, dan saling menjaga satu sama lain. Jangan tanya tanggal anniversary karena kami memang tak punya :))

Lima bulan emang masih umur yang sangat singkat, tetapi aku yakin Tuhan punya rencana indah untuk kami bersama pada waktu-waktu mendatang. Saat ini adalah waktu untuk kami untuk belajar mengerti, memahami, dan saling mengenal lebih dalam lagi. Insya Alloh dan semoga kami dijodohkan nanti :) Amin ya Rabb.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar