Nikah Muda

By Erny Kurniawati - 16.52.00

Judulnya semacam anjuran Felix Siauw ya? Tidak, aku tidak ingin membahas soal pernikahan seperti perspektif ustadz itu. Aku juga nggak sedang ngebet pengen nikah. Aku hanya sedang penasaran sekaligus takjub dengan orang-orang yang kuat mental buat nikah muda.

Kemarin, 27 Oktober 2013 kami mendapat undangan resepsi salah satu temen SD pacarku. Rumahnya di daerah Bantul bisa dibilang cukup jauh dari Jogjakarta tempat aku tinggal selama setahun belakangan ini. Masih dengan pikiran absurd, kami datang ke acara pernikahan tersebut. Ini kali kedua kami kondangan dan kami masih nggak paham etika kondangan yang baik dan benar. Ada perasaan lucu ketika tiba di tempat resepsi itu. Tak lain adalah perasaan tiba-tiba menjadi tua. Belakangan ini kabar teman seumuran menikah sedang wara-wiri. Bukan bikin iri, tapi justru penasaran. "Kok mereka manteb ya melepas masa lajang diusia semuda itu?" 

Setelah pertanyaan itu mengusik pikiranku secara instan, lalu aku seperti dihadapkan pada cermin. Berkaca bahwa kalau jadi mereka bisa kupastikan aku belum siap. Bahkan membayangkan mengurus suami sambil kuliah saja bikin bergidik. 

Namun menghadiri undangan pernikahan seperti itu jadi banyak belajar dan sadar. Sadar kalau aku sudah bukan anak kecil lagi. Sadar bahwa di luar sana banyak orang seumuranku sudah memilih melepas masa lajang, makanya mumpung di KTP masih single manfaatin baik-baik deh *catatan buat diri sendiri*. Selain itu jadi sadar kalau mau menikah nanti aku harus lebih siap dari mereka yang menikah muda. Jangan menikahnya pada usia lebih matang, tapi mentalnya masih belum begitu siap. Jangan sampailah. Intinya sih setelah menghadiri acara kawinan kemarin jadi makin tahu bahwa masa lajang sebelum jadi istri orang ini harus dimaksimalin buat meraih semua mimpi dan angan yang ada selama ini. Bukan berarti kalau udah nikah nggak bisa mewujudkan itu semua, tapi kan mumpung fokusnya masih lebih banyak ke diri sendiri jadi ya harus dimaksimalin.

At last buat temen pacarku yang sudah menikah kemarin, selamat menempuh hidup baru. You're rock :D

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Tapi sayang juga sih, kampanye nikah muda kadang diterima mentah2 sama sebagian orang. Walhasil, banyak juga yang nikah muda, ujung-ujungnya malah ngerepotin orangtuanya.

    Intinya, mental yang matang dan mematangkan mental.

    Ngomong2 nikah muda, juga termasuk kawin muda sih, haha... soalnya di angakatan, aku yang pertama. Jujur aja, secara mental aku belum siap kalau harus punya anak, urus suami, atur rumah tangga. Emang baru kepengen kawin aja (wkwk) karena kadung demen sama calon suamiku (dan kebetulan dijodohin juga sama bapak yang pro kawin muda, huaaa...).

    Tapi, karena suamiku jauh lebih dewasa dan mandiri, akhirnya bisa membawa rumah tanggaku ke arah yg stabil. Kalau enggak, kayaknya susah menghadapi aku yang dulunya masih manja, gak dewasa, egois, yang masih kepengen seneng2. Yaiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mom banyak banget yang kayak gitu. Mungkin butuh komitmen yg kuat ya pada diri sendiri kalo mau nikah muda hihihi.

      Dulu umur berapa mom nikah? Pantes sekarang aja masih keliatan muda dan ayu gitu duh sini yg masih gadis aja kalah cantik haha *ketawa iri*
      Tapi kalo udah dapet lampu ijo kaya kamu mah ayo aja mom, soalnya udah dapet restu ortu dan sebenernya pacaran kelamaan juga gak baik, kan makin jelas statusnya makin baik hihihi.

      Alhamdulillah, oh iya aku pernah baca postinganmu yg tentang kamu dan suamimu mom. hihihi bedanya lumayan ya, tapi gara-gara beda lumayan itu mungkin yang bikin suamimu mateng dan siap mengemongmu hihihi.
      semoga besok suamiku juga gitu ya mom ^^,

      Hapus