Ketika Jogja-Magelang Diselimuti Abu

Sudah dua hari ini beberapa kota di Pulau Jawa diselimuti abu vulkanik letusan Gunung Kelud. Salah satu kota yang tak luput diselimuti abu...

Sudah dua hari ini beberapa kota di Pulau Jawa diselimuti abu vulkanik letusan Gunung Kelud. Salah satu kota yang tak luput diselimuti abu adalah Jogja. Tebalnya abu vulkanik yang menyelimuti Jogja kali ini lebih tebal daripada saat letusan Gunung Merapi 3,5 tahun silam. Tertutupnya Jogja oleh abu vulkanik tersebut membuat berbagai kegiatan terganggu. 

tempat nyuci di kost, habis dibersihin eh masih begini.
Banyak kantor baik swasta maupun negeri mengumumkan libur mendadak. Selain itu toko-toko juga banyak yang tutup. Kemudian banyak warung makan tutup dan tidak melayani delivery order. Alhasil kami yang berada di kost-an pun seperti terisolir. Kompleks perumahan yang biasanya ramai tiba-tiba menjadi sepi seperti kota mati. Jadilah kami menggantungkan nasib perut kepada persediaan seadanya yang dimiliki walau pun ternyata persediaan tersebut tidak cukup. Oleh karena itu pada malam hari saya dan teman kost saya memutuskan cari makan di luar dan belanja mie untuk persediaan. Sebelum keluar saya mempersiapkan diri untuk menghadapi tebalnya abu vulkanik yang menyelimuti. Abu vulkanik memang harus dihadapi dengan berbeda dari abu pada umumnya, sebab kandungan abu vulkanik ini berbahaya bagi kesehatan organ penafasan, mata, bahkan kulit. Nah karena alasan tersebut saya berpenampilan nyentrik seperti ini saat kemarin malam mau keluar mencari makan dan menambah persediaan makanan instan.

Gimana? Sudah mirip ninja kan saya? hehe. Selain memakai jilbab bergo panjang, bermasker, dan berkaca mata, untuk bagian bawah saya mengenakan sepatu. Sempet ngerasa geli soalnya saya cuma mau ke toko Mirota Pasaraya Gejayan (kurang lebih 500 dari kost) dan cari makan tapi saya dandannya kayak petugas fogging hehe. Tapi tak masalah yang penting kesehatan nomer satu.

Kemudian hari kedua setelah letusan Gunung Kelud alias hari ini, abu vulkanik masih tetap tebal menyelimuti Jogja hingga Magelang. Padahal jalan lintas provinsi tersebut sudah dibersihkan, namun kencangnya angin dan tidak turunnya hujan berhasil membuat kondisi tetab berkabut abu vulkanik.

situasi Jalan Magelang, Mlati, Sleman
Foto tersebut saya ambil ketika berada di pom bensin. Pulang dari Jogja ke Magelang di tengah tebalnya abu vulkanik sebenarnya bukan pilihan yang baik. Apalagi beberapa kilo meter dari rumah saya, saya disambut angin kencang yang membuat abu vulkanik tersebut bertaburan. Sungguh seperti badai.

Tebalnya abu vulkanik di Jogja dan di Magelang berbeda ketebalannya. Jogja cenderung lebih tebal dari pada Magelang, tetapi di Magelang anginnya kencang sehingga dalam rumah pun tidak luput dari debu-debu abu vulkanik.

Fenomena hujan abu vulkanik yang cukup deras ini merupakan pengalaman kedua dalam hidup saya. Pengalaman pertama terjadi saat Merapi meletus 2010 lalu. Tebalnya abu vulkanik di Magelang kali ini tidak setebal saat Merapi meletus. Namun di Jogja abu vulkanik yang menyelimutinya saat ini lebih tebal dari 3,5 tahun lalu.

Berikut ini foto-foto perbedaan langit di Magelang sebelum dan sesudah abu vulkanik Gunung Kelud datang.

atas: foto tadi sore || bawah: foto -/+ sebulan lalu

Jadi bisa dibayangkan seperti apa suasana dua hari ini. Matahari tidak tampak hanya sinarnya saja yang menerobos (mungkin) kabut akibat letusan Gunung Kelud tersebut.

Sekian dulu ya posting kali ini. Kabar selanjutnya segera dirilis. See ya :)

You Might Also Like

2 komentar

  1. Waaa semangat yaa T.T
    abunya nyampe semarang lho, pagi-pagi gerimis abu :|
    mata rasanya berat banget, nyari masker di apotik sold out, untung ada indomaret :3
    alhamdulillah ga setebal jogja solo, karena kemaren sampe hari ini hujan
    moga-moga keadaan cepat membaik, amin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, di sini baru aja hujan. Semoga ujannya nggak deres banget. tadi agak deres e kamar kos bocor lumpur padahal biasanya nggak u,u..
      Selain itu abunya bikin kulit berasa kotor (iyalaah emang kotor) jadi gatel-gatel yak? amin amin makasih hani ^^,

      Hapus

Flickr Images