Review: Politik dan Jurnalisme dalam State of Play

By Erny Kurniawati - 20.13.00

 State of Play merupakan salah satu film yang sudah lama tersimpan di dalam folder "FILM" di laptop saya. Baru beberapa hari yang lalu saya menyempatkan diri untuk menikmati waktu luang saya dengan menyaksikan film ini. 

sumber
Menonton film State Of Play berarti kita harus siap dibuat tegang dan berpikir keras. Film besutan sutradara Kevin Macdonald ini merupakan film bertema politik yang cukup menarik. Film berdurasi 128 menit ini bercerita tentang usaha Cal McAffrey (Russell Crowe)seorang reporter surat kabar Washington Globe dalam mengungkap kasus kematian Sonia Baker(Maria Thayer). Pegawai kongres Pennsylvania tersebut meninggal di stasiun kereta Metro. Pada awalnya kematian Sonia disinyalir sebagai kasus bunuh diri.
 
Kematian Sonia Baker disangkut pautkan dengan hubungan asmaranya dengan sang atasan, Stephen Collins (Ben Afflect). Hal ini disebabkan oleh sikap Stephen yang sangat melankolis bahkan sampai menitikkan air mata ketika mengabarkan kematian pegawainya. Berbagai media massa memberitakan bahwa kematian Sonia adalah bunuh diri akibat frustasi dengan statusnya sebagai kekasih gelap sang anggota kongres. 

Berita kematian Sonia tersebut menarik perhatian banyak reporter untuk memberitakannya. Tidak terkecuali dengan reporter Washington Globe. Cal dan Della Frye (Rachel McAdams) seorang wartawan khusus media online Washington Globe mendiskusikan tentang kabar kematian Sonia tersebut.  Namun Cal sebagai teman sekamar Stephen saat kuliah, tidak ingin nama baik temannya sebagai anggota kongres rusak akibat berita miring tentang hubungan gelap tersebut. Terlebih secara pribadi Cal memiliki rasa bersalah terhadap sahabatnya karena dia telah berselingkuh dengan istri Stephen, Anne Collins (Robin Wright Penn). Di dasari perasaan bersalah kepada Stephen tersebut membuat Cal memutuskan untuk menulis berita yang tidak menjatuhkan nama baik temannya. Oleh karena itu, Cal yang pada awal film digambarkan menangani kasus pembunuhan lain tiba-tiba memutuskan untuk menangani kasus kematian Sonia.

Film ini menggambarkan bagaimana konflik pribadi memengaruhi berita yang akan ditulis Cal. Bahkan Cal pun berusaha untuk membuat Della tidak asal menulis berita seperti yang dilakukan oleh media lain. Cal dan Della mengungkap kasus kematian Sonia secara lebih dalam dengan pendekatan investigasi. Ada pro dan kontra dengan pendekatan investigasi yang mereka lakukan karena membuat kasus tersebut butuh pengamatan dan penyelidikan lebih mendalam. Pengamatan dan penyelidikan yang lebih mendalam tersebut membuat berita tidak bisa cepat naik cetak dan menjadi pemicu kemarahan sang editor. Meskipun menimbulkan kemarahan sang editor, Cal tetap kekeuh dengan prinsipnya untuk membedah kasus kematian Sonia tersebut dengan metode investigasi. Kemauan Cal tersebut mau tidak mau diiyakan oleh Della.

Setelah melewati berbagai proses penyelidikan dan pengamatan, angin segar pun mulai menyapa mereka. Tanpa diduga, ternyata kematian Sonia ada hubungannya dengan penembakan dua lelaki yang terjadi malam sebelum Sonia meninggal. Bukan itu saja, hasil investigasi Cal dan Della tersebut ternyata membuka kasus besar yang melibatkan berbagai pihak militer Amerika.

Dua kali menonton film ini membuat saya berani mengatakan film ini cerdas. Film ini berhasil menggabungkan dua hal yang saling bersinggungan setiap harinya yaitu politik dan jurnalisme. Saya merekomendasikan film ini untuk disaksikan oleh siapa-pun yang senang dengan pembahasan politik dan jurnalisme. Selain itu, saya juga merekomendasikan film ini untuk siapa saja yang menyukai film dengan jalan cerita susah ditebak. Hal ini disebabkan oleh keunggulan dari film State of Play menururt saya terletak pada ide cerita dan jalan ceritanya. Terlebih film ini berakhir dengan twist yang tidak terbayangkan sebelumnya. Oleh karena itu, saya menyebut film ini cerdas dan bagus.


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar