Allah Maha Tahu

"Berhentilah mengkhawatirkan masa depan, syukurilah hari ini, dan hiduplah dengan sebaik-baiknya," tulis seorang selebgram @dean...

"Berhentilah mengkhawatirkan masa depan, syukurilah hari ini, dan hiduplah dengan sebaik-baiknya," tulis seorang selebgram @deanara di akun instagramnya.

Saat membaca quote itu sekitar dua minggu yang lalu saya mengumpat dalam hati. Saya bilang, "pantas dia bisa berkata seperti itu, lha hidupnya udah kecukupan. Coba bagi orang yang hidupnya masih pas-pasan?" Bagi saya tidak mengkhawatirkan hari esok susah untuk dilakukan oleh orang yang hidupnya masih pas-pasan seperti saya ini.

Sejak memasuki semester 4 ini Alloh sedang sering menguji saya. Di awali dengan ujian yang mengharuskan saya ikhlas untuk menerima kehadiran adik tiri hingga ujian tentang ekonomi. Belakangan ini saya semakin tak bisa mengandalkan uang saku dari orang tua. Bahkan untuk membayar kos saja sering telat. Puncaknya adalah ketika saya telat bayar kos sampai empat bulan. Mau tak mau saya mencari cara untuk membayarnya sendiri tanpa meminta orang tua. Walaupun saya baru nyicil sebulan, namun saya senang sekali karena alhamdulillah saya bisa membayarnya sendiri. Lalu uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun sama. Saya lebih banyak usaha sendiri daripada meminta karena memang kalau minta sering belum ada. 

Sebelum ini, saya tidak pernah mengalami kejadian seperti ini dimana orang tua saya sepertinya sedang diuji hingga berada pada titik terendah tidak mampu mencukupi saya. Seringkali saya jengkel karena merasa saya ini anak yang seharusnya menjadi tanggung jawab utama mereka. Saya juga sering tersinggung kalau ibu saya ngomel karena saya minta uang saku. Rasanya saya ini salah banget udah 20 tahun tapi masih menggantungkan hidup pada orang tua sepenuhnya.

Oleh karena itu, tidak heran bila awalnya saya tidak bisa berpikir seperti apa yang dituliskan Uni @deanara. Saya selalu mengkhawatirkan masa depan. Khawatir besok kalau uangnya habis bagaimana dan lain sebagainya. Saya selalu ketakutan jika nanti hidup saya benar-benar kekurangan. Ketakutan saya itu diperparah dengan kondisi orang tua yang semakin tak bisa mencukupi saya. Bila sebelumnya ibu saya bisa memberikan uang saku Rp200.000,-/minggu, kini seminggu uang jajan saya bisa hanya separuhnya bahkan tidak ada jatah untuk saya.

Seminggu yang lalu saya merasa tertekan luar biasa oleh kondisi ini. Saya yang dari kecil hidup berkecukupan beberapa waktu terakhir harus terima kalau nasib saya sekarang sedang di bawah. Saya tidak  bisa lagi belanja ini itu sesuka hati. Makan pun harus dengan perhitungan tepat sehingga uang yang saya dapat dari kerjaan serabutan itu bisa cukup. Akhirnya saya menangis dan berpikir bahwa saya tak tahu dengan hari esok karena uang tabungan saya selama ini pun sudah ludes tinggal seratus ribuan.

Pada saat itu tak terpikirkan sama sekali di benak saya bahwa Alloh punya banyak jalan keluar untuk umatnya yang sedang kesusahan. Saya kemudian menyadari Alloh selalu mendampingi saya. Buktinya setelah hari Minggu kemarin secara tiba-tiba saya mendapatkan beberapa tawaran pekerjaan yang sama sekali tidak pernah saya duga. Sebulan sebelumnya saya mendapatkan tawaran untuk jadi asisten peneliti yang mana ada honor lumayan buat kami. Honornya tidak banyak, tapi cukuplah buat bayar kos. Terus hari Senin saya dapat tawaran dari senior untuk ngegantiin dia kerja selama dia KKN. Saya nggak nyangka karena saya sendiri tidak akrab dengan kakak ini, namun inilah bukti kuasa Alloh. Kemudian uang praktikum kampus yang katanya belum tentu bisa cair, tiba-tiba cair. Alhamdulillah, iuran praktikum dibatalkan karena sudah ada dana dari kampus. Lalu pada hari Rabu kemarin tiba-tiba saya dapat e-mail dari salah satu olshop ternama untuk bekerja sama. Lumayan dapet satu baju sebagai bayarannya.

Dari serentetan kisah ajaib itu saya seperti diingatkan oleh Alloh bahwa di dunia ini saya tidak perlu takut. Selama saya mau berusaha pasti diberi jalan olehnya. Buktinya, banyak hal yang tadinya saya pikir tidak akan terjadi, eh terjadi dengan begitu ajaibnya. Misalnya saat saya pengen beli baju, tapi saya nggak ada uang. Pucuk dicinta ulam pun tiba, tiba-tiba dapet voucher yang lumayan banget dan saya bisa belanja. Pun dengan rejeki lainnya seperti dukngan orang terdekat yang membuat saya merasa kuat melalui cobaan-cobaan ini.

Kisah yang saya alami beberapa hari ini benar-benar membuat saya sadar bahwa Alloh Maha Tahu akan kondisi umatNya. Pun saya jadi semakin teliti lagi dalam membeli apapun. Saya jadi bisa lebih cermat dalam memanfaatkan uang. Bagi saya semua itu pelajaran yang sangat berharga. Saya benar-benar merasakan peribahasa "berakit-rakit kehulu" semoga secepatnya saya bisa "berenang-renang ke tepian."

You Might Also Like

2 komentar

  1. Postingan kamu jadi reminder buat aku.
    Aku malu sendiri baca post kamu :') *peluk

    Anyway, ada ayat yang bikin aku tegar dan tetep semangat...
    Al-Hadid 22-23:

    "Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

    Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri."

    dan kutipan doa ini...
    "Yaa Allah, hal-hal yang telah Engkau takdirkan kepadaku, lalu aku tidak bergembira atau tidak menerimanya sedang aku tahu atau tidak tahu, maka bertaubatlah aku dan berserah diri dengan mengucap Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah SAW."

    Thanks for sharing :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hani makasih ya, iya sharing karena merasa perlu dibagi barangkali ada yang sedang berada di titik kaya aku. Thanks yaaa udah dikasih beberapa kutipan ayat seneng deh *peluk*

      Hapus

Flickr Images