Gelisah

Memasuki usia 20-an saya menjelma menjadi wanita muda yang semakin sensitif. Apalagi kalau yang bicara adalah orang tua. Saya sering meras...

Memasuki usia 20-an saya menjelma menjadi wanita muda yang semakin sensitif. Apalagi kalau yang bicara adalah orang tua. Saya sering merasa berdosa karena hati saya terlalu sensitif. Terlebih lagi kalau itu tentang pendapat saya yang berbeda dengan pandangan mereka. Saya sering merasa tersudut. Bahkan saya takut hal itu akan menjadi bom waktu karena kalau diingat-ingat saya sering punya uneg-uneg, tapi tidak pernah terungkapkan. Bukan karena saya sengaja memendamnya, namun karena orang tua saya (terutama ibu) berkarakter keras. Saat mereka minta pendapat dan saya memberi opsi lain, maka mereka akan menganggap usul saya salah. Dan hal itu sangat menyakitkan bagi saya.
Seperti hari ini. Entah saya yang terlalu sensitif atau yang saya rasakan benar adanya. Beberapa kali ibu saya seperti mengungkit apa yang telah ia usahakan untuk saya selama ini. Jujur saja, saya tersinggung tapi saya memilih diam. Mungkin sebagai anak saya ini banyak salahnya. Saya ini terlalu banyak maunya. Saya juga hanya bisa merepoti mereka. Padahal selama ini saya selalu berusaha membanggakan mereka. Semua yang saya lakukan selama ini tidak lain untuk menjadi lebih mandiri agar tak menyusahkan mereka. Namun apalah artinya bila kesabaran dan pengorbanan itu tidak diakui, terlebih oleh orang tua sendiri.

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images