Lulusan Ilmu Komunikasi? Kerja Apa?

By Erny Kurniawati - 14.38.00

Judul tulisan ini saya pilih karena banyak temen-temen pembaca yang bertanya tentang bagaimana nasib lulusan Ilmu Komunikasi di dunia kerja. Pertanyaan tersebut banyak temen-temen sampaikan di kolom komentar postingan yang berjudul Sharing: Kuliah di Ilmu Komunikasi UGM. Saya sudah berulang kali menjawab, namun tampaknya saya perlu membuat tulisan khusus agar bisa menjelaskan lebih detail dan harapannya temen-temen sekalian jadi punya pandangan lebih jelas. 
Soal nasib lulusan Ilmu Komunikasi saya rasa bisa masuk di berbagai posisi strategis maupun non-strategis di berbagai bidang pekerjaan. Hanya saja perlu saya tekankan bahwa lulusan Ilmu Komunikasi setiap kampus itu berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh orientasi pengajaran di kampus terkait.

Kalau lulusan Ilmu Komunikasi UGM sendiri bisa dibilang minim praktek. Mungkin karena pendidikan yang ditawarkan adalah jenjang S1. Namun, ada juga beberapa kampus lain yang walaupun S1 prakteknya tetap banyak. Sejauh pengamatan saya, UGM memang punya gaya mengajar yang khas yaitu menonjolkan teori dan analisis. Oleh karena itu, banyak yang bilang lulusan UGM disiapkan untuk menjadi dosen, pengamat, peneliti, dan konseptor untuk berbagai perusahaan. Sedangkan untuk lulusan jurusan yang sama dari kampus lain, saya kurang tahu.

Namun secara umum saya juga akan membahas tentang kemungkinan profesi yang digeluti lulusan Ilmu Komunikasi. Para sarjana komunikasi tersebar dalam berbagai bidang pekerjaan. Ada yang di dunia kreatif seperti copy writer, content writer, jurnalis, sineas, dan lain sebagainya. Istilah gampangnya, lulusan jurusan ini bisa bekerja sebagai konseptor iklan atau perancang iklan. Kerja di agensi gitu. Bisa pula terjun di dunia pertelevisian, perfilman, dan lain sebagainya dengan jabatan serta nama profesi yang macem-macem. Sarjana lulusan ini juga bisa bekerja di media cetak, elektronik, dan digital. Pada intinya, sarjana Ilmu Komunikasi itu lentur. Dia bisa bekerja di kantor apa saja, bahkan berwirausaha pun bisa. 

Hal tersebut disebabkan oleh peran komunikasi yang sangat vital dalam perusahaan. Selain itu, jurusan Ilmu Komunikasi tidak sekedar mempelajari bagaimana caranya berkomunikasi. Apa yang sarjana komunikasi pelajari itu cukup kompleks. Bagi mereka yang menekuni konsentrasi atau jurusan public relation, mereka akan banyak belajar tentang bagaimana mengambil keputusan ketika krisis melanda perusahaan, mereka belajar tentang perencanaan strategis, manajemennya, dan lain sebagainya. Pun bagi mereka yang menekuni konsentrasi jurnalisme, mereka akan belajar tentang macam-macam jurnalisme, hukum, dan banyak lainnya. Belum lagi dengan konsentrasi kajian media, iklan, dan lainnya. Oleh karena itu, sarjana Ilmu Komunikasi itu tidak melulu jadi presenter dan jurnalis. Kita bisa kerja di berbagai posisi dalam perusahaan. Dengan alasan itu pula, saya tidak ragu bila setelah lulus nanti mau kerja apa. 

Tetapi, ada satu hal yang harus diperhatikan bagi para mahasiswa Ilmu Komunikasi -khususnya bagi yang selama kuliah banyak dapat teori dan analisis saja- yaitu ikutlah berbagai kegiatan di luar yang ada hubungannya dengan jurusan yang sedang ditekuni. Hal ini penting agar kita tidak hanya berkutat pada dunia kampus, tetapi juga tahu realita di luar. Sebab, berdasarkan pengalaman saya dunia kampus itu idealis banget. Kita bakal kaget kalau terjun di dunia nyata saat kerja saja. Kita bakal bingung. Lain halnya kalau kita belajar sambil aktif di luar. Kita akan terbiasa menyinkronkan keduanya.

Nah, sekian dulu tulisan saya kali ini. Kalau ada yang kurang jelas silakan komen ya. 

  • Share:

You Might Also Like

26 komentar

  1. Hello.. Aku jg mahasiswi komunikasi dan dulu sering banget ktemu orang yg nyepelein jurusan ini padahal banyak banget job yang berhubungan dengan komunikasi di zaman yg serba modern sekarang ini. Hehe.. Thanks for sharing :)

    xx
    http://felishmichelle.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Felish salam kenal ya :)
      kamu dr ilkom kampus mana? Iya bener, sekarang jurusan ilkom emang lentur & fleksibel. Otw ke blog kamu :)

      Hapus
  2. Assalamualaikum maaf mbak saya calon mahasiswa dan ada niat mau bil ilkom mau tanya proses masa depan bagus mbak? Dan bisa bekerja sebagai apa saja? Bisa jadi PNS? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua jurusan punya prospek ke depan. Tergantung usahamu mencapainya. PNS mah jurusan apa aja bisa kok. Semua bisa jadi PNS.

      Hapus
  3. . aku bingung kak mau plih jurusan komunikasi apa hukum?? Mohon bantuannya. :)

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum kak aku mau nanya kalo jurusan ilmu komunikasi di telkom kira" lebih banyak peraktik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Sylvia, saya kurang tahu mohon maaf ya

      Hapus
  5. mau nnya dong kak, kalo aku lulusan SMA IPS bisa ambil jurusan kuliah Public Relations ga? dan jika aku bisa mengambil jurusan Public Relations, nanti kerja nya jadi Tim Kreatif di sebuah perusahaan media TV contoh: NETmediatama yang skrg lgi eksis banget bisa ga? mohon jawaban dan penjelasannya yah kak aku butuh banget saran dan masukan dari kakak :)

    NB: Kelebihan ku di Bahasa Inggris & Computer, kelemahanku di itung2an, tadinya aku juga ada niatan kerja di bank, ah tpi keknya di bank gajinya UMR dan ga seru, aku pengen hal2 yang seru yang berbau publik (peristiwa yang menggemparkan) contoh nya kemarin Kopi Bersianida itu kan peristiwa menggeparkan, yah kek gitu2 lah kak, mohon masukan & sarannya yah kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Hard, So far di UGM Komunikasi bukan fakultas, jadi jurusan, jadi nggak ada jurusan khusus public relations. Namun, public relations masuk ke dalam konsentrasi ilmu yang dipelajari di dalamnya. Untuk kerja di tim kreatif sebenarnya bukan PR. PR itu ranah kerjanya nggak terlalu kreatif. Ya, memang membangun citra, tapi bukan seperti melakukan reportase kasus untuk diberitakan dan lain sejenisnya. Better, kamu search dan pelajari dulu apa itu yang dimaksud Public Relations atau PR. Karena sepertinya, masih ada miss understanding nih hehe.

      Lalu, untuk kerja gaji UMR, di media juga lho. FYI aja, hampir semua tempat kerja menerapkan gaji UMR bagi first jobber atau fresh graduate. Kecuali kamu kerja di kantor keluarga ya, mungkin bisa beda lagi.

      Thanks sudah mampir :)

      Hapus
  6. Kadang berat untuk terjun kedunia seperti itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, just do what love and love what you do. Kalau memang nggak punya passion di bidang ini, masih ada banyak bidang lain yang bisa kamu dalami :)

      Hapus
  7. Kakaknya sendiri menekuni konsentrasi PR atau Jurnalisme?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, aku menekuni konsentrasi jurnalisme

      Hapus
  8. kak, masuknya dulu lewat jalur SNMPTN atau SBMPTN ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kakak lulusan sma apa smk?
      klo sma jrusannya apa?
      klo smk jurusannya apa?

      Hapus
  9. Halo kak. Saya juga ingin masuk ke Ilmu Komunikasi UGM. Tapi bingung, analisisku bisa dibilang lemah. Lebih menyukai praktek daripada teori. Kira-kira nanti kalau kuliah apakah saya akan mengalami banyak keteteran pada materi-materi tertentu? Terimakasih kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku, semua kambali kepada pribadi masing-masing sih. Tergantung niat dan tanggung jawab. Lemah analisis itu ya hampir semua yang masuk komunikasi pertama gitu. karena di SMA memang nggak diajarin analisis yang mendalam. Masalah keteteran atau nggak itu kembali ke masing-masing orang. Saya pribadi nggak bisa menilai kamu bisa atau tidak :)

      Hapus
  10. Kak, mau nanya nih. Aku emang masih kelas X dan baru naik kelas XI tapi aku udah bingung aja nih buat nentuin jurusan, yaa walaupun terlalu cepet buat nentuin jurusan kuliah tapi bagi aku itu penting biiar bisa nyiapin dari sekarang ehe, jadi gini aku tertarik sama ilkom nya UGM terus apa prestasi aku di bidang public speaking yaitu pidato bahasa indonesia bisa ngebantu aku buat jadi siswa undangan kak? soalnya aku takut dengan peluang keterimanya yang dikit. terus akunya yang gak begitu pinter bahasa inggris(: mohon jawabannya ya kak biar lebih semangat dikit ehe. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Harfaini, bagus donk kalau kamu udah pengen mempersiapkan semua dr sekarang? FYI aja, dulu aku juga nyiapin utk masuk UGM dari kelas X kok :). Prestasi itu bisa kok. Yang terpenting, selalu usahakan yg terbaik ya misal menjaga nilai rata2 di rapot yang naik terus nggak fluktuatif. Kalau soal nggak pinter bahasa Inggris gapapa. kamu juga bisa mempersiapkannya dari sekarang. Good luck ya! I will be happy, kalau suatu saat nanti km komen lagi krn udah bisa mewujudkan mimpimu! :)

      Hapus
  11. Hallo kak aku mau tanya, aku mahasiswa ikom tapi baru semester 3 thn ini, kebetulan emng blm ambil kosentrasi, aku bingun mau ambil konsestrasi antara pr atau jurnalistik, tapi entah knp aku ingin ambil lonsentrasi di jurnalistik kelihatannya lebih seru, aku cuma mau tanya di jurnalistik nantinya selain prospek kerjannya menjadi wartawan atau terjun langsung ke lapangan, ada tidak nyang pospek kerjannya gak harus terjun langsung kelapangan gitu, klo ada jadi apa dan seperti apa , terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prospek kerja lulusan jurnalistik luas kok tetep bisa jadi PR and what so ever pekerjaan lainnya :) Jadi tenang aja. hehe Karena PR juga butuh kemampuan jurnalisme ;)

      Hapus
  12. menurut saya informasi diwebsite ini sangat menarik apabila anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana cara berbicara didepan umum silahkan kunjungi website di bawah ini
    http://fikom.gunadarma.ac.id/

    BalasHapus
  13. Hai kak, mau nanya kak
    Beda jurusan ilmu komunikasi sama manajemen komunikasi apa kak ? Trus peluang banyak di minati perusahaan yang mana kak ? Trimakasih

    BalasHapus
  14. Hai kak, mau nanya kak
    Beda jurusan ilmu komunikasi sama manajemen komunikasi apa kak ? Trus peluang banyak di minati perusahaan yang mana kak ? Trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di UGM, manajemen komunikasi masuk dalam ilmu komunikasi.

      Hapus