Tentang Mengatur Keuangan

By Erny Kurniawati - 21.10.00

Saya memutuskan untuk menulis tentang mengatur keuangan setelah sering mengalami perdebatan dengan ibu saya terkait hal tersebut. Semua berawal dari perbedaan antara saya dan ibu dalam memandang serta mengatur perihal keuangan. Ibu saya tipe yang "mumpung ada uang belanjain aja," sementara saya tipe yang "belanja harus sesuai kebutuhan." Alhasil saya sering ngampet beli ini itu kalau punya uang, sedangkan ibu sering ngeluh kehabisan uang setelah belanja. :D

Beda banget kan kami?

Berawal dari situlah saya jadi semakin yakin kalau mengatur keuangan itu bukan sekedar teori (seperti yang ibu saya bilang). Mengatur keuangan itu penting banget biar habis belanja nggak ngeluh kehabisan uang kayak ibu saya. Hehe. Apalagi sebagai perempuan yang sering kalap saat belanja, mengatur keuangan menjadi hal yang penting agar kita nggak buang-buang uang untuk hal-hal sesaat dengan terlalu sering.

Mengatur keuangan ini bukan hal yang mudah lho. Percaya deh, saya pernah ngalamin masa-masa "mumpung ada uang belanjain aja." Untung saja sejak saya kost saya mengubah mindset saya. Saya selalu nyemangatin diri buat bisa mandiri dalam segala hal termasuk dalam membelanjakan uang. Sekalipun saya punya penghasilan part time dan masih bisa minta uang sama orang tua, tapi sebisa mungkin minta uang ke ortu itu saya hindari. Mulai dari situlah saya bisa belajar menghargai uang. Cukup nggak cukup harus dicukup-cukupin. Atau kalau dikasih uang jajan sama ortu sebisa mungkin ditabung. 

Akibatnya, saya jadi nggak segaul temen-temen kampus saya. Saya jaraaaaaaaang banget ngopi-ngopi cantik di kafe. Saya juga jaraaaaaaaaang banget ngerjain tugas di kafe sambil hotspotan. Daripada ngerjain tugas di kafe, mending latihan sabar ngadepin modem yang lelet atau saya nangkring di Jogja Digital Valley (itu loh coworking space) yang gratis dan WiFi-nya kenceng. Terus belakangan ini saya makin rajin masak. Selain ngirit, bonusnya saya jadi tahu komposisi makanan saya. Lha wong saya yang masak, ya kan?? Jadilah asupan gizi saya jadi lebih baik dan nggak sering makan junk food

Tapi ada hal penting yang harus kita sadari dalam hal mengatur uang yaitu, mengatur uang nggak sama dengan pelit. Mengatur uang itu lebih ke mendahulukan apa yang kita butuhkan bukan inginkan. Nah, kalau itu menyangkut hobi, maka itu termasuk kebutuhan. Kan kebutuhan nggak cuma makan, papan, sandang, tapi hati juga butuh dipuasin salah satunya lewat hobi. Terus kalau hobinya menguras kantong? Yah, pinter-pinter ngatur uangnya aja atau coba cari plan B dalam merealisasikan hobi. Lalu mengatur uang bukan berarti memangkas kewajiban sedekah kita. Tetep sedekah jalan terus. 

Kalau bagi saya pribadi, hal-hal yang udah saya praktekkan dalam mengatur uang itu misalnya saya milih masak daripada makan di luar. Kemudian nggak sering-sering shopping. Intinya selama barang masih bisa dipakai ya pakai aja, puas-puasin makai itu barang, baru deh kalau mendesak beli baru. Atau kalau nggak, saya biasanya bikin rencana beli baju atau sepatu itu berapa bulan sekali bukan lihat lucu lalu beli.

Nah, nyeseknya itu kalau lihat barang-barang lucu tadi. Itu butuh effort banget untuk ngeyakinin diri kita kalau sebenernya kita belum butuh. Saya sering ngalamin hal ini dan syukurnya, saya berhasil tidak mengorbankan kehidupan beberapa minggu kedepan untuk beli barang yang menggoda tadi. Salah satu senjata saya untuk mencegah beli barang yang nggak perlu adalah dengan mengingat-ingat rasanya habis beli sesuatu. Saya dulu sering ngerasa pengen banget beli, tapi setelah beli saya merasa biasa aja. Saya inget-inget aja perasaan biasa itu. Lama-lama saya jadi nggak nafsu beli. hehe.

Pada intinya, mengatur keuangan itu kuncinya adalah skala prioritas. Ini menurut pengalaman pribadi saya lho. Mungkin temen-temen punya kunci yang lain. Hehe. Bagi saya skala prioritas emang penting banget karena dengan tahu apa yang jadi prioritas kita, maka itu yang paling kita butuhin dan harus segera dipenuhi. Sejauh ini, skala prioritas sudah menyelamatkan kondisi keuangan saya. Walau kadang saya teracuni dengan ibu atau tiba-tiba kalap, namun itu jarang sekali terjadi.

Apa temen-temen punya pengalaman soal mengatur keuangan juga? Share donk :))

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar