Life Story: Good Bye 20, Welcome To 21

Tidak terasa, hari pergantian usiaku sebentar lagi tiba. Rasanya proses menua terjadi begitu cepat. Rasanya baru kemarin pake rok abu-abu....

Tidak terasa, hari pergantian usiaku sebentar lagi tiba. Rasanya proses menua terjadi begitu cepat. Rasanya baru kemarin pake rok abu-abu. Rasanya baru kemarin ngomong pengen kuliah di sana, pengen jurusan itu, pengen begini begitu, dan ternyata semua itu sudah berlalu beberapa tahun yang lalu.


Tahun ini, usiaku 21 tahun. Sebentar lagi. Beberapa jam lagi. Sebelum menutup usia 20 dan berganti menjadi 21, maka tak ada salahnya kalau saya mengenang apa saja yang sudah saya capai di awal kepala dua ini. Bukan untuk pamer atau hal semacamnya, saya hanya ingin membingkai pencapaian saya di sini supaya ketika saya lupa, saya bisa bergegas mengingatnya dengan membaca ulang tulisan ini.



Angka 20 sepertinya angka keberuntungan bagi saya. Dimulai dari kado ulang tahun yang berupa kabar menjadi finalis suatu lomba, kemudian beberapa bulan setelahnya saya mendapatkan pekerjaan freelance. Hanya bertahan selama 2 bulan, selanjutnya saya resmi jadi pekerja tetap. Pada saat itulah ujian berat saya rasakan. Rupanya, menyandang dua status sekaligus bukan hal yang mudah. Tahun ini, saya belajar banyak tentang mengatur waktu, membuat prioritas kehidupan, hingga menyelesaikan berbagai konflik yang timbul karena peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus pekerja. Selanjutnya, pada akhir pertengahan Desember 2014, saya tiba-tiba mendapat durian runtuh berupa beasiswa exchange. Saya jadi ingat, kalau sebelumnya saya sering bilang kepada ibu atau orang-orang terdekat bahwa saya pasti akan merasakan hawa udara luar negeri saat usia 20-an. Dan ternyata, hal yang tadinya hanya mimpi yang tampak jauh tiba-tiba menjadi kenyataan. Memasuki awal tahun, saya dapat kado lagi dari Yang Maha Kuasa. Dia menghadiahi saya nilai yang cukup tinggi di semester ke-lima ini. Padahal sebelumnya saya sudah hopeless. Kuliah sering tidak fokus karena capek kerja. Namun rupanya, hasil memang tak pernah mengkhianati usaha. Sekalipun susah fokus, saya selalu berusaha semaksimal mungkin. Dan ternyata hal itu berbanding lurus dengan hasilnya.

Lalu kini, pada hari terakhir di usia ke-20 saya sedang sibuk menyiapkan video untuk lomba yang pernah saya ikuti tahun lalu. Yang kabarnya pernah menjadi kado ulang tahun ke-20 saya. Kali ini, kabar menjadi finalis kembali menjadi kado ulang tahun ke-21, sekaligus penutup manis atas apa saja yang saya capai di usia ke-20. 

Walaupun tahun ini banyak hal manis dalam hidup saya, tetapi semua tidak terjadi tanpa hal-hal yang kadang membuat saya mau menyerah di tengah jalan. Perasaan seperti lelah sudah menjadi hal yang biasa. Perasaan ingin putus asa pun kadang tiba-tiba muncul. Namun saya ingat, bukan kah hidup itu tentang merawat mimpi-mimpi lalu mewujudkannya? Oleh karena itu, saat saya hendak terjatuh dan menyerah, saya ingat bahwa ada banyak mimpi yang perlu direalisasikan. Dan hal itu yang menjadi senjata ampuh selama ini. Akhirnya saya bisa melewati awal kepala dua ini dengan sukses.


Pertambahan usia itu hal yang biasa. Yang luar biasa adalah bila kita selalu berproses mewujudkan satu persatu impian kita. Mengimprove diri agar semakin baik lagi. Dan juga, menambah deretan pencapaian dala hidup. Bertambahnya usia, tidak sekadar soal menua. Bertambahnya usia juga harus menjadikan kita kian dewasa.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Selamat ulang tahun dan salam kenal, ini blogwalking pertama saya di blog ini. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung dan terima kasih ucapannya :)

      Hapus
  2. Semoga menang dalam lomba videonya ya mba ^:^

    BalasHapus

Flickr Images