Thought: 20's Crisis

By Erny Kurniawati - 00.06.00

Memasuki usia kepala dua, sepertinya memang membawa banyak perubahan pada hidup banyak orang. Setuju nggak sih, kalau setelah melewati usia 20 tahun jadi lebih banyak mikir, lebih banyak merenung, lebih sering sadar, lebih sering bingung, lebih mikirin banyak hal, dan tentunya lebih serius ngejalanin hidup. Mungkin semua itu terjadi karena usia 20-an itu bagaikan usia pembuktian. Harus membuktikan diri bisa mandiri, bisa lebih dewasa, bisa berhasil, dan lain sebagainya. Di tambah lagi, saat usia 20-an kayaknya kita harus udah ngerti hidup ini mau dibawa kemana, mau jadi apa, prioritasmu apa, dan banyak hal lainnya.

Rasanya nggak berlebihan kalau fase 20-an ini disebut fase menentukan jalan hidup yang sesungguhnya.

Mungkin karena fase ini tak ubahnya fase menentukan jalan, makanya banyak orang atau mungkin orang-orang di sekitarku mengalami krisis 20-an. Alias krisis di usia 20-an. Yang tadinya menjalani hidup sekadar menjalani saja. Sekarang, mulai bertanya-tanya apakah jalan yang dipilih sudah tepat. Saat dulu bersantai sepanjang waktu adalah cara menikmati hidup, sekarang bersantai terlalu lama tak ubahnya bencana. Well, usia 20-an memang usia penuh krisis. Setidaknya bagiku.

Namun, bukan berarti fase ini tak menyenangkan. Justru, inilah fase yang benar-benar menyenangkan. Di mana, saat fase inilah kita mulai bertanggung jawab pada diri sendiri, membuktikan diri kalau mampu mandiri, dan banyak hal lainnya. Kalaupun ada ketakutan-ketakutan karena seolah tak mampu menghadapi hidup, percayalah itu adalah hal yang wajar. Yang jelas, jangan biar ketakutan itu membatasi kita untuk bisa melakukan hal terbaik pada fase hidup ini!

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar