Saya Perempuan dan Saya Bisa!

Ada banyak hal yang saya syukuri dalam hidup ini. Satu di antaranya adalah menjadi seorang perempuan. Tak pernah sekalipun saya berpikir e...

Ada banyak hal yang saya syukuri dalam hidup ini. Satu di antaranya adalah menjadi seorang perempuan. Tak pernah sekalipun saya berpikir enaknya jadi lelaki bisa ini dan itu atau mempertanyakan bagaimana asyiknya menjadi seorang lelaki. Bagi saya, menjadi seorang perempuan pun tak menghalangiku melakukan apapun yang saya mau dan impikan. Saya perempuan dan saya bisa!


Tumbuh dalam lingkungan patriarki yang menganggap lelaki lebih punya power ketimbang perempuan, membuat saya beberapa kali dinasehati untuk tak perlu banyak bermimpi dan ngoyo mewujudkan impian. Karena, wanita itu pada akhirnya kembali ke urusan rumah dan tidak punya kesempatan sebesar kesempatan lelaki. Orang yang paling sering menasehati saya seperti itu adalah ayah. 

Mengenang delapan tahunan silam, saat saya masih duduk di bangku SMP. Saya sering sekali bercerita sama ayah dan ibu tentang mimpi-mimpi saya. Saya selalu bilang kepada mereka kalau suatu hari nanti saya akan mengenyam pendidikan tinggi. Saya akan meraih satu persatu mimpi saya. Namun, ayah selalu bilang saya tak perlu banyak berharap bisa kuliah. Bagi ayah, menjadi perempuan itu akhirnya adalah rumah. Jadi, sekolah tinggi-tinggi nggak akan berguna dan akhirnya hanya buang-buang uang saja, karena karir perempuan akan berakhir di rumah. 

Berbeda dengan ayah, ibu adalah sosok yang selalu memupuk mimpi-mimpi saya. Setiap kali ayah menasehati seperti itu, ibu langsung meyakinkan saya bahwa saya harus sekolah tinggi agar menjadi wanita yang banyak ilmu. Sampai ayah dan ibu bercerai, ibu adalah sosok yang tetap setia menyemangati saya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Saya ingat betul, ibu sering bilang kalau jadi perempuan yang punya lebih banyak ilmu akan sangat menyenangkan. Selain menjadi tahu banyak hal, wanita berilmu akan tahu apa yang terbaik untuk dirinya sehingga ia bisa mewujudkan impian-impiannya dan menjadi sosok yang mandiri. Dan ibu juga percaya saya bisa menjadi wanita yang ia gambarkan pada setiap nasehat dan ceritanya.

Dukungan dan kepercayaan ibu lah yang selanjutnya mengantarkan saya menjadi seperti saat ini. Saya sempat ditentang dan tak didukung oleh ayah saat mau melanjutkan sekolah dijenjang yang lebih tinggi. Namun, ibu selalu menyuruh saya untuk mengabaikan hal tersebut. Kata ibu, selama hal yang ditentang oleh ayah adalah kebaikan, saya boleh untuk mengacuhkannya. Ibu juga selalu meyakinkan saya bahwa bila ada kemauan dan tekad yang kuat, pasti Alloh akan kasih jalan.

Dan benar saja. 
Sekitar 4 tahun silam, saat dalam proses pendaftaran mahasiswa baru, saya diterima menjadi mahasiswa di suatu kampus swasta di Jogja. Hingga jatuh tempo pembayaran, ibu tak punya biaya sedikitpun untuk membayarnya. Bahkan pada hari itu, ibu saya justru sedang jatuh sakit. Sedangkan Ayah, saat itu sudah kekeh dengan pendiriannya yang tak mau menyekolahkan saya di bangku kuliah. Jauh-jauh hari ayah sudah menyatakan diri kalau nggak bisa membiayai sekolah saya dan bila saya masih kekeh ingin sekolah, silakan minta ibu, kerja, atau menikah dengan lelaki kaya raya yang mampu menyekolahkan saya. Pernyataan ayah saat itu bagaikan cambukan.


Akhirnya, peluang kuliah tersebut hilang begitu saja. Meski begitu, ibu selalu membesarkan hati saya bahwa Alloh pasti sedang menyiapkan rencana yang lebih baik. Lagi-lagi benar. Di tengah ketidak yakinan saya, saya justru berhasil lolos SNMPTN dengan jalur beasiswa bidikmisi. Beasiswa ini merupakan beasiswa yang memang ditujukan untuk memfasilitasi pendidikan generasi muda dari strata ekonomi bawah..

Sejak saat itu, hidup berjalan sebagaimana mestinya. Sampai tiba di titik ayah saya mulai menghargai dan mendukung keputusan saya untuk kuliah. Puncaknya, saat tahun lalu saya dapat beasiswa ke Jepang, ayah menangis dan meminta maaf pernah mengecilkan mimpi-mimpi saya. Beliau menyesal pernah memandang sebelah diri saya sebagai anak perempuannya.


Meski seringkali impian saya untuk melanjutkan sekolah dimentahkan dan ditentang, saya justru bersyukur melewati masa-masa itu. Bagi hidupku, masa itu adalah titik balik terbesar dalam hidup yang membuat saya menjadi begitu percaya diri dan mandiri menjadi seorang perempuan. Percaya diri dan mandiri ini bukan berarti saya menjadi sosok yang begitu anti dominasi lelaki. Namun setidaknya saya bisa menentukan jalan hidup saya. Bahkan bila suatu hari nanti saya menikah. Saya berharap kalau memang harus menjadi seorang ibu rumah tangga, maka saya ingin itu adalah pilihan hidup yang saya ambil dengan sesadar-sadarnya tanpa paksaan dari suami kelak. Pun kalau takdir mengatakan saya harus menjadi ibu rumah tangga, saya harus jadi panutan yang penuh percaya diri, mandiri, dan sebagai lautan ilmu untuk anak-anakku.


Sepenggal kisah hidup ini adalah bukti bagi saya bahwa sebagai perempuan, saya punya power yang tak kalah besar dari lelaki untuk mewujudkan impian. Saya punya kesempatan yang sama dengan mereka. Saya percaya, setiap perempuan di dunia ini apapun profesi dan kisah hidupnya, kita semua punya hak serta kesempatan yang sama untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik dalam hidup dan mewujudkan setiap impian yang dimiliki.

Selamat memperingati hari perempuan internasional

#PledgeForParity

You Might Also Like

4 komentar

  1. Erny, tulisannya mengharu biru sekali :)
    Apalagi yg ini " saya harus jadi panutan yang penuh percaya diri, mandiri, dan sebagai lautan ilmu untuk anak-anakku." Mengena sekali, dan akupun lagi mempersiapkan ini biar nanti bisa jadi lautan ilmu buat anaku di masa depan.
    Great job erny, sukses selalu yaaah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Desty, Terima kasih ya sudah menyempatkan diri membaca cerita panjang ini. :) Terima kasih juga untuk do'anya. Semoga amu juga selalu sukses ya! :)

      Hapus
  2. Ernyyy! Aku suka banget sama postingan kamu inii. So inspiring! Salut sama kamu :')

    Tetep semangat yaa Ernyy! *virtualhugs!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Ozu, thank you untuk *virtualhugs-nya :D Selalu semangat biar bisa kaya kamu juga :D

      Hapus

Flickr Images