Mengabaikan Logika, Ada Apa Dengan Cinta? 2

By Erny Kurniawati - 00.54.00

Ada banyak pertanyaan yang datang setelah film Ada Apa dengan Cinta (AADC) pertama berakhir empat belas tahun silam. Apalagi sejak LINE membuat drama mini kelanjutannya. Drama mini itu berhasil mengingatkan penggemar atau penonton AADC pada sejuta pertanyaan tentang kelanjutan kisah Cinta dan Rangga yang menggantung di bandara. Apakah Jakarta-New York memisahkan cinta keduanya? Ataukah mereka sudah bersatu?

Yang jelas ada banyak pertanyaan yang perlu dijawab pada AADC 2, benar begitu kan?

Visual : Rolling Stone Ina

Dua belas tahun adalah waktu yang panjang. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi selaras dengan banyaknya pertanyaan tentang bagaimana kisah Cinta dan Rangga kini. Pertanyaan-pertanyaan itu yang kemudian berusaha dijawab melalui film kedua AADC 2 yang mengambil setting 12 tahun setelah perpisahan di bandara dulu. Sayangnya, jawabannya tidak cukup memuaskan.

Ibarat ujian, pertanyaan-pertanyaan yang hadir selama dua belas tahun ini tak ubahnya pertanyaan soal esai yang harus dijawab dengan jelas dan rinci. Sayangnya, AADC 2 menjawab pertanyaan-pertanyaan itu terlalu singkat. Menyadur ungkapan Rolling Stone Indonesia, jawaban yang dihadirkan sama sekali tak memuaskan dan hanya terasa seperti manisan yang enak dikunyah, tapi tak meninggalkan kesan. Saya pribadi sepakat dengan ungkapan Rolling Stone tersebut karena sesaat setelah film ini usai, saya gagal mengingat adegan mana yang berkesan dan benar-benar menyentuh hati. Sangat berbeda dengan film AADC 2002 silam.

Menit-menit awal pada film adalah menit-menit yang menentukan bagus tidaknya film tersebut. Pada menit-menit awal AADC 2, film ini dibuka dengan adegan Genk Cinta ngumpul di galeri Cinta (Dian Sastro) untuk menunggu Carmen (Adinia Wirasti) yang baru saja lepas dari masalah narkoba. Pada pertemuan ini anggota lain berpikir perlu menghibur Carmen dengan mengajaknya liburan ke Jogja. Selain mengumumkan rencana liburan ke Jogja, dalam pertemuan ini Cinta juga mengumumkan kalau dia sudah dilamar Trian (Ario Bayu). Bagian ini menurut saya kurang logis karena alur ceritanya tidak bercerita secara mendalam dan terlalu klise. Ditambah lagi, setiap tokohnya hanya dikisahkan secara permukaan saja. Benar-benar hanya adegan sekilas yang dipaksa untuk membuat keputusan liburan Genk Cinta ke Jogja itu seolah hal yang wajar. Di bagian ini sebenarnya saya sudah firasat kalau AADC 2 nggak sesuai sama ekspektasi saya. Tapi karena keluguan Milly (Sissy Prescillia) yang lucu dan kecantikan Cinta yang paripurna, rasanya kok sayang kalau saya melewatkan puluhan menit sisanya.

Sedangkan kisah Rangga (Nicholas Saputra) sampai ke Jogja menurut saya lebih nggak logis lagi. Awal Rangga muncul dalam film ini digambarkan sebagai seorang yang sedang gelisah. Seperti sediakala. Rangga banyak diam. Rangga terlalu banyak pikiran. Lagi-lagi sayangnya, kegelisahan Rangga ini menurut saya nggak beralasan. Hingga akhirnya Rangga ke kedai kopi milik dia dan temannya, lalu secara tiba-tiba adik tirinya datang. Part ini bagi saya drama banget, karena sekali lagi bagi saya pribadi kurang logis.

Adik tiri yang seingat saya tidak disinggung dalam film sebelumnya, tiba-tiba datang mencari Rangga. Jauh-jauh dari Jogja ke Amerika hanya untuk bilang kalau ibunya kini linglung dan sering menanyakan keberadaan abangnya. Udah gitu aja. Jauh-jauh dari Jogja lho dan mereka dari keluarga yang super seadanya yang kalau saya pikir-pikir di dunia nyata kok uangnya mending untuk hal yang lebih penting ketimbang nyariin Rangga di Amerika dan nggak membawa pesan yang teramat sangat mendesak. Ini salah satu part yang menurut saya mengabaikan logika.

Karena sama-sama berada di Jogja tanpa rencana, seolah pertemuan Cinta dan Rangga adalah kehendak semesta. Apalagi saat tanpa sengaja Milly dan Carmen melihat Rangga melintas di hadapannya. Berawal dari inilah, pertemua Cinta dan Rangga atas dasar alasan menuntaskan masalalu itu terjadi.

Sampai pada part ini, saya masih optimis berharap pertemuan Cinta dan Rangga epic. Jujur, pada bagian ini saya berharap bisa trenyuh, baper, dan kalau bisa mewek entah sedih atau terharu. Tapi nyatanya nggak! Karena lagi-lagi, saya merasa setiap adegannya biasa-biasa saja dan tampak tergesa. Malahan saya lebih deg-degan nonton trailernya. Padahal, puisi-puisi Aan Mansyur saya akui terdeliver sempurna karena Rangga benar-benar menghayati setiap kali menyampaikannya. Walaupun saya bilang kurang terkesan dengan adegan pertemuan Cinta dan Rangga, bukan berarti mereka tak beradu akting dengan baik. Saya sih merasa keduanya sudah mengerahkan usaha yang maksimal karena chemistrynya dapet. Sayangnya, chemistry itu nggak bikin baper :(.

Menuju akhir cerita, setelah pertemuan dengan Rangga, Cinta masih dihantui oleh perasaan lamanya. Itu artinya misi menuntaskan masalalu justru gagal setelah bertemu. Apalagi setelah Rangga mengaku masih ada hati untuk Cinta dan merasa perlu menyambung hubungan yang terputus itu lagi. Padahal saat ini Cinta sudah punya sosok baru yang akan segera menikahinya. Kalau dibandingkan dengan Rangga, memang Trian seolah hanya menawarkan kehidupan yang layak dan terjamin pada Cinta. Tetapi tidak membuat Cinta merasakan hidup sesungguhnya seperti saat bersama Rangga. Hal inilah yang sepertinya membuat Cinta sadar kalau dia harus menyudahi hubungannya yang sudah pasti dengan Trian dan menyusul Rangga ke Amerika untuk kembali merajut kisah lama mereka lagi. Dan ceritanya hanya sampai sini. Sampai dititik Cinta ngomong mau balik sama Rangga lagi.

Kalau dipikir-pikir, saat ini usia Cinta sudah 30 tahun lebih (setting AADC 2002 usia Cinta 17 atau 18 tahun. 12 tahun kemudian berarti usianya sekitar 30 tahunan). Untuk usia 30 tahun mengambil keputusan kembali kepada sosok di masalalu tanpa ada kejelasan kapan dinikahi kok rasanya lagi-lagi nggak logis.  Saya menyayangkan, kenapa endingnya kurang greget. Kenapa nggak Cinta dan Rangga tunangan biar seolah mereka agak pasti gitu hubungannya atau kalau perlu menikah? Untung saja akhir yang dibuat lelucon itu nggak wagu sehingga saya yang masih nggak terima Rangga dan Cinta nggak berakhir tunangan atau menikah masih bisa tersenyum dengan adegan twistnya.

Selain beberapa part tersebut sebenarnya banyak perintilan yang sekali lagi menurut pendapat saya pribadi kurang logis. Ya, walaupun film ini memang film populer ringan yang bertujuan menyenangkan penonton, tapi bukan berarti tampak digarap tergesa dan kurang logis sana-sini kan?

Menurut saya, film ini berhasil menjadi lebih menarik karena kehadiran Milly yang menggemaskan dan lucu itu. Ditambah lagi dengan Cinta yang pada bagian berponi rata kecantikannya meningkat signifikan. Lalu kehadiran Rangga yang tetap cool walau sekarang lebih peka dan tukang gombal, tapi cara baca puisinya masih tetap juara. Merekalah yang menurut saya membuat film ini tetap hidup walaupun ada pengabaian logika disana-sini.

Dari ulasan panjang lebar saya ini, ada satu bagian dalam film AADC 2 yang membuat saya mengacungi jempol yaitu, product placement. Product placement titipan para sponsor dalam film ini ditata sedemikian rupa sehingga tidak terkesan sedang ngiklan. Sejauh ini, product placement pada film AADC 2 lah yang menurut saya paling nggak konyol dan masuk dengan alami menyatu pada cerita.


Kembali ke topik awal, berdasarkan review ala saya, saya sepakat untuk memberi rate film AADC 2 pada bintang 3. Meskipun hanya bintang 3, tapi film ini worth it untuk ditonton. Apalagi kalau kamu tipe orang kepo seperti saya yang punya banyak pertanyaan seputar gimana kehidupan Cinta dan Rangga setelah berpisah di bandara 12 tahun silam.





  • Share:

You Might Also Like

10 komentar

  1. Aku belum nonton AADC 2 Erny, gak kebagian tiket, masih sold out terus :D.
    Tapi aku setuju sama kamu, usia 30 tapi mengambil keputusan nggak logis itu terlalu.
    Aku yg belum sampai umur segitupun rasanya pengen sama yg logis2 aja deh, cinta tanpa kepastian logis itu rasanya percuma #halah hahaha

    Review filmnya jadi bikin penasaran pengen liat Mas Nicsap baca puisi dan banyak gombal XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan, pas lihat ini jatuhnya kaya mereka cinta monyet lagi hehe. Btw worth to watch kok pas Rangga berpuisi hehe. Cool mempesonanya Rangga sama kecantikan dian yang paripurna jgn sampai dilewatkan. Haha

      Hapus
  2. jika aadc pertama diputar pada tahun 2002, dan yang kedua pada tahun 2016, bagaimana cara perhitunganmu hingga rentang waktu sekuel ini menjadi 12 tahun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, thanks for reading. Menurut sutradanya yaitu Riri Riza, film ini memang bersetting 12 setelah perpisahan rangga dan cinta di bandara. Ini kutipannya yang aku sadur dari Rolling Stone "Ada Apa dengan Cinta 2 yang kali ini disutradarai oleh Riri Riza, mengambil latar waktu dua belas tahun semenjak Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan Rangga (Nicholas Saputra) berpisah di bandara." Atau kamu bisa baca langsung di sini penjelasannya. http://www.rollingstone.co.id/article/read/2016/04/29/140507504/21/penayangan-hari-pertama-ada-apa-dengan-cinta-2-disaksikan-200-ribu-penonton

      Hapus
  3. Berarti kesannya kurang Greget ya di banding yg pertama? Walaupun waktu itu aku nonton nya pas udah kelas 5 Sd (dan itu udah di putar di stasiun tv), serius aku jga ikutan baper... Kata - katanya, alur ceritanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kezia, menurutku dan beberapa temen yang diskusi sama aku sih gitu 😊 kalau yang pertama, aku juga pertama kali nonton masih kecil. Tapi beberapa waktu lalu nonton lg masih tetep baper. Bahkan adegan-adegannya seperti nemorable hehe. Nah yg ini nggak sememorable itu. But over all, film itu soal selera kok yang bisa jadi selera aku dan kamu beda. Anyway, thanks for reading 🙆

      Hapus
  4. belum nonton dan penasaran banget! hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bisa sebelum nonton AADC 2, tonton ulang dulu AADC 1 sin biar lebih greget hehe 🙌

      Hapus
  5. habis nonton AADC2 rasanya emang ayem banget sih, Er, sebagai penonton. Ayemnya gara-gara ceritanya sampe endingnya kelewat aman sampe nggak ada yg bikin surprise sama sekali. Worth to watch sih untuk bikin hati ayem tentrem tapi sayangnya nggak menggigit. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sri. Ayem banget. Tapi datar yah. Hehe. Aku malah mau nangis liat yang drama line haha. Entah kenapa yang ini tuh yaitu, aman. Gada deg degannya 💟💟

      Hapus