Traveling: My (Dream) Trip To Hiroshima

By Erny Kurniawati - 02.30.00



Jepang nggak hanya Tokyo, Osaka, dan kota-kota mainstream lainnya yang foto-fotonya biasa wira wiri menghiasa timeline Instagram kita lho. Ada banyak kota menarik di Jepang yang mungkin nggak setenar dua kota yang saya sebutkan sebelumnya. Salah satunya adalah Hiroshima.
Nah, Kota Hiroshima adalah salah satu kota yang menjadi wishlist saya. Sejak kunjungan pertama saya ke Jepang tahun 2015 lalu, saya sudah berjanji pada diri sendiri kalau selama hidup harus ke Jepang lagi minimal 3 kali dalam musim yang berbeda. Kalau kemarin ke sana saat winter dan tinggal di Tokyo serta Kobe, berarti saya harus berusaha ke sana lagi saat spring, summer, atau autumn dan mencoba explore kota lain. Salah satunya ya Kota Hiroshima itu.
www.hiroshima-u.ac.jp
Meskipun Hiroshima nggak setenar kota lain, tapi wisatawan asing seperti saya tetap mudah mengaksesnya lho. Apalagi sejak ada HAnavi. Bagi yang belum tahu HAnavi itu apa, HAnavi adalah
kolaborasi antara H.I.S dengan ANA (All Nippon Airways) yang dirancang khusus untuk wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang. H.I.S sendiri merupakan travel agent yang menyediakan paket perjalanan baik dalam dan luar negeri, baik individu maupun grup. Salah satu kelebihan HAnavi adalah menyediakan paket tiket penerbangan domestik dan hotel dengan harga murah meriah berangkat dari Tokyo atau Osaka. Dan, masih banyak keunggulan lainnya.
http://his-travel.co.id/japan-tour-hanavi
Makanya, kalau nanti ke Jepang lagi, rasanya pengen nyobain paket dari HAnavi ini karena pasti perjalanan lebih simpel dan nggak perlu ribet. Dan, buat kamu yang pengen banget ke Jepang gratisan bareng HAnavi juga bisa. Caranya, klik gambar berikut ini! :)

Ikuti Present Campaign HIS Summer Trip Blogging Competition

Balik lagi ke dream trip saya ke Hiroshima, kira-kira kenapa sih saya ingin ke sana? 
Mengapa Hiroshima?

Nama Hiroshima sudah nggak asing di telinga saya. Soalnya, kota ini sudah sering banget disebut-sebut dalam pelajaran sejarah. Apalagi kalau nggak karena peristiwa bom atom yang meluluhlantakkan kota ini 71 tahun silam. 

Karena sering disebut-sebut dalam sejarah lah, saya pun jadi penasaran seperti apa sih kota itu saat ini? Rasanya bakalan asyik banget belajar sejarah di kota asli peristiwa terjadi. Apalagi mengunjunginya saat musim panas yang juga bertepatan dengan bulan Agustus. Bulan di mana peristiwa bom atom terjadi. Sehingga, ada kegiatan yang bakal dihelat oleh pemerintah setempat untuk memperingati peristiwa menyedihkan tersebut. 

Selain wisata sejarah, Kota Hiroshima juga cocok untuk saya yang ingin menikmati wisata budaya dan alam. Apalagi kota ini cenderung lebih tenang dari Tokyo. Bisa dibayangkan bagaimana menyenangkannya berlibur dan menikmati pemandangan, mempelajari sejarah, serta menikmati suasana kotanya yang tenang ini. Pasti balik-balik dari sana saya bakalan full of inpiration & spirit hehe.

Meskipun belum tahu kapan mau ke Hiroshima, tapi saya bocorin ya dua lokasi wisata dengan beberapa objek wisata yang akan saya kunjungi kalau saya ke sana. Barang kali ada yang baca dan minat mendanai saya ke sana. :D Dan, ini beberapa objek wisata tersebut:

Hiroshima City

Rasanya ada yang kurang kalau kita liburan ke suatu kota, tapi nggak mampir ke pusat kotanya. Seperti liburan ke Hiroshima, tapi nggak mengeksplor Hiroshima City. Pasti terasa kurang kan?

Oleh karena itu, saya juga memasukkan Hiroshima City sebagai tujuan utama wisata saya. Apalagi, alasan saya ingin berkunjung ke Hiroshima salah satunya karena peristiwa sejarah bom atom. Sudah pasti saya ingin banget ke beberapa objek wisata di pusat kota ini terutama yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Dan, berikut ini beberapa list objek wisata yang ingin saya kunjungi di Hiroshima, Jepang saat liburan musim panas.

The Hiroshima Peace Memorial Park

Pertama, The Hiroshima Peace Memorial Park. Taman yang dirancang oleh arsitek Jepang, Kenzo Tange, pascaperang dunia 2 ini terletak di pusat kota Hiroshima. Lokasinya diapit oleh dua sungai yang dulunya merupakan pusat ekonomi dan perumahan sibuk sebelum hancur karena bom atom . Meskipun berada di pusat kota, namun taman ini tetap tenang, luas, dan sejuk. Apalagi, lebih dari 300 pohon sakura di tanam di taman ini. Tepatnya, di sisi taman sepanjang sungai Motoyasu. Walaupun ingin berkunjung ke taman tersebut saat musim panas, tetapi saya yakin The Hiroshima Peace Memorial Park tetap menyuguhkan pemandangan yang tak kalah indah dengan saat musim semi di mana bunga sakura bermekaran. Di samping itu, saya juga bisa melakukan wisata hati di sini. Iya, dengan membayangkan bagaimana indah dan nyaman taman itu saat ini, tentu akan mengetuk hati nurani jika mengingat sejarahnya yang begitu tragis. Menurut situs resmi visithiroshima.net, suasana tersebut akan membuat kita mempertanyakan lagi, "perlu nggak sih teknologi atom pada masa depan?" Dan saya pun memiliki pertanyaan yang sama.
(http://visithiroshima.net/world_heritage/a-bomb_dome.html)
 
www.peace.maripo.com
Tidak sekadar taman, di The Hiroshima Peace Memorial Park ini juga terdapat beberapa objek wisata yang berkaitan dengan peristiwa bom atom seperti, The Hiroshima Peace Memorial Museum, Children's Peace Monument, dan Memorial Cenotaph.

The Hiroshima Peace Memorial Museum sudah dibuka sejak tahun 1955 silam. Dengan berkunjung ke museum ini kita bakalan disuguhi sejarah peristiwa bom atom, dampak dari peristiwa tersebut, dan juga kajian-kajian seputar perdamaian dunia. Seperti yang saya ungkapkan di awal, saya pengen banget ke museum ini karena pengen ngecek suatu peristiwa bersejarah langsung di kota di mana peristiwa itu terjadi. Maklum, waktu disekolah kan cuma lihat Kota Hiroshima di buku sejarah usang hehe. So, kenapa nggak liburan sekaligus belajar? :D
 
The Hiroshima Peace Memorial Museum (www.japan-guide.com)
Berdasarkan sumber-sumber yang saya baca, museum ini dilengkapi dengan banyak arsip foto, panel, dan juga video yang semuanya memperlihatkan Kota Hiroshima sebelum dan sesudah bom atom terjadi. Intinya sih, di museum ini kita bakalan tahu bagaimana dampak bom atom dan bagaimana masyarakat setempat serta pemerintah berusaha bangkit dari keterpurukan. Duh, saya jadi makin penasaran. Soalnya, lihat saja kota Hiroshima sekarang sudah bangkit sedemikian rupa. Padahal dulu luluh lantak rata dengan tanah. 

Masih satu kompleks dengan The Hiroshima Peace Memorial Park, saya juga ingin melihat bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu peristiwa bom atom tersebut. Bangunan ini dikenal dengan nama The Hiroshima Peace Memorial atau A-Bomb Dome. 
A-Bomb Dome (www.japan-guide.com)
 
A-Bomb Dome (www.planetware.com)
A-Bomb Dome berlokasi dekat dengan pusat ledakan. Oleh karena itu, semua orang yang sedang berada di gedung yang dulunya merupakan Hiroshima Prefectural Industrial Promotion Hall ini tewas saat bom terjadi. Meskipun tak seorangpun di dalam gedung tersebut selamat, namun gedung itu tak sepenuhnya hancur. Maka dari itu, bangunan ini diresmikan menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1996 silam. 

Lagi-lagi saya jadi tambah penasaran untuk melihat lebih dekat bangunan ini. Semua karena saat sekolah saya sering banget melihat gedung itu di buku-buku usang sejarah. Jadi, kalau punya kesempatan liburan ke Jepang saat musim panas nanti, saya bakalan melihat lebih dekat bangunan yang dirancang oleh arsitek asal Ceko ini. 

Setelah melihat langsung saksi bisu peristiwa bom atom di Hiroshim Peace Memorial, selanjutnya saya ingin berkunjung ke Children's Peace Museum. Bagi saya, lokasi ini juga wajib untuk dikunjungi soalnya ada sejarah Sadako di sini. Iya, Sadako yang terkenal karena disebut-sebut sebagai hantu Jepang itu. 
Children's Peace Monument (www.insing.com)

Padahal kisah sesungguhnya nggak seperti yang selama ini beredar di Indonesia lho. Sadako adalah sosok anak berusia 2 tahun saat bom atom terjadi di Hiroshima. Dia memang selamat dari peristiwa itu, namun Sadako terkena dampak bom atom tersebut beberapa tahun kemudian. Ia didiagnosa mengidap leukimia setelah beberapa bagian tubuhnya berwarna ungu pada tahun 1954. Leukimia memang penyakit yang merebak menjangkit anak-anak di Kota Hiroshima pada tahun 50-an. Penyakit ini merupakan dampak jangka menengah dari ledakan bom atom. 

Di tengah kondisinya yang sedang sakit, teman Sadako, Chizuko Hamamoto, menjenguk dan melipat kertas emas menjadi bentuk burung bangau. Menurut kepercayaan kuno Jepang, dengan melipat kertas menjadi burung bangau sebanyak seribu lipatan maka semua permohonan pada Tuhan akan terkabul. Dan, Sadako berusaha melakukan hal itu selama berada di rumah sakit. Oleh karena itu, Sadako dikenal sebagai gadis dengan ribuan kertas lipat. Namun, nasib berkata lain, sebelum mencapai seribu lipatan, Sadako sudah meninggal. 

Setelah meninggalnya Sadako, teman-temannya melakukan gerakan untuk menggalang dana guna membangun monumen untuk mengenang Sadako dan anak-anak lain yang menjadi korban bom atom. Mereka juga menyerukan perdamaian agar kejadian tragis tahun 45 tersebut tidak terulang lagi. 
Children's Peace Monument (www.wikinut.com)
Gerakan itu pun membuahkan hasil dengan berdirinya Children's Peace Monument. Sadako pun menjadi simbol monumen tersebut. Ia diwujudkan dalam bentuk patung gadis kecil yang sedang memegang burung bangau dari kertas lipat. Monumen itu berdiri di taman Hiroshima. Karena cerita tragisnya itulah saya pengen banget melihat langsung monumen ini. Di balik ceritanya yang sering dikait-kaitkan dengan hantu, ternyata hidup Sadako cukup menyedihkan. Sungguh membahas wisata di Kota Hiroshima ini rasanya saya jadi sedih. Tapi juga semakin penasaran. :(

Nah, selain 3 bangunan yang wajib dikunjungi di The Hiroshima Peace Memorial Park, ada satu lokasi lagi yang nggak boleh ketinggalan yaitu, Memorial Cenotaph. Monumen ini dibangun dengan bentuk atap yang seolah melindungi korban dari hujan. Sesuai namanya, monumen ini memuat harapan dan maksud untuk mengenang hal buruk pada masalalu agar tidak terulang lagi pada masa mendatang. Selain itu, monumen ini juga simbol peristirahatan dalam kedamaian. 
www.thesavvyexplorer.com
Puas mengunjungi setiap objek sejarah di The Hiroshima Peace Memorial Park, saya ingin berkunjung ke lokasi lain yang letaknya masih tetap di Hisroshima City. Ibaratnya, habis sedih melihat sejarah kelam kota ini, saya ingin melihat bagaimana pusat Kota Hiroshima saat ini dengan berkunjung ke Hondori Street. 

Hondori Street
Hondori street ini kalau di Jogja ya Malioboro lah ya atau Sannomiya Shopping Centre kalau di Prefektur Kobe. Jalan ini ada di pusat kota dan dekat dengan The Horishima Peace Memorial Park. Jalan Hondori ini merupakan kawasan khusus untuk pejalan kaki, sehingga kendaraan bermotor dilarang melaluinya. Meskipun hanya bisa diakses dengan jalan kaki, tapi tak sedikit pun mengurungkan niat saya ke sana.

Di sepanjang Hondori Street dipenuhi oleh toko-toko, pusat perbelanjaan, cafe, dan restoran. Mungkin ini semacam pusat ekonomi dari Kota Hiroshima. Walaupun belum pernah ke Hondori Street, tapi saya sudah kebayang bagaimana nyamannya jalan-jalan di pusat kota ini. Selain memanjakan mata dengan windows shopping, bagi saya jalan kaki adalah cara terbaik menikmati Jepang. Lelahnya, pegalnya, semua justru bikin saya ketagihan jalan kaki di Jepang. Saya sih rencananya pengen berburu oleh-oleh dan diskon di daerah ini. Soalnya, biasanya ada banyak pusat perbelanjaan dan toko tax free di lokasi wisata seperti Hondori Street. 
.
Hondori Street (www.japan-guide.com)
Hiroshima Castle

Masih di Hiroshima City, saya juga ingin berkunjung ke Hiroshima Castle. Saya percaya setiap castle atau kuil di Jepang itu punya keunikan tersendiri. Jadi, mengunjungi setiap kuil di setiap kota yang disinggahi adalah salah satu cara saya menikmati liburan yang sesungguhnya. 

Salah satu hal yang membuat saya tertarik menjadikan Hiroshima Castle sebagai tujuan wisata karena sejarah kastil ini. Hiroshima Castle dibangun pada tahun 1500-an, namun sempat hancur saat peristiwa bom atom. Kemudian beberapa tahun setelah kastil ini dibangun kembali. Ya, walaupun bangunannya bukan bangunan asli seperti saat dibangun, tetapi hal itu tetap nggak mengurangi ketertarikan saya untuk mengunjungi lokasi wisata yang satu ini. 
Hiroshima Castle (www.japanphototrip.com)
Dengan berkunjung ke kastil ini, kita akan melihat bagaimana keunikan kastil khas Hiroshima. Bagi saya yang suka menikmati pemandangan dari ketinggian, saya juga bisa melihat pemandangan sekitar kastil ini dari lantai 5. Waaah pasti menarik dan photoable! :D

Nggak puas mengeksplorasi Kota Hiroshima, saya masih ingin mengunjungi daerah lain di Prefektur Hiroshima seperti, Itsukushima atau yang juga dikenal sebagai Pulau Miyajima sebagai destinasi wisata berikutnya.

Itsukushima

Itsukushima atau dikenal juga sebagai Pulau Miyajima adalah pulau kecil yang terletak di barat daya Teluk Hiroshima, Jepang. Itsukushima berada di bawah administrasi kota Hatsukaichi di Prefektur Hiroshima (wikipedia).

Ada beberapa alasan yang membuat saya memasukkan pulau ini sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat ke Hiroshima. Beberapa alasan tersebut misalnya nilai sejarah, budaya, dan banyaknya objek wisata di pulau ini. Apalagi sejak zaman dahulu Itsukushima dipercaya sebagai pulau di mana Tuhan (bagi orang Jepang) tinggal. Masyarakat mempercayai kalau keseluruhan pulau ini merupakan tubuh Tuhan dan dikuduskan. Oleh karena itu, Kuil Itsukushima dibangun di pantai pulau ini. Bahkan Itsukushima juga dikenal sebagai pulau di mana manusia dan Tuhan tinggal berdampingan.

Kuil Itsukushima & The Great Torii Gate
 

www.japan-guide.com

visithiroshima.net

Kuil Itsukushima dikenal sebagai kuil terunik di dunia karena satu-satunya kuil yang berada di tengah laut dan memiliki gerbang besar di pantai. Meskipun Kuil Itsukushima berada di laut, tetapi bangunan kuil ini tetap kokoh dari korosi. Semua itu terjadi berkat vermillion lacquaer atau pernis khusus yang bermanfaat menjaga bangunan dari korosi. 

Sementara gerbang besar di pantai yang terkenal dengan sebutan The Great Torii Gate terletak tak jauh dari kuil Itsukushima. The Great Torii Gate melambangkan batas antara roh dan dunia manusia.  Nggak cuma unik karena berada di pantai, tapi The Great Torii Gate ini juga tetap bertahan pada tempatnya walaupun diterjang angin topan ataupun gempa. WOW. Semua itu karena bangunan The Great Torii Gate yang dibuat dengan berbagai pertimbangan dan disesuaikan dengan kontur serta kondisi alam Jepang. Sehingga, bangunan ini tetap berada pada tempatnya. 

Gambaran tentang Kuil Itsukushima dan The Great Torii Gate membuat saya semakin penasaran.  Apalagi kita akan disuguhi dengan pemandangan yang menakjubkan saat berkunjung ke sana pada pagi dan sore hari. Pada pagi hari, kita akan disuguhi oleh pemandangan megah kuil yang tampak anggun dan sakral. Sementara pada sore menjelang malam, kita akan disuguhi pemandangan menakjubkan dari kuil yang tampak menyala dengan dominasi warna merah dan lampu-lampunya. Sedangkan untuk The Great Torii Gate, kita bisa melihatnya seperti gerbang mengapung saat air laut tinggi. Lalu saat air surut, kita bisa jalan kaki ke sana untuk melihatnya lebih dekat. Fix, saya makin penasaran untuk kesana!

Pemandangan malam hari Kuil Itsukushima (visithiroshima.net)
Selain Kuil Itsukushima dan The Great Torii Gate, saya juga ingin mengunjungi beberapa objek wisata yang berupa tempat peribadatan di pulau ini. Beberapa objek yang saya maksud adalah candi dan kuil di sekitar Kuil Itsukushima. Semua objek wisata ini bisa saya akses dengan berjalan kaki sehingga saya bisa merasakan suasana Itsukushima dengan lebih personal dan benar-benar menikmatinya. 

Daiganji Temple, Pagoda, Senjyokaku, dan Daisho-in

Beberapa candi dan kuil yang ingin saya kunjungi tersebut adalah Daiganji Temple, Pagoda,  Senjyokaku, dan Daisho-in. Dari berbagai website wisata Miyajima yang saya baca, semua objek tersebut bisa dikunjungi dengan berjalan kaki karena letaknya yang berdekatan. Tapi, kalau nanti keturutan ke sana, itenerary bisa berubah sih tergantung dengan kondisi waktu dan tenaga. :)
 
Daisho-in Temple (www.japan-guide.com)

Sekalipun ada banyak candi dan kuil yang ada di Miyajima, tetapi setiap lokasi wisata tersebut punya keunikannya masing-masing. Itu sebabnya, saya ingin mengunjungi beberapa lokasi tersebut. 

Omote-Sando Street Miyajima
Setelah puas berwisata di objek wisata religi, saya juga tertarik untuk mengunjungi jalan utama di pulau ini. Apa lagi kalau bukan Omote-Sando. Jalan ini merupakan jalan utama penghubung antara Kuil Itsukushima dengan pelabuhan. Kanan kiri Omote-Sando juga dipenuhi oleh cafe dan restoran dengan nuansa kuno khas Miyajima. Karena saat ke Jepang pertama kali saya nggak nyobain cafe-cafe daerah seperti di Omote-Sando, jadi kalau nanti kesana saya ingin banget nyoba nongkrong cantik di sana! Lebih menyenangkannya lagi, di jalan ini kita bisa nemuin kuliner khas setempat. Saya sih pengen banget nyobain makanan laut olahan khas Miyajima. Plus di sini kita juga bisa menemukan penjual souvenir yang bisa jadi kenang-kenangan atau oleh-oleh kerabat. Sudah kebayang bagaimana asyiknya kan?


muza-chan.net
 
visit-miyajima-japan.com
Miyajima Water Fireworks Festival

Nggak sekadar mengunjungi tempat wisata, saya juga ingin menonton festival musiman yang digelar di pulau ini. Misalnya pada bulan Agustus atau bertepatan dengan musim panas, ada empat festival yang akan diselenggarakan do Miyajima. Dari empat festival yang diadakan pada bulan Agustus ini, salah satu yang ingin banget saya saksikan adalah Miyajima Water Fireworks Festival. Festival kembang api ini merupakan festival tahunan yang sangat populer di Hiroshima. Sesuai namanya, pertunjukkan utama festival ini adalah pesta kembang api yang dilakukan di tengah laut dengan mengambil background The Great Torii Gate dan Kuil Itsukushima. Saya jadi ngebayangin dateng ke festival ini 11 Agustus nanti dan menikmati indahnya malam di Miyajima. Pasti bakalan menakjubkan banget!

www.zekkeijapan.com
Oh please, take me there......

Wisata Kuliner

Liburan nggak lengkap tanpa wisata kuliner. Setuju kan?

Bagi saya, wisata kuliner itu hukumnya wajib saat liburan ke luar negeri seperti Jepang. Apalagi saya pecinta masakan Jepang. Sudah pasti nggak bakalan melewatkan momen liburan musim panas ini tanpa mencicipi makanan khas Hiroshima. Seenggaknya ada dua menu makanan yang harus banget saya coba saat berlibur ke Hiroshima, Jepang nanti. Dua menu tersebut adalah okonomiyaki dan tiram.

Okonomiyaki

Okonomiyaki tentu bukan makanan yang asing untuk kita. Tapi, menikmati okonomiyaki di negara asalnya pasti memberikan sensasi yang mungkin 10 atau 100 kali lipat membuatnya lebih nikmat. Okonomiyaki merupakan salah satu makanan khas ala Hiroshima. Biasanya, okonomiyaki dibuat dari tepung terigu yang diencerkan dengan air atau dashi, dicampur irisan kubis, yakisoba, dan diberi aneka topping seperti tiram, cumi, dan keju. 

Kalau dilihat dari segi komposisinya, okonomiyaki ini juga aman dikonsumsi sama saya yang muslim. Jadi, kalau nanti liburan ke Jepang, apalagi ke Hiroshima saya harus nyobain makanan khas yang satu ini. 

Okonomiyaki (flickr.com)
Nah, untuk menikmati okonomiyaki otentik dari Hiroshima, kita bisa dengan mudah menemukannya di restoran sepanjang jalan Hondori dan jalan Aioi. Atau untuk mencicipi okonomiyaki langsung dari pusatnya, kita bisa berkunjung ke desa okomiyaki yang terkenal dengan sebutan Okonomimura. Letak Okonomimura berada di bagian selatan dari ujung timur Hondori. Kalau kamu bingung di mana letak pastinya, ya sama deh dengan saya. Tapi yang jelas lokasinya nggak jauh dari pusat kota. 

Tiram

Jepang memang terkenal dengan hasil lautnya yang melimpah. Seperti Prefektur Hiroshima yang menjadi pemasok utama tiram di Jepang. Bisa dibilang Hiroshima merupakan kotanya tiram. Maka dari itu, saya penasaran seperti apa rasa tiram di kota ini. 

Tiram yang dipanen di Hiroshima bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah ataupun diolah. Kalau saya ditanya ingin mencoba tiram yang diolah seperti apa, maka saya ingin banget nyobain tiram mentahnya hehe. Selain itu, tiram juga bisa dimasak dengan cara digoreng ataupun dipanggang. 


tiram mentah (www.japantimes.co.jp)
Untuk menikmati tiram, kita bisa dengan mudah menemukannya di restoran atau pun penjaja street food di sekitaran Hiroshima dan Miyajima. Kalau di Miyajima kita bisa dengan mudah menemukannya di sepanjang jalan Omote-Sando. 


Bagaimana Akses ke Jepang?
Setelah tahu beberapa lokasi wisata dan kuliner yang harus dicoba di Hiroshima, pasti pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah bagaimana mengaksesnya? Sama, awalnya saya juga mikir bagaimana ya ke Hiroshima. Ribet kali ya? Kalau pakai agen pasti mahal ya?

Tapi, don't worry temen-temen. Sekarang nggak perlu takut ribet dan mahal karena liburan ke Jepang dengan bantuan agen travel. Seperti yang sudah saya singgung pada awal tulisan ini, kita bisa ke Jepang tanpa takut ribet dan takut nyasar dengan mengandalkan agen travel terpercaya H.I.S. Apalagi, sekarang H.I.S berkolaborasi dengan ANA (All Nippon Airways) atau HAnavi yang menyediakan tiket penerbangan domestik dan Hotel dengan harga yang MURAH MERIAH berangkat dari Tokyo atau dari Osaka. Tentu ini sangat membantu donk. Ya membantu kita merancang liburan, sekaligus membantu kita tetap berhemat. 

Untuk informasi lengkap tentang HAnavi ini, kamu bisa cari tahu melalui Facebook H.I.S Travel Indonesia di sini: https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

Nah, untuk kamu yang ingin dapetin liburan gratis ke Jepang juga bisa. Caranya?

Klik Link Di Bawah Ini!
 

Ikuti Present Campaign HIS Summer Trip Blogging Competition

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar