Hikmah Puasa #1: Mengurangi Minum Kopi

Salah satu kebiasaan saya memulai hari adalah dengan secangkir kopi. Pokoknya, sarapan atau nggak, kopi itu kewajiban. Bahkan bagi say...


Salah satu kebiasaan saya memulai hari adalah dengan secangkir kopi. Pokoknya, sarapan atau nggak, kopi itu kewajiban. Bahkan bagi saya minum secangkir kopi plus dua tiga keping biskuit sudah berarti sarapan. Dan, kalau pagi tanpa kopi saya bakalan kaya zombie atau larva soalnya diajak ngobrol susah nyambung, ada kerjaan pun nggak bisa ngerjain dengan otak jernih. Intinya sih, my life begins after coffee. Itu tepat banget. 

Makanya, saat memasuki bulan puasa tahun ini, cobaan terberatku adalah kopi. Nggak minum kopi rasanya beneran nggak hidup. Awal-awal puasa kemarin rasanya kaya orang linglung dan cepet capek banget. Pokoknya nggak prima untuk ngerjain tugas kantor yang semakin hari semakin banyak karena menuju lebaran. Untungnya, saya tetap kuat ya melawan godaan kopi itu dan justru ini jadi momen yang sebenarnya saya tunggu-tunggu. 

Hampir setiap hari sebelum puasa kemarin, saya selalu menghabiskan setidaknya secangkir kopi sehari. Seringnya sih dua cangkir, satu pada pagi hari dan satu lagi pada sore hari sekitar jam 3-4 an. Jujur, saya tahu kalau kebiasaan ini sebenarnya nggak baik banget. Apalagi kopi yang saya konsumsi seringnya kopi sachetan. Tapi, gimana ya untuk menahan hasrat minum kopi itu susah banget. Makanya, momen puasa kali ini adalah momen yang saya tunggu-tunggu untuk mengurangi ketergantunganmu pada minuman ini. 

Dan hasilnya, selama bulan puasa ini saya baru minum kopi 3 kalau nggak 4 kali. Sekitar 2 kali di antaranya, saya minum saat nggak puasa karena datang bulan. Dan sisanya saya minum malam hari setelah berbuka. Saya seperti nggak percaya bisa mengurangi minum kopi sedrastis ini. Bahkan setelah minum kopi yang terakhir, saya berencana nggak mau minum lagi kalau nggak pengen banget. Soalnya perut saya yang biasanya aman-aman aja minum bercangkir-cangkir kopi selama sehari, tiba-tiba jadi rewel. Asam lambung meningkat dan deg-degan. Makanya, saya pun berencana banget untuk tetap mengurangi minum kopi setelah Ramadan nanti. 

Kalau bagi saya pribadi, bisa mengurangi minum kopi itu udah jadi achievement sekaligus hikmah puasa. Hehe. Kalau untuk kamu, apa hikmah puasa tahun ini?

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wih toss dulu deh. Saya juga peminum kopi brewing yang digiling. Tapi sesuka sukanya ngopi saya mendisiplinkan diri hanya meminum secangkir kopi sehari. Biar lebih sehat aja. Selama bulan puasa saya berhenti ngopi juga. Soalnya kebiasaan setelah minum kopi harus minum air putih yang banyak. Kebayang dong kalau ngopi pas sahur. Ngantuk sih iyah, tapi lebih enak juga kualitas tidurnya. Selepas puasa ngopi lagi seperti biasa. Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah ini berarti beneran hikmah puasa ya hehe. Lumayan ngedetoks tubuh dari kopi yah. Aku malah ingin mendisiplinkan untuk ngurangin kopi terus karena aku kan pakainya sachetan yang nggak sesehat kopi brewing. But, thanks for sharing ;)

      Hapus

Flickr Images