Capturing A Moment To Remember By Kamera Ponsel

By Erny Kurniawati - 11.37.00

http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html


Belum basi kan kalau kali ini saya nulis tentang libur lebaran kemarin? Bagi saya, libur lebaran tahun ini jauh lebih berkesan daripada libur lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Soalnya, tahun ini suasana rumah lebih ramai dengan kedatangan adikku yang pertama. Dia sudah lima tahun tinggal bersama ayah kandungku di Lampung. Dan baru tahun ini dia kembali lagi untuk tinggal bersama ibu di rumah kami yang berada di Magelang. Suasana semakin ramai dengan kehadiran adik kecil kami yang tahun ini berusia 2 tahun 1 bulan. Bisa dibayangkan kan, gimana cerianya suasana rumah dengan adanya adik kecil yang sedang aktif-aktifnya ini. 


Ngomongin tentang adikku yang kedua, sebenarnya saya masih nggak percaya bisa sayang banget kepadanya. Gimana bisa percaya kalau saat awal tahu ibu hamil dia, saya sempat marah hingga nggak pulang ke rumah sekitar sebulan lebih. Saya diam, nggak pernah telepon, nggak pernah pulang ke rumah. Padahal biasanya saya pulang ke Magelang setiap seminggu sekali. Parahnya lagi, saya sempat nangis seharian dan pergi kemanapun kaki saya melangkah. Lebay? Memang iya. Saat itu saya pikir kehamilan ibu adalah petaka bagiku. Pertama, saya nggak pengen punya adik lagi diusia 20 tahun. Kedua, saat ibu hamil kondisi ekonomi keluarga sedang terpuruk. Itu artinya, adikku bakal jadi tanggungan hidupku. Padahal saya masih tertatih membiayai hidup sendiri. Ketiga, saya malu membayangkan tetangga tahu saya mau punya adik. Intinya, saat itu saya gelap mata dan menolak kehadirannya. 


Hal itulah yang membuatku memilih diam dan nggak pulang hingga sebulan lebih. Saya hanya ingin menata hati terlebih dulu sebelum bertemu ibu dan menyakiti hatinya. Dan dalam diam tersebut perlahan saya belajar menerima kehadiran adik kedua saya tersebut. Saya hanya berusaha menyadari kalau kehadirannya di rahim ibu kala itu adalah rezeki. Ada banyak pasangan di luar sana yang sudah lama mengharap buah hati, tapi tak kunjung diberi. Sementara ibuku yang saat itu sudah berusia 41 tahun dengan mudahnya hamil. Bahkan, ibu baru menyadari kehamilannya saat kandungan sudah berusia 5 bulan. Dan, selama 5 bulan sebelumnya, ibu sempat jatuh berulang kali, minum, makan serampangan, dan kandungan tersebut tetap kuat. Janin adikku terus tumbuh menguat dalam rahim ibuku. Memikirkan hal itu, hatiku akhirnya luluh.

Perlahan, saya berusaha menerimanya. Saya mencoba melihat kehamilan ibu dengan sudut pandang lain. Seandainya saya yang menjadi ibu. Saya hanya berandai-andai kala itu. Andai saja di masa depan saya hamil dan anakku nggak terima, bagaimana perasaanku? Atau, bagaimana bisa saya sedih ibu hamil sedangkan suatu hari nanti saya sendiri mengharap kehadiran bayi di rahimku? Membayangkan hal itu membuat saya semakin ikhlas hingga mampu menumbuhkan perasaan sayang kepada adik keduaku yang kuberi nama Faranisa. 

Kembali lagi ke libur lebaran kemarin, meskipun Fara lahir dari ayah yang berbeda denganku dan Johan adik pertamaku, tapi dia sangat lengket dengan kami. Setiap waktu dia selalu nempel. Bahkan kalau pagi, Fara lah yang membangunkan saya dan Johan. Setelah itu, dia pasti mengajak kami jalan-jalan di jalanan dekat rumah dengan pemandangan sawah di sisi kanan dan kirinya. Dia begitu ceria, selalu ingin tahu pada apapun yang dilihatnya, selalu meniru tingkah kami juga. Nggak hanya pagi, sore hari kami juga jalan-jalan lagi. Bedanya, kalau sore hari banyak burung terbang dan hinggap dari satu dahan ke dahan lain. Atau, burung-burung yang sibuk hinggap di dahan padi yang menguning untuk mengisi perut mereka. Dan Fara sangat senang melihatnya.




Bukan itu saja, semakin ke sini, Fara semakin centil dan sadar kamera. Dia dengan mudah mau disuruh pose. Dia juga selalu excited saat kami ajakin selfie bareng. Saya pun nggak mau melewatkan momen-momen libur lebaran yang membahagiakan ini begitu saja. Bagi saya, momen libur lebaran kemarin adalah momen yang harus dikenang. Makanya, kemana pun saya melangkah bersama mereka, saya selalu membawa Asus Zenfone. Kebetulan banget kamera hp ini bagus karena didukung dengan resolusi kamera belakang 8 MP dan kamera depan 5 MP. Alasanku lebih memilih kamera HP pun karena gerak Fara yang sedang lincah-lincahnya. Bisa repot kan kalau saya mesti pakai kamera DSLR yang gede gitu. Bisa-bisa adik saya udah ilang di tengah sawah saya baru sadar. Hehe. Dan dengan kamera HP inilah saya bisa mengabadikan momen istimewa itu untuk selalu dikenanga pada kemudian waktu.


Tulisan ini sengaja saya buat untuk ikutan Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com. Semua foto dalam postingan ini saya ambil dengan kamera depan dan belakang dari HP Asus Zenfone. Kamera HP Asus ini memudahkan banget untuk mengabadikan berbagai momen. Selain praktis, kualitasnya pun oke. Kalau kamu ingin tahu giveaway ini, yuk cek langsung ke blognya mbak Uniek. Oh iya, deadline giveaway ini tanggal 15 Juli 2016 nanti ya! :)

  • Share:

You Might Also Like

10 komentar

  1. hasil fotonya jernih dan bagus ya... suka liatnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, cakep emang untuk foto apalagi kamera belakangnya :D

      Hapus
  2. wah gt ya ceritanya, from zero to hero nya kamu ya mbak haha
    bagus mbak tulisannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini mah masi zero to one kali haha. anyway thanks for stopping here ;)

      Hapus
  3. Kalo udah punya anak, kayaknya nanti saya juga sering banget mengabadikan setiap perkembangan dan pergerakan anak deh, hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pasti! Ini sama adek aja saya gemes pengen motretin ngevideoin mulu :D

      Hapus
  4. Emang ga diragukan kualitas hajil jepretan potonya ya mbakk hhee
    btw, anak kecil sekarang ini lebih sadar kamera loh mbak, hheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget haha. apalagi kalau sering diajak foto. Kaya adeku ini awalnya malu-malu lama-lama bilang, mbak poto poto langsung pasang badan dan senyum :D lucu yah haha

      Hapus
  5. Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mbak Uniek, thanks udah mampir :D
      Amin hehe

      Hapus