Things That Make Us Sad When We Should Leave Hometown

Finally, libur lebaran sudah sampai pada penghujung. Memang ya, yang namanya liburan itu nggak kerasa. Apalagi untuk pekerja yang libu...


Finally, libur lebaran sudah sampai pada penghujung. Memang ya, yang namanya liburan itu nggak kerasa. Apalagi untuk pekerja yang libur panjangnya hanya saat lebaran seperti ini. Tapi, siap atau tidak besok memang harus siap untuk memulai aktivitas lagi. 

Bagi yang menghabiskan libur lebaran dengan mudik, pasti ada rasa campuraduk saat mau meninggalkan rumah dan kembali ke kota perantauan. Entah jauh atau dekat, tapi balik ke kota perantauan memang kadang terasa berat. Dan, saya yakin bukan saya sendiri yang merasakan hal ini. Bagi kamu yang sekarang sedang packing, dalam perjalanan balik ke kota perantauan, atau bahkan sudah sampai di kota perantauan pasti ada yang merasakan hal seperti saya. 

Setelah saya pikir-pikir, ternyata ada bebera hal yang membuat saya merasa sedih untuk balik lagi ke kota perantauan. Apa saja hal tersebut? Yuk, cek bareng-bareng ;)


Feeling Homey

Pulang ke rumah adalah momen dimana kita merasakan suasana yang lebih homey. Apalagi bagi yang masih single seperti saya, pulang ke rumah biasanya disambut dengan suasana yang lebih ramai. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini adik pertama saya juga merayakan lebaran di rumah ibu. Otomatis keluarga di rumah lengkap dan jadi lebih ramai. Waktu libur lebaran ini justru banyak saya habiskan untuk guling-guling di depan TV bareng kedua adik saya. Rasanya lebih hidup daripada di kota perantauan yang ramainya lebih sering saat hang out keluar. And do you feel like me?


Enjoyable Moment


Bukan, bukan berarti di kota perantauan kita nggak bisa menikmati momen. Tapi, saat libur lebaran seperti ini saya rasanya lebih fokus untuk mensyukuri setiap momen. Maklum lah ya, kalau di kota perantauan waktu selalu cepat berlalu dan fokus hidup rasanya adalah kejar target. Entah target menyelesaikan pekerjaan atau menyelesaikan kuliah. Hehe. Sementara kalu di rumah, rasanya lebih fokus untuk saling berinteraksi sama anggota keluarga lain. Jadinya, lebih menikmati momen-momen kebersamaan yang sulit didapatkan pada hari-hari biasa. 



Suasana yang Berbeda


Kebetulan, saya mudik ke Magelang, yang walaupun dekat dari tempat saya menetap sehari-hari di Jogja tapi suasananya jauh berbeda. Di rumah saya merasa lebih hidup karena setiap bangun pagi rasanya lebih bersyukur aja dikelilingi oleh orang-orang tersayang. Ditambah lagi suasana yang berbeda. Di rumah, setiap pagi dan sore saya bisa jalan-jalan bareng kedua adik saya. Kami menapaki jalan aspal kecil di kampung dengan kanan kiri padi yang menguning. Ah, rasanya lebih "hidup" hidup saya. 


Kebiasaan yang Hanya Ada Di Rumah


Saya yakin, setiap keluarga pasti punya kebiasaan-kebiasaan yang khas. Kalau dalam keluarga saya, kebiasaan yang ada sejak saya kecil adalah mengawali hari dengan minum secangkir teh bersamaan sambil ngemil gorengan. Yah, emang bukan kebiasaan yang sehat sih tapi kebiasaan ini selalu saya rindukan! Soalnya, kalau di kost kan sendirian, ngeteh dan ngemil sendirian itu nggak nikmat. Lebih nikmat saat bareng-bareng seperti di rumah. Apalagi sambil ngeteh dan ngemil gorengan kita juga saling berbagi cerita atau agenda seharian nanti. Plus, apa saja bisa dibahas. Rasanya jadi makin deket dengan satu sama lain. Kalau di keluargamu, apa kebiasaan khasnya? 


Heart to Heart with Mommy

Walaupun ada teknologi telepon, tapi ngobrol dengan ibu secara langsung itu lebih greget. Setuju nggak sih? Apalagi ibu saya tipikal ibu yang jarang mau nelpon anaknya dan suka malas kalau dengerin saya celoteh lewat telpon. Alhasil, pulang ke rumah adalah momen terbaik untuk ngobrol dari hati ke hati dengan ibu. Mulai dari ngobrolin cita-cita, target hidup, pandangan apapun, hingga soal jodoh. Semua bisa diobrolin dari hati ke hati bersama ibu di rumah. Ah, jadi pengen liburan lagi nih :')



Beberapa hal itulah yang membuat saya sedih saat mau balik ke Jogja kemarin. Walaupun bisa ditempuh dalam 1 jam perjalanan, tapi pulang dalam kondisi penuh pekerjaan atau stres sering saya hindari. So, libur panjang lebaran seperti kemarin adalah momen tepat untuk saya pulang dan mendekatkan diri dengan keluarga di rumah. Anyway, apakah kamu juga merasakan beberapa hal yang kusebutkan tersebut bikin berat saat akan balik ke perantauan? Let me know dengan komentar di bawah ini ;)


You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images