Mengelola Keuangan untuk First Jobber

Sejak resmi bekerja kantoran, banyak orang di sekitar saya yang komentar tentang enaknya posisi saya. Kata mereka, "enak ya, masi...


Sejak resmi bekerja kantoran, banyak orang di sekitar saya yang komentar tentang enaknya posisi saya. Kata mereka, "enak ya, masih kuliah udah kerja." Tapi apa benar begitu? Kalau menurut saya pribadi ada enak ada enggaknya. Tapi yang jelas saya jadi belajar mengelola keuangan. At least saya udah ngerasain gimana pusingnya mesti bayar tagihan ini itu (re: bayar kost, kuliah, makan, dll) hingga nyisihin uang. Maka dari itu, kali ini saya pengen sharing santai aja sama temen-temen berbagi pengalaman bagaimana saya mengelola keuangan sebagai first jobber

O iya, mungkin ada beberapa di antara temen-temen yang asing dengan istilah first jobber. Nah, kurang lebih definisi first jobber itu seperti berikut ini:



Jadi, first jobber atau pekerja tahap awal itu bukan berarti seorang fresh graduate yang baru mengenal dunia kerja. First jobber menurut konsultan karir Alexander Sriewijono merupakan seorang yang baru bekerja dan berada pada posisi belajar untuk menambah kemampuan serta kredibilitasnya dalam dunia kerja. Kalau mengacu pada definisinya sih, biasanya first jobber ini mereka yang berusia sekitar 20 tahun hingga 25 tahunan. Dan, saya salah satunya!

Bagi temen-temen yang pernah melalui masa sebagai first jobber pasti tahu ya bagaimana suka duka mengelola uang. Apalagi first jobber biasanya baru aja independen secara finansial (re: nggak minta duit orang tua lagi) dan nominal gaji kebanyakan belum jauh-jauh dari UMR. Jadi, hal yang lumrah kalau mengelola keuangan untuk first jobber itu susah-susah gampang. Apalagi ditambah perasaan hepi dan pengen hedon karena udah pegang uang sendiri. Duh, saya juga ngalamin hal itu dan sering disperate! Haha.

Biarpun saya sering disperate mengelola keuangan, tapi kalau ingat-ingat jaman awal saya dapet gaji sama sekarang udah beda cara menyikapinya. Berdasarkan pengalaman saya mengelola keuangan sendiri sebagai first jobber (eh masih first jobber kan saya?) selama hampir 2 tahun, saya belajar banyak hal sampai pada titik membuat skala prioritas adalah solusi terjitu. Dan pasti teman-teman udah tahu ya kalau skala prioritas itu inti dari mengelola keuangan, tapi menerapkannya memang sulit sekali. 

Walaupun sulit, saya biasanya menerapkan skala prioritas ini demi kehidupan yang lebih aman dan terkendali. Aman karena udah pasti bisa segala kebutuhan primer tercukupi hingga akhir bulan dan terkendali karena saya jadi selektif untuk membeli sesuatu yang memang jadi kebutuhan. Nah, kalau kamu first jobber seperti saya, berikut ini saya bocorin cara saya mengelola keuangan dengan menerapkan skala prioritas. 

1. Ketahui Kebutuhan Primermu!

Poin pertama udah pasti ketahui dulu apa kebutuhan primermu. Kalau saya, sehabisa gajian langsung memplot sejumlah uang sesuai kebutuhan. Biasanya, 3 plot keuangan pertama harus saya gunakan segera demi menghindari uang terpakai untuk hal-hal lain yang bukan primer. Beberapa plot keuangan tersebut misalnya, saya plot uang untuk bayar kost-an. Kemudian saya belanja kebutuhan bulanan yang tidak basi dalam waktu dekat seperti shampo, sabun, sardine, mie instan, pembalut, dan lain sebagainya. Lalu saya juga membeli paket data dan pulsa setiap habis gajian. Khusus untuk beli pulsa ini penting banget saya lakukan pada awal bulan. Soalnya untuk saya pulsa itu kebutuhan primer yang mendukung kerja. Karena seringkali lupa atau malas mampir counter, beli pulsa ini bisa saya lakukan melalui online dengan memanfaatkan Kudo. Di sini saya bisa milih pulsa dari semua operator mulai harga paling murah hingga paling mahal. Selain mudah karena belinya via online, beli pulsa di sini juga jauh lebih murah dan yang terpenting nggak perlu ribet. Saya jadi bisa saving walau sedikit. 

Jadi learning dari hal ini untuk saya sih gunakan segera uang gajian untuk mencukupi semua kebutuhan dan hal-hal yang mungkin remeh seperti beli pulsa jangan sampai kelewatan. Saya nggak bisa bayangin kalau nggak nyembeli beli pulsa di awal habis gajian pasti akhir bulan saya uring-uringan karena kehabisan uang dan pulsa. 

Kemudian learning kedua, manfaatkan promo atau penawaran dari online market seperti saya beli pulsa di Kudo. Selain murah, praktis, saya nggak butuh ongkos kirim! Hemat kan? 

2. Uang Makan dan Jajan

Kenapa uang makan dan jajan saya jadikan satu? Sebagai seorang yang belum menikah, waktu nggak sempat masak pasti saya makan di luar yang otomatis itu termasuk kategori jajan. Cara agar uang makan dan jajan ini nggak membengkak, saya selalu terapin batas maksimal penggunaan uang makan dan jajan harian. Kalau lebih yang saya gunakan, itu artinya memangkas jatah makan dan jajan hari berikutnya. Kejam? Iya memang, karena kalau hura-hura ngeluarin uang terus tanpa perhitungan nanti bahaya. Bisa bikin kaget pas mulai berumah tangga *poin terakhir hasil cerita dari teman ya!* 

3. Uang Hiburan

Uang hiburan ini menurutku penting banget, hitung-hitung sebagai dana apresiasi kita udah kerja keras selama sebulan penuh. Sesuai dengan namanya, uang hiburan ini semestinya habis untuk hiburan entah itu nonton, jalan-jalan, ditabung untuk jalan-jalan, atau kalau saya sebagai dana penunjang hobi di bidang dandan. Nah, besaran uang hiburan ini kalau saya sih sekitar 15% dari gaji. Sengaja nggak banyak biar sisanya bisa saya tabung. 

4. Dana Darurat

Kebayang nggak kalau tiba-tiba sakit dan harus periksa? Atau mungkin tiba-tiba orang tua mau minjem uang? Kalau saya sih kebayang banget. Tapi dulu saat awal-awal saya kerja, saya nggak sempat tuh mikirin dana darurat. Tahu-tahu hape rusak saya kelabakan. Kalau sekarang, walau sedikit tetap harus spending dana darurat. Kalau tidak terpakai, dana ini bisa tetap ditabung jadi dana darurat atau ditabung dengan dana khusus tabungan. 

5. Uang Tabungan

Saya harus say thanks nih kepada bank-bank yang mengadakan program tabungan autodebit habis gajian. Soalnya hal itu membantu banget. Apalagi untuk generasi kekinian macam saya yang kalau mau beli ini itu tinggal debit atau transfer. Udah hampir setengah tahun saya memanfaatkan layanan tabungan autodebit dengan rekening khusus dari bank. Saya sih baru bisa nabung dikit sekali setiap bulannya, tapi nggak masalah paling nggak udah latihan nabung. Dan yang terpenting, tabungan ini nggak bisa diapa-apain sebelum jatuh tempo. Karena ini kali pertama, saya pun kemarin mencoba tabungan dengan jatuh tempo setahun. 

Sebagai first jobber, itulah 5 cara saya mengelola keuangan sendiri. Kenapa cuma 5 cara dan sederhana banget? Karena sungguh, meskipun tampak sederhana mengamalkan kelima cara itu bukan hal yang mudah. Apalagi untuk first jobber yang gajinya pas-pasan. Saya juga sengaja nggak menyantumkan biaya makan mesti sekian persen dari gaji, biaya kost harus segini persen, dan sebagainya. Soalnya selama saya jadi first jobber saya belajar untuk menerima realita kalau awal-awal berkarir tuh mengelola uang dengan cara kebutuhan A sekian persen, kebutuhan B sekian persen, dan seterusnya adalah hal yang sedikit mengawang. Katanya, "lha wong gaji cuma segini dan kost-an paling murah sekian ribu," yang akhirnya teori persen-persenan itu kurang relevan. 

Nah, kalau kamu punya pendapat atau pengalaman mengelola keuangan untuk first jobber, yuk sharing atau kasih masukan untukku di kolom komentar! ;)

You Might Also Like

5 komentar

  1. Hi,suka sama artikel ini.
    Setuju banget soal pulsa itu sekarang klo abiz paket data dan ga ada pulsa untuk telpon bisa panik. Hehehe ^^
    Dulu kalau lg bikin dftr untuk kebutuhan pake persen2, tapi pada kenyataan, kurang pas dan uang gaji dibagi berdasarkan daftar prioritas :)
    Thx for sharing :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih hehehe. Sama aku pun pulsa habis dan boros banget di paket data (cry). Aku dulu juga bikin persenan, cuma untuk first jobber kaya aku belum pas sepertinya. pernah nerapi tapi acakadut semua. paling tokcer masih skala prioritas hehe :D

      Hapus
  2. assalamualaikum kak...walaupun aku belum bekerja...tp aku dah mulai usaha online kecil2an...dan postingan ini bermanfaat banget buat aku kedepannya thanks ya kak...btw aku masuk first jobber ga yah kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Termasuk doonk hhehehe. Alhamdulillah kalau bermanfaat. Hehe masih belajar ngatur uang terus nih.

      Hapus
    2. Termasuk doonk hhehehe. Alhamdulillah kalau bermanfaat. Hehe masih belajar ngatur uang terus nih.

      Hapus

Flickr Images