Masker Kefir, Yay or Nay?

By Erny Kurniawati - 17.39.00



Kalau temen-temen rajin scrolling timeline atau menu explore Instagram dan ngikutin beberapa beauty selebgram or seleb blog, pasti nggak asing sama istilah masker kefir. Walaupun nggak asing, tapi nggak semua orang tahu lho apa itu masker kefir. Nah, biar nggak rancu, kali ini saya mulai dengan penjelasan apa itu masker kefir ya!

Sekarang sudah tahu kan apa yang dimaksud dengan masker kefir? Nah, masker homemade ini dipercaya punya khasiat yang banyak untuk kesehatan kulit. Bahkan, kefir sudah digunakan oleh masyarakat Pegunungan Kaukasus Utara, Rusia sejak sekitar 1400 tahun yang lalu! Dan belakangan ini, kefir sedang hits dikembangkan sebagai produk kecantikan. Dari beberapa artikel yang saya baca, masker kefir punya banyak manfaat untuk kulit seperti, membantu mengeluarkan racun kimia pada kulit, mengangkat sel kulit mati, menjaga kulit bersih dari kotoran penyebab jerawat, mencerahkan kulit, membantu mengatasi noda bekas jerawat, dan bisa membantu kita menghentikan ketergantungan pada krim dokter.

Tapi, perlu diingat juga ya kalau manfaat atau khasiat masker kefir itu bisa beda-beda pada setiap orang. Ada yang cocok banget sampai hasilnya benar-benar bagus, ada yang biasa-biasa saja, sampai ada yang benar-benar nggak cocok.

Saya sendiri sebenarnya sudah mencoba menggunakan masker kefir homemade dari kolostrum sapi dan susu kambing beberapa bulan yang lalu. Tepatnya saat bulan puasa. Setelah tergoda baca review orang tentang manfaat masker kefir, saya pun penasaran pengen membuktikan dan akhirnya memutuskan untuk coba beli paket kefir susu kolostrum sapi, kefir susu kambing, dan toner kefir di @farah_story. Oiya, kenapa saya memilih beli kefir di @farah_story, nggak lain karena sellernya deket sama tempat tinggal saya dan produknya udah direview sama beberapa blogger kenalan saya. Jadi, percaya gitu kalau dia nggak jual masker kefir abal-abal.

Sekarang kita masuk ke pembahasan produknya ya! Jadi, masker kefir yang saya beli kemarin itu merupakan masker kefir homemade. Sebelum beli saya udah riset dulu tentang manfaat, efek samping, dan bahan-bahan masker kefir itu sendiri. Setelah riset, barulah saya memantapkan hati untuk beli. Nah, sebelum deal beli paket masker kefir seperti yang saya sebutkan di atas, saya chit chat dulu sama ownernya yang ramah banget (asli, mbak Farah emang ramah dan post ini bukan sponsored post ya!). Saya tanya-tanya apa perbedaan masker kefir kolostrum dengan masker kefir susu kambing biasa. Saya juga tanya lagi manfaatnya hingga akhirnya saya deal membelinya.

Masker Kefir Kolostrum
Masker Kefir Susu Kambing
Antara masker kefir kolostrum dan masker kefir susu kambing biasa punya khasiat yang sedikit berbeda. Menurut ownernya, masker kefir kolostrum lebih berkualitas dari segi bahannya karena terbuat dari susu sapi yang pertama kali keluar setelah melahirkan sehingga, kaya akan kolostrum. Makanya, masker kefir kolostrum punya klaim khasiat yang lebih oke ketimbang masker susu kambing biasa. Dan sebelum saya beli masker kefir tersebut, owner juga bilang ke saya kalau masker kefir kolostrum paling pas untuk mereka yang punya masalah jerawat parah di kulit. Kalau masalah jerawatnya masih level jerawatan pas PMS atau jerawat stres satu dua lalu hilang, masker kefir susu kambing sudah cukup baik untuk dipilih.
 

Berhubung kondisi kulit saya saat itu sedang jerawatan yang dibilang parah, ya biasa aja. Tapi dibilang nggak parah, eh banyak juga. Jadinya, owner nyaranin saya buat coba masker kefir kolostrum, masker kefir susu kambing, dan toner kefir. Kenapa milih dua jenis masker kefir berbeda? Nggak lain buat nyoba mana yang paling cocok sama kulit saya. Ketiga produk itu saya pakai kurang lebih selama 20 hari. Kadang dipakai setiap hari, kadang dua hari sekali.

Dan, gimana pengalamanku setelah pakai masker kefir tersebut?

Sejak awal pemakaian saya sebenernya was-was dengan efek purging yang konon umum dirasakan saat pemakaian awal masker kefir. Masker kefir yang pertama kugunakan adalah masker kefir kolostrum. Alasannya, masker kefir kolostrum mengklaim bisa mengatasi jerawat lebih baik daripada masker kefir susu kambing biasa. Jadi, harapannya, satu pot masker kefir kolostrum untuk sekitar 7 hari ini bakalan ngasih efek jerawat berkurang. Sehingga, tahap selanjutnya jerawat lebih sedikit dan bisa diatasi dengan masker kefir susu kambing. 

Untungnya, sekitar 3 kali pertama pakai masker tersebut efek samping purging atau gatal parah karena masker kefir nggak begitu saya rasakan. Cekit-cekit iya, tapi nggak heboh sampai gatal. Tapi sayangnya, jerawat saya juga nggak berkurang. Tetap hilang satu dan tumbuh lagi.

Saya pun dengan telaten nerusin pemakaian masker tersebut sampai habis satu pot. Biasanya saya pakai sebelum tidur dan setelah membersihkan wajah serta nyemprotin toner kefir. Selama pakai masker kefir kolostrum, efek yang terasa banget adalah kulit jadi lebih lembab, kenyal, dan jerawat sedikit berkurang. Walaupun saya sedikit kecewa karena jerawatku nggak berkurang drastis.

Saya pun masih semangat melanjutkan pemakaian masker kefir selanjutnya. Kali ini, saya pakai masker kefir susu kambing. Dari segi tekstur dan aroma, masker kefir dari susu kambing sedikit berbeda dengan masker kefir kolostrum. Kalau masker kefir kolostrum beraroma seperti susu sapi, masker kefir susu kambing aromanya seperti tape (anyway tahu tape kan?) dengan aroma yang lebih menyengat. Teksturnya juga berbeda karena masker kefir kolostrum cenderung lebih mudah diaplikasikan secara merata di wajah ketimbang masker kefir susu kambing yang teksturnya hampir seperti scrub. Nggak ada bulir-bulir scrubnya sih, cuma sedikit kasar nggak se-creamy masker kefir kolostrum.
Satu pot masker kefir susu kambing berhasil saya habiskan. Selama maskeran pake kefir jenis ini, kulit saya lebih mudah gatal. Saya juga merasa ada efek purging walau nggak parah. Efek purging ini nggak yang heboh jerawatan semuka gitu, tapi cuma merah-merah dan jumlah jerawat tetap sama. Hanya saja mudah datang dan pergi jerawatnya. Saya tetap lanjutkan hingga pot ketiga atau kedua untuk masker kefir susu kambing. Purging saya pun kembali berkurang, namun kulit wajah tetap jerawatan seperti saat saya ngabisin satu pot masker kefir kolostrum. Hingga akhir pemakaian masker kefir ini, saya kurang merasakan khasiat mencerahkan, memudarkan noda, dan mengatasi jerawatnya. Sayang banget yah! Tapi, hal ini wajar karena yang namanya skincare memang nggak semua kulit memberi respon yang sama. Buktinya, beberapa orang yang nyobain produk serupa dari seller yang sama merasakan khasiat yang berbeda dari saya. Kulit mereka beneran lebih bersihan. 

So, kesimpulannya, masker kefir ini tetep yay untuk dicoba. Soalnya setiap kulit bakalan ngasih respon berbeda. Bisa jadi cocok banget seperti temen-temen beauty enthusiast saya yang kulitnya jadi kinclong habis pakai masker kefir. Tapi, harus siap juga untuk dapet hasil biasa saja seperti yang saya rasakan. Yang terpenting sih, purging yang kualami tidak berkepanjangan dan noda jerawat nggak makin menumpuk. Oh ya, noda-noda jerawatku bekas purging ini cepet memudar kok. Terus gimana kondisi kulit saya setelah selesai menggunakan rangkaian masker itu? Jawabannya, kondisi kulitku seperti sebelum pakai masker kefir!

Kalau kamu pernah nyobain masker ini juga? Yuk, share ceritamu di kolom komentar!


  • Share:

You Might Also Like

19 komentar

  1. Wah aku baru tau ada juga masker kefir yang dibuat dari colostrum.

    www.reistilldoll.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah aku juga baru tau. Efeknya emang lbh oke sih. Meskipun di kulitku kurang nampol hehe.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Masker kefir juga bagus kalau mau mutus rantai krim dokter er. Aku pengen banget coba tapi risetku blom mendalam, smoga postingan ini mencerahkan aku hihi

    www.extraodiary.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Inez, tapi emang cocok-cocokan juga ya.. Aku pribadi ternyata kurang merasakan hasilnya. Mungkin karena skincare yang kupakai aman atau dosisnya ngga tinggi kaya krim dokter pada umumnya :)

      Hapus
  4. Saya sendiri awal kenal kefir karena habis melahirkan muka rusak parah. Kusam, jerawatan dan muncul bercak putih baca beberapa artikel katanya itu karena hormonal setelah melahirkan. Tapi karena saya masih menyusui bingung mau cari perawatan yg gimana akhirnya nyobain kefir produksi teman dan Alkhamdulillah cocok saya pakai rutin 3 bulanan jerawat mulai ilang dan bekasnya juga ikut ilang. Dasarnya saya emak2 suka jualan dari pemakai sekarang malah jualan hihihi. Lumayanlah buat nambahin beli diapers anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah malah jualan kefir ya sekarang? Iya temenku ada yang kulitnya jadi oke banget sejak pakai kefir :)

      Hapus
  5. Sekarang susah cari yang colostrum 😢😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya ya Mbak? aku dulu beli ini di olshop dari Jogja namanya Farah Story

      Hapus
  6. Mau sharing dikit mb...
    Aku baru seminggu sih makenya...
    Tapi muka ku malah tumbuh bintik2 merah.. Nggak gatel sih.. Cuma risih aja...kata ownernya terusin aja makenya...
    Yaaah aku yang biasa cuma pake bedak baby..nyoba2 masker kefir..harap3 muka bisa kinclong..
    Eeeh malah berbintik2 kecil gini...
    Jadi bingung mau di terusin makenya ato distop yaa...
    Hehhehe

    BalasHapus
  7. halo mbak erny. aku pake krim dokter L*C mbak. kemudian aku tergiur pake kefir. padahal kalau kefir gunannya untuk melepas rangkaian penggunaan krim dokter. hari 1-4 aku pakai kefir secara ber turut2 di barengi menggunakan krim malam, kemudian aku erhatikan hasilnya terlihat lebih bagus. gak tau karna pemakaian kefir atau dari krimnya. atau malah gabungan dari keduannya. kukitku jadi lebih cerah, lembab kaya kulit sehat gitu. di hari ke 5 aku pakai. mukaku perih seperti terbakar. setelah penggunaan masker mukaku merah2 (kaya pakai blushon) aku putuskan untuk tidak menggunakan krim dokter malam itu. paginya mukaku kasar seperti ada bekas luka karna wajah kemerahan semalam.kemudian 2 hari berikutnya aku tidak menggunakan masker kefir dan krim dokter karna takutnya terjadi lebih parah. apakah yang sedang di alami kulitku. apakah karna tidak cocok menggunakan 2 produk tersebut untuk bersamaan?

    BalasHapus
  8. halo mbak erny. aku pake krim dokter L*C mbak. kemudian aku tergiur pake kefir. padahal kalau kefir gunannya untuk melepas rangkaian penggunaan krim dokter. hari 1-4 aku pakai kefir secara ber turut2 di barengi menggunakan krim malam, kemudian aku erhatikan hasilnya terlihat lebih bagus. gak tau karna pemakaian kefir atau dari krimnya. atau malah gabungan dari keduannya. kukitku jadi lebih cerah, lembab kaya kulit sehat gitu. di hari ke 5 aku pakai. mukaku perih seperti terbakar. setelah penggunaan masker mukaku merah2 (kaya pakai blushon) aku putuskan untuk tidak menggunakan krim dokter malam itu. paginya mukaku kasar seperti ada bekas luka karna wajah kemerahan semalam.kemudian 2 hari berikutnya aku tidak menggunakan masker kefir dan krim dokter karna takutnya terjadi lebih parah. apakah yang sedang di alami kulitku. apakah karna tidak cocok menggunakan 2 produk tersebut untuk bersamaan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau fungsinya kefir untuk melepaskan krim dokter ya sebaiknya jangan pakai krim LBC mbak saat pakai kefir. :) kan fungsinya melepaskan ketergantungan pada krim dokter :) setahu saya begitu

      Hapus
  9. Dulu saya memakai cream dokter mba, sekitar 2 tahun pakai kulit jadi jerawaatan parah, padahal awal2 pakai tidak ada masalah. Akhirnya aku berhenti sekitar 1 bulan tanpa cream apapun. Dan setelah membaca revew di blog, di instagram, saya tertarik menggunakan masker kefir yang susu kambing, juga dengan tonernya. Alhamdulillah pemakaian 1 minggu secara rutin sehari sekali sebelum tidur, membuat wajahku kenyal, halus, glowing, bersih, dan bekas jerawat mulai hilang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah cocok berarti ya? Mbak pakai merk apa? Share donk. Soalnya saya dulu pakai biasa aja :) Thanks for sharing yah

      Hapus
  10. Dulu ak pernah pake masker kefirnya medina, nampol mbak, ak g ngrasain purging sih cm kulit brasa kenyal sehat jerawat kering, tp krn harganya lumayan wow buat ak, (scr ak emak2 hrs bagi2 anggaran buat anak) skrg mlh pake pnya mbak farah dr farahstory, efek sih g secepet punya medina,tp yg dr mbak farah ne lumayan bikin bersih kenceng jerawat kering juga,ak pake masker kolostrum, sabun,cream pagi malam, alkhamdulillah lumayan cocok,harga jg lumayan bersahabat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, masker kefir yang saya pakai ini juga dari farah story. setuju banget hehe soal harga.

      Hapus
  11. Ibuku suka bikin kefir mbak, jadi aku suka dulit-dulit ambil buat maskeran XD kesimpulannya sih sama aja kaya skincare pada umumnya, kalau rutin pakai ya kulit kinclong + kenyal, kalau males bolong-bolong jadi kusem lagi hehe. kalo pas muka kotor / udah lama ga pake aku pun suka keluar bruntusan kecil-kecil padahal ga berminyak mukaku, tapi abis itu terus ilang sih :D tapi memang jenis susu mempengaruhi hasil kefir, lama bikinnya juga, itu mungkin yang jadi penyebab kefir satu dg yg lain beda beda hasilnya :))

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus