An Ambivert

Ceritanya, beberapa minggu yang lalu saya nggak sengaja nemu visual tentang ciri-ciri orang yang ambivert di beranda Facebook. Pas kubaca,...

Ceritanya, beberapa minggu yang lalu saya nggak sengaja nemu visual tentang ciri-ciri orang yang ambivert di beranda Facebook. Pas kubaca, lha ini kok saya banget. Kurang lebih begini tulisan dalam visual tersebut.


Intinya, seorang ambivert itu mereka yang extrovert tapi juga introvert. Orang yang suka bersosialisasi, ketemu banyak orang baru, tapi seringkali butuh waktu untuk menyendiri. Atau dengan kata lain berada di tengah-tengah antara introvert dan extrovert dan itu saya banget! Sebelum nemuin visual itu, saya sering bingung pas ada yang bilang saya ini extrovert. Merasa nggak setuju, tapi jelas nggak mungkin juga kalau saya introvert. Secara saya suka ikutan acara-acara untuk nambah kenalan. Tapi, nggak semua orang tahu kalau saya suka menyendiri juga kan? 

Setelah nemuin visual tentang ambivert itu, saya pun tertarik untuk membaca penjelasanya lebih lanjut hingga akhirnya benar-benar bisa menyimpulkan saya seperti apa. Saya suka ketemu orang-orang baru dan kumpul dengan banyak orang seperti ikutan #Kittymanuplaydate sampai dengan nonton fashion show. Namun setiap weekend, saya harus punya waktu untuk menyendiri. Saya selalu merasa sebel kalau weekend habis dan saya belum sempat me time di kamar sendirian entah untuk sekadar tidur, baca buku, atau nonton film. Saya suka pusing kalau berada di tengah banyak orang dalam waktu yang lama. Makanya, saya selalu merasa butuh waktu untuk menyendiri. Terlalu lama berada di tengah-tengah banyak orang juga sering bikin saya lupa menyenangkan diri sendiri. Diakui atau enggak, berada di tengah banyak orang itu menuntut kita untuk bersikap yang "nggak semau gue". So, waktu menyendiri itu waktu paling tepat untuk bersikap atau bertingkah semauku. Hehe. 

Biasanya, saya bakal tantrum sampai yang paling parah fokus bekerja kurang kalau selama seminggu full beraktivitas ketemu orang terus. Makanya, saya kadang nolak ajakan teman jalan saat weekend karena simply saya butuh duduk sendirian di kamar. Dengan cara seperti ini saya merasa lega dan lebih menikmati hidup. Kira-kira ada nggak temen-temen yang seperti saya? Mungkin kita sama-sama ambivert ya?

You Might Also Like

6 komentar

  1. Balasan
    1. Menemukan 1 fakta lagi kenapa berasa nyambung gitu sama kamu padahal belum pernah ketemu :D

      Hapus
  2. Kalok kata tanteku yg psikolog sik sekarang aku uda jadi ambivert Ny, sejak ngeblog! Buahaha. Kalok dulu bisa diem aja di kamar. Sekarang kadang kadang keluar, maen sama temen, tapi tetep butuh me time :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tuh walaupun nyaman ketemu orang, tapi suka pusing nih kalau kelamaan di luar. Me time itu kebutuhan pokok ya! :D

      Hapus
  3. Aku tipe ambivert ciint :) and I enjoy it ;)

    BalasHapus

Flickr Images