#ErnysJournalTravel : Lombok Trip Day 1 Taman Narmada & Banyumulek

By Erny Kurniawati - 19.15.00

Taman Narmada Lombok, Taman Replika Gunung Rinjani, Travel Lombok, Lombok Island
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kantor tempat saya bekerja selalu mengadakan acara rapat tahunan dan outing di luar kota. Kali ini, Lombok menjadi destinasi pilihan kami. Rabu, 18 Januari 2017 kemarin, saya sudah siap-siap untuk melakukan penerbangan pagi. Pukul 06.00 WIB kami berangkat ke Bandara Adi Sucipto. Tapi sepertinya nasib kami hari itu sedikit sial, soalnya penerbangan pertama Lion Air yang bakal membawa kami ke Indonesia bagian tengah itu delay sampai 10 jam! Iya, 10 jam. Jadwal keberangkatan pukul 07.25 WIB pagi diundur jadi 17.15 WIB Sore. 

Delay 10 jam itu bikin kami tiba di Lombok sekitar pukul 21.30 WITA. Karena udah cukup malam, agenda kami cuma makan malam dan rapat satu sesi saja. Barulah hari berikutnya agenda dimulai pukul 07.00 WITA untuk rapat dan pukul 12.00 WITA agenda travelling dimulai. 

Makanan ala Lombok, Menu Lombok, Green Asri, Menu Green Asri

Travelling hari pertama ini dimulai dengan makan siang di Green Asri. Tempat ini semacam Rumah Makan Raminten di Jogja. Menu makanan yang tersedia lebih ke menu-menu khas Lombok dengan ambience yang nggak beda jauh dengan Raminten. Setelah kenyang, perjalan dilanjutkan ke Taman Narmada (baca: Narmade).

Taman Narmada berada di Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada. Menurut penjelasan tour guide kami, taman ini dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem pada tahun 1727. Tujuan dari pembangunan taman ini sendiri sebagai tempat untuk berdoa dan peristirahatan pada musim kemarau. 

Cerita detilnya, Taman Narmada dibangun sebagai replika Gunung Rinjani oleh Anak Agung Ngurah  Karangasem karena kondisinya kala itu yang sudah tidak mampu lagi mendaki untuk berdoa di puncak Gunung Rinjani. Sebagai replika Gunung Rinjani, di sini biasa diadakan upacara keagamaan agama Hindu yang disebut Pujawali. Upacara tersebut tadinya dilakukan di puncak Gunung Rinjani dengan tujuan untuk memberi persembahan dan pemujaan kepada para dewa. Meski begitu, sesaji tetap dilakukan oleh para abdi di Segara Anakan sementara raja berdoa di sini. 

Selama mengunjungi obyek wisata ini, saya nggak sempat mengeksplor banyak tempat. Saya hanya masuk ke Bale Terang yang berbentuk rumah panggung. Kalau tidak salah, Bale Terang ini terdiri dari 2 lantai. Lantai pertama berfungsi sebagai gudang. Sementara lantai atas terdiri dari 3 ruangan yaitu, kamar Permaisuri dari Bali, kamar Permaisuri dari Lombok, dan ruang terbuka di tengah antara kamar tersebut. Dari ruang terbuka ini, saya bisa melihat pemandangan dari sebagian Taman Narmada. Pandangan saya dipenuhi oleh Meru dan Pura serta pemandian para selir. 

Taman Narmada, Telaga Seger, Telaga Replika, Segara Anakan Replika, Telaga Seger Lombok
Telaga Seger yang dilintasi untuk wahana flying fox
Tidak terlalu lama di sini, saya pun beranjak untuk jalan-jalan berkeliling. Namun, kaki saya justru berhenti di tempat flying fox. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya berani nyobain flying fox yang melintang melintasi Telaga Seger. Oya, Telaga Seger ini replika dari Segara Anakan di Gunung Rinjani. Pertama kali naik untuk meluncur kaki saya lemas, tapi tetep sempet ngevideo-in #teteup. Videonya bisa dilihat di Instagram saya @ernykurnia14 atau klik di sini.

Pertama kali flying fox, saya beneran nervous. Bahkan sesaat sebelum sampai diujung saya panik karena ngelihat panggung tempat berhenti. Saya tiba-tiba berpikir kalau bakalan menghantam panggung itu terus patah tulang. Duh kacau banget, saya tiba-tiba kebayang scene-scene menyeramkan dalam Final Destination! Masih dalam kondisi panik, saya sempet kaget saat petugas menarik kaitan untuk memperlambat laju seluncurku. Saya pikir talinya putus dan bakalan jatuh ke telaga. Sumpah kalau inget itu rasanya kocak banget!

Cidomo, kendaraan asli Lombok, Lombok Island, Lombok, Banyumulek

Dari Taman Narmada, perjalanan dilanjutkan ke Desa Wisata Banyumulek. Kami mulai mengeksplor desa wisata yang terkenal oleh produksi gerabahnya ini dengan menaiki cidomo (re: kendaraan khas Lombok yang mirip dengan dokar) menuju tempat pembakaran gerabah. Naik cidomo ternyata menyenangkan dan bikin ambience Lombok-nya makin terasa. Saya menikmati perjalanan singkat ini walaupun setibanya di tempat pembakaran kami kecewa. Hari itu sedang tidak ada jadwal pembakaran, sebagai gantinya kami disuguhi pertunjukkan ibu-ibu setempat yang dengan terampilnya membuat gerabah-gerabah berkualitas ekspor. 

Banyumulek, Gerabah Making, Gerabah, Gerabah Lombok
Gerabah, Gerabah Lombok, Banyumulek

Kemudian kami kembali naik cidomo menuju tempat pembuatan gerabah dan aneka souvenir khas Lombok. Sepanjang perjalanan, anak-anak sekitar tempat cidomo melintas tampak antusias melihat kami. Beberapa di antara mereka bahkan meneriaki kami turis. Rasanya aneh jadi turis di negara sendiri. Haha. 

Banyumulek crafter, crafting gerabah, gerabah lombok, lombok

Perjalanan ini mengantarkan kami ke pusat pembuatan gerabah lainnya. Di sini kami mencoba membuat gerabah dan souvenir tersebut. Seru banget karena momen ini dijadikan games. Nggak hanya itu, bikin gerabah atau pun souvenir khas Lombok memang kelihatan gampang, tapi saat mencoba bikin sendiri kepala saya langsung pening. Sambil tertawa kami mengakhiri sesi seru membuat gerabah tersebut. 


Menjelang magrib, kami meninggalkan Banyumulek dan menuju venue selanjutnya yaitu, restoran pinggir Pantai Senggigi. Restoran ini mengingat saya pada suasana serupa di sepanjang pantai di sekitar Jimbaran, Bali. Sambil menikmati menu seafood yang lengkap, angin laut yang semilir, dan debur ombak pada gelapnya malam menjadi penutup agenda pada hari pertama. Hari yang melelahkan, tapi juga seru. Saya pun balik ke hotel untuk charge energi karena pada hari kedua saya dan rombongan bakalan seharian penuh mengeksplor Gili Terawangan. So, stay tune di cerita berikutnya ya!

Baca juga: #ErnysJournalTravel Day 2, Sehari di Gili Trawangan

  • Share:

You Might Also Like

17 komentar

  1. Aku pengen banget ke rumah makan raminten.. Katanya terkenal banget ya?

    hai-ariani.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh Mbak Aya malah salah fokus sama Raminten hihi. Iya mbak, enak, lengkap, dan harganya muraaaah abis. Kalau ke Jogja mampir yah

      Hapus
  2. Erny fotonya bagus bikin iri fix. Sama jadi pengen ke Lombok juga huhu

    www.extraodiary.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inez, aku happy jadinya haha. Thanks apresiasinya! :* semoga segera ke Lombok yah!

      Hapus
  3. Seru bikin gerabah. Btw, itu ngewarnaiin gerabaj atau souvenirnya pakai apa ya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seru hihi soalnya keliatan gampang tapi sulit ternyata haha. Itu pakai cat mas. Untuk komposisi catnya kita nggak tahu hihi

      Hapus
  4. Tiap ada yang posting tentang Lombok, nggak pernah aku lewatin untuk baca. Beneran pengen banget ke sanaaaaaaaa ya Allaaaaaah. Semoga suatu hari direstui :')

    Eh, kamu asli Jogja atau kuliah aja di Jogja? Aku juga dari Jogja nih. Salam kenal yaaaa \o/ Hope to meet you someday :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiiinnn... hihi btw kalau bisa dapet tiket murah, liburan ke lombok ga gitu pricey lho. Murah2 soalnya

      Aku asli magelang, cm kuliah dan kerja di sini. Tapi stay di jogja dalam long term sepertinya. Ayuklaaah ketemu hihi

      Hapus
  5. Liburan ke lombok bisa jadi alternatif destinasi wisata kalo bosen ke bali yah.. Sepengalaman aku main ke lombok, paling susah makannya, karena di lombok rata-rata makanannya pedes semua, sementara aku nggak bisa makan terlalu pedes.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Dee, aku lebih suka Lombok karena lebih sepi hehe. Justru aku merasa ini makanan lombok katanya pedes kok nggak pedes sih haha.

      Hapus
  6. Ayook k Lombok... ntar Insyaallah ketemu sama saya #Promosi... Salam kenal :) diditpharm.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lhoh mas dari Lombok ya? Hehe ingin mas. Ingin kesana lagi karena kemarin kan agenda kerja ya hihi

      Hapus
  7. lama di lombok, tapi aku malah belum pernah ke banyumulek, heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cobain, jangan lupa naik cidomo juga yaa biar feel lomboknya nampol!

      Hapus
  8. aaa seru banget ini, penasaran banget pingin coba cidomo

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/beli-jr-pass.html

    BalasHapus