Pelajaran dari 366 Hari dan Resolusi 2017

By Erny Kurniawati - 01.05.00


Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya menutup tahun dengan mencatat learning yang  saya dapatkan selama tahun 2016. Catatan ini sekaligus menjadi dasar untuk resolusi 2017 mendatang. Menulis evaluasi diri dan resolusi ini sudah jarang saya lakukan. Beberapa tahun terakhir saya menjadi orang yang lebih senang mencatat dengan ingatan daripada menuliskannya begini. Tapi belajar dari tahun 2016 ini, saya memutuskan untuk menuliskan sekaligus membagikannya di sini. Katanya, biar pelajaran hidup saya nggak berhenti di diri saya saja. Tapi barangkali bisa jadi pelajaran untuk temen-temen yang baca juga. 

Learning from 2016


Tahun 2016 bagiku merupakan tahun yang penuh pelajaran. Banyak sekali pengalaman hidup yang membuat saya menjadi lebih mengenal diriku sendiri dan memahami arti kehidupan itu sendiri. Pencapaian, kegagalan, semuanya mengajarkan saya sesuatu yang belum saya dapatkan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini juga, saya di sadarkan oleh banyak hal yang akhirnya justru membawaku kepada pencapaian baru. Berbeda dari tahun 2015, tahun 2016 saya banyak belajar dari kegagalan.

Dimulai dari kegagalan terbesar yaitu soal target lulus. Dari awal kuliah tahun 2012 lalu, saya selalu berpikir kalau jalan menuju lulus itu nggak sesulit yang orang-orang keluhkan. Sampai akhir 2015 saya masih over confident kalau saya bakalan bisa lulus cepet dengan kesibukan yang menggunung di kantor. Di titik ini, tanpa saya sadari, saya ternyata terlalu jumawa. Merasa di atas angin karena pencapaian tahun 2015 di bidang akademik yang justru hasilnya sangat baik ketimbang tahun sebelumnya. Padahal tahun 2015 saya merasa pekerjaan sedang sibuk-sibuknya.

Kegagalan pertama ini membuat saya menyadari banyak hal, salah satunya tentang rendah hati. Saya mengaku kepada diri sendiri, kalau saya bersalah sudah terlalu sombong dan merasa paling bisa sehingga menyepelekan proses tersebut. Hal ini ternyata membimbing saya kepada proses lebih dalam untuk mengenal diri sendiri hingga akhirnya saya mencapai hal-hal yang beberapa di antaranya nggak pernah saya rencanakan sebelumnya.

Pelajaran selanjutnya, saya dapatkan dari kegamangan dalam melangkah. Tahun 2016 saya merasa menemui banyak jalan yang membingungkan. Saya sering bingung dan gamang untuk melangkah. Saya jadi lebih banyak berpikir untuk mengatur strategi menghadapi persoalan hidup. Bagi saya, masalah yang ada pada tahun ini jauh lebih nyata ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini pula kesabaran dan tingkat syukur saya benar-benar diuji oleh Yang Punya Hidup. Sulit memang, namun sepadan dengan pelajaran hidup yang saya dapatkan.

Kedua hal yang kurang menyenangkan itu ternyata justru membukakan jalan untukku mencapai beberapa hal dalam hidup. Pencapaian tahun ini lebih banyak hal-hal yang non-materi.


Lebih Mengenal Diri Sendiri

Poin pertama ini sudah menjadi concern-ku sejak mengawali tahun 2016. Saya ingin lebih mengenal diri sendiri dan ternyata resolusi tersebut tercapai seiring dengan perjalanan hidupku yang harus berhadapan dengan kegagalan serta berulang kali dihadapkan untuk memilih langkah hidup yang membingungkan. Proses mengenal diri sendiri ternyata nggak semudah yang kubayangkan. Banyak berdialog pada diri sendiri, meluangkan lebih banyak space untuk mendengarkan kata hati, hingga mencoba memetakan kekurangan dan kelebihan diri sendiri merupakan sedikit cara terbaik yang kulakukan untuk mengenal diri sendiri.

Walaupun nggak mudah, lebih mengenal diri sendiri membawaku pada pemahaman yang lebih baik tentang apa tujuan hidupku, prinsip hidupku, apa yang membuatku bahagia, apa yang membuatku sedih, sampai mengetahui apa kelemahan yang harus kuperbaiki serta apa potensi diri yang sebaiknya kekembangkan lagi. Sampai di titik ini saya bersyukur kalau ternyata ups and down kehidupanku setahun terakhir memberiku kesempatan untuk lebih mengenal diriku sendiri lebih dalam lagi.

Stress Management

Seperti yang sudah kuceritakan di awal. Tahun ini saya banyak belajar dari kegagalan dan kebingungan menentukan langkah. Kedua hal itu sempat menjatuhkanku hingga merasa stres yang sestresnya. Saking kecewanya dengan diri sendiri dan sempat menyalahkan keadaan, saya sampai bingung bagaimana menggambarkannya dalam bentuk tulisan. 

Namun, kedua hal itu juga membuatku belajar stress management jauh lebih baik daripada sebelumnya. Saat jatuh dan kecewa, saya menyadari kalau hanya saya yang bisa menolong diriku sendiri. Percuma orang-orang terdekatku memberi semangat yang besar kalau diriku sendiri nggak bisa mengatur stresku lebih baik lagi. Dari situlah saya menemukan cara yang tepat untuk stress management. 

Dimulai dengan mengubah cara pandang pada masalah, dialog dengan diri sendiri, dan berusaha selalu berkhusnuzon terhadap takdir Tuhan, perlahan tapi pasti stres bisa kuatur lebih baik lagi. Puncaknya, saya yang sebelumnya sering sekali menangis karena stres dengan kondisi hidup dan tekanan pekerjaan, tahun 2016 ini saya justru enjoy menjalani jalan hidup itu! Saya mulai bisa memandang kondisi yang tak kuharapkan dari sudut pandang yang lebih positif. Saya juga mulai menemukan caranya mengatur stres saat tertekan beban pekerjaan. Untuk poin terakhir ini saya benar-benar sangat bersyukur karena sekarang jadi lebih tenang dan rasanya tekanan pekerjaan nggak begitu merusak kebahagiaan saya! 

Pada pencapaian ini, saya bisa menyimpulkan kalau untuk belajar stress management kita benar-benar perlu mengenal diri sendiri terlebih dulu, belajar mengidentifikasi diri, belajar olahrasa, hingga pada tahap menenangkan diri sendiri. Untungnya, belajar stress management menjadi poin resolusi kedua yang bisa saya beri tanda checklist tahun ini!

Kenal Lebih Banyak Orang

Di balik kegagalan dan kekecewaan pasti ada sesuatu lain yang sudah disiapkan Tuhan untuk saya. Salah satunya adalah bertemu dan mengenal lebih banyak orang. Tahun 2016 ini saya sangat bersyukur mendapat banyak kesempatan untuk bertemu, mengenal, dan belajar banyak hal baru dari orang-orang yang baru kutemui atau kukenal dengan lebih dekat. Saya yakin, pelajaran hidup itu nggak semuanya berasal dari pengalaman hidup kita sendiri, tapi juga berasal dari pengalaman hidup orang lain. Makanya, saya selalu excited ketemu, mengenal, dan mendengarkan kisah hidup orang lain. Hal ini kayak sepele, tapi benar-benar membuat saya lebih menghargai hidup dan lebih mensyukuri hidup itu sendiri. Soalnya saya jadi tahu kalau rumput tetangga nggak selalu lebih hijau!

Oh ya, yang nggak kalah penting, kenal banyak orang baru ternyata membuatku mendapatkan banyak kesempatan baru untuk mengupgrade diri!

Belajar Berbagi


Another achievement tahun 2016 ini adalah belajar berbagi. Saya sudah berjanji sama diri sendiri kalau tahun 2016 ini mau lebih banyak membagi hal-hal positif sama orang lain. Dimulai dari partner kerja di kantor. Saya enjoy bisa bertukar ilmu dengan mereka. Lalu membagikan cerita yang nggak seberapa di blog ini. Dan, bisa berbagi ilmu blogging sampai bermedia sosial secara langsung di acara #LifeGoals Jogja yang digagas oleh Zetta Media.

Baca Juga:Workshop #LifeGoals feat Zetta Media

Dari pencapaian ini, saya justru banyak belajar daripada berbagi. Soalnya semakin sering kita berbagi, semakin sering kita belajar. Bener begitu kan?

Konsisten Ngeblog

Sampai detik ini, saya masih menganggap ngeblog adalah hobi untuk stress healing. Terlebih tahun 2016 ini saya ketemu dengan beberapa masa sulit. Masa-masa sulit itu bisa saya lewati dengan tenang karena penyaluran emosi melalui blog ini juga. Ternyata, saya bisa mengalihkan energi negatif untuk mengeluh dan menyalahkan keadaan dengan membuat konten di sini. Saya juga hepi saat menyadari ternyata tahun ini bisa jauh lebih konsisten dalam ngeblog.

Oleh karena itu bisa konsisten ngeblog pada tahun ini adalah achievement yang patut saya apresiasi. Masalah sekarang mulai banyak tawaran kerjasama dari blog ini, bagi saya itu adalah nikmat lain yang bisa disebut poin plus. Saya juga berterima kasih karena peran sponsor sedikit banyak membuat saya lebih semangat belajar untuk membuat konten yang jauh lebih baik lagi.

Dari kegagalan, kekecewaan, dan pencapaian selama tahun 2016 ini, saya merangkum banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran untuk melangkahkan kaki di tahun yang baru. Salah satu yang membuat saya mengalami kegagalan dan kekecewaan adalah nggak adanya planning spesifik pada tahun 2016. Saya menyepelekan target yang saya buat dan parahnya lagi saya kadang melupakannya. Dari pelajaran tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk menuliskan resolusi untuk tahun 2017. Dan berikut ini beberapa resolusi pada tahun 2017. 

Resolusi 2017


Lulus Kuliah

Lulus kuliah jadi target utama saya yang nggak bisa ditawar lagi. Saya sudah pengen melangkahkan kaki lebih jauh lagi dan menjemput mimpi-mimpi lainnya. Makanya, porsi untuk usaha yang satu ini bakalan saya perbesar lagi. Doain saya bisa mewujudkannya ya!

Baca Juga: Perjalanan Menjadi Sarjana

Belajar Time Management

Kalau tahun 2016 saya sudah merasa berhasil belajar stress management, kali ini saya ingin banget belajar time management lebih baik lagi. Semoga nggak ada lagi bangun kesiangan karena semaleman insomnia. Semoga nggak ada lagi skip sholat subuh karena baru bisa tidur pas menjelang adzan subuh berkumandang. 

Intinya, saya ingin lebih bijak memanfaatkan waktu sehingga nggak lagi merasa guilty feeling saat ada target yang terlewat karena saya yang nggak bisa mengatur waktu dengan baik. Temen-temen ada yang menjadikan poin time management sebagai resolusi juga?

Lebih Menghargai Orang Lain

Resolusi nggak harus soal materi kan? Saya menaruh poin lebih menghargai orang lain sebagai target utama yang harus saya capai pada tahun 2017 ini. Bagiku, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap orang juga punya karakter masing-masing. Pencapaian mereka pun berbeda-beda dengan latar belakang hidup dan pengalaman yang nggak mungkin sama. Karena itulah, saya ingin menghargai setiap orang yang kukenal dan kutemui. Saya nggak ingin mengkotak-kotakkan orang hanya karena atributnya. 
Ketemu Lebih Banyak Orang Lagi


Seperti tahun 2016, tahun 2017 saya masih ingin ketemu lebih banyak orang lagi. Bukan sekadar untuk membangun link, tapi lebih untuk belajar tentang hidup dari kisah mereka. 
More Sharing, More Caring

Kalau ditanya apa cita-cita saya sesungguhnya, jawabannya saya ingin jadi dosen karena ingin berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain setiap hari. Semakin ke sini, saya semakin sadar kalau berbagi ilmu dan pengalaman nggak cuma bisa saya lakukan kalau jadi dosen. Ada seribu jalan menuju Roma. Pun dengan jalan untuk berbagi. Entah bagaimana caranya, semoga tahun 2017 ini saya dibukakan kesempatan untuk lebih banyak berbagi dan memberikan perhatian kepada siapapun. Dengan berbagi, saya akan lebih banyak belajar. Dengan banyak memperhatikan, semakin kaya cara pandang saya pada kehidupan. Dan itu tujuan sesungguhnya dari target ini. 

Work Smart not Work Hard

Target yang nggak kalah besar tahun ini adalah work smart not work hard. Maksudnya kerja di sini nggak cuma kerja di kantor, tetapi untuk apapun yang saya kerjakan. Saya ingin lebih mengerti mana yang harus saya kerjakan dan mana yang harus saya tinggalkan. Ini penting sekali biar saya lebih fokus dan nggak gampang stres. 

Selain itu, dengan work smart saya bakalan punya waktu dan kesempatan lebih banyak untuk dekat dengan diri sendiri serta orang lain. Work smart will help me to get the best quality of life. 


Lebih Banyak Baca Buku dan Berita yang Penting


Di sini ada yang hobi kepo? Saya itu punya kebiasaan parah soal kepo. Sampai teman-teman kantor ngasih julukan tukang kepo canggih ke saya. Apapun itu saya kepoin. Tapi memasuki tahun 2017, saya ingin mengurangi aktivitas kepo saya yang kadang nggak penting itu dengan mengalihkannya ke lebih banyak membaca buku, berita, atau apapun yang membuat wawasanku makin luas. 

Apalagi belakangan ini saya merasa cupu karena suka nggak paham dengan berita terkini. Seperti kasus Aleppo kemarin, saya cuma melongo karena kurang banyak baca info. Terlebih sekarang cari bacaan yang kredibel itu nggak mudah. So, lebih banyak baca buku dan berita yang penting-penting bakal jadi resolusi yang harus terwujud tahun ini!

Semakin Tekun Menulis dan Belajar Soal Blog

Sejauh kesadaranku, ketekunanku menulis itu masih kurang. Mungkin karena kurang membaca juga. Terlebih untuk kualitasnya. Makanya, tahun 2017 ini saya ingin banget lebih tekun menulis dan belajar soal blog. Soalnya ilmu ngeblog saya juga masih cetek banget. Doain ya, semoga target ini tercapai!


Setidaknya, itulah beberapa resolusi besar saya tahun 2017 ini. Mungkin tulisan kali ini sangat panjang, tapi inilah rencana saya setahun ke depan. Tulisan yang bakal memandu saya saat lupa harus fokus kemana. At last, doain saya bisa mewujudkan resolusi tersebut dan semoga resolusimu pun dimudahkan untuk menjadi nyata. Temen-temen share juga donk resolusi terbesarmu tahun ini! :)


*ditulis selama setahun, mulai pukul 21.00, 31 Desember 2016 s.d 01.06, 1 Januari 2017 tanpa editing.

  • Share:

You Might Also Like

5 komentar

  1. Aku juga, banyak pengalaman tak terlupakan selama 2016 ini. Semoga resolusi 2017 km sukses yaaa

    www.extraodiary.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. You too, Inez! Thanks for supporting me ya! Terharu post sepanjang ini ada yang baca hihi

      Hapus
  2. Dulu aku sempat molor lulus kuliah dibanding temen2 yg lain.. down pastinya, tapi ya udah abis itu usaha dan alhamdulillah setelah lulus malah dapetin kerjaan lbh cepet dibanding temen2 yg lulus duluan :) Selalu ada kejadian baik dibalik semua yg terjadi, semangat terus & percaya bahwa thn 2017 bisa lebih baik ) good luck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you Sandra for spreading me with your positive comment! Semoga resolusi 2017-mu berjalan lancar dan terwujud yah!

      Hapus