Ngobrol Bisnis Bareng CEO Amazara

By Erny Kurniawati - 23.04.00


Habis vakum ngeblog 2 minggu, rasanya ada banyak banget nih cerita yang mesti saya tulis. Salah satunya tentang Weekend Productive-ku datang ke acara Open House Amazara. Bagi sebagian temen-temen mungkin belum kenal ya apa itu Amazara. Jadi, Amazara ini adalah local brand asli Jogja yang menjual produk sepatu khusus cewek dengan desain eksekutif, tapi harga ramah ekonomis. Saya dateng ke acara ini untuk ketemu sama CEO-nya langsung yaitu, Uma Hapsari. Memang rencananya mau wawancara dia untuk website sebelah. Tapi, sambil menyelam minum air. Daripada hasil wawancara cuma jadi satu tulisan, mending saya tulis juga di sini.

Ini merupakan kali pertama pertemuanku dengan Mbak Uma. Sebelum ketemu dia, saya sudah kepo tentang dirinya jauh-jauh hari. Berdasarkan hasil stalking, saya bisa menyebut Mbak Uma ini Young Lady Entrepeneur. Usianya masih 26 tahun, tapi sudah punya beberapa bisnis yang cukup berhasil. Bahkan menurut Mbak Uma, Amazara ini adalah baby dalam bisnisnya lho! Makin penasaran kan dengan obrolan saya bareng Mbak Uma kemarin?
Selama ngobrol bareng Mbak Uma kemarin, saya jadi tahu kalau dia emang seorang entrepeneur sejati. Dari kacamataku, Mbak Uma ini tipikal orang yang pinter baca peluang. Saat mendirikan Amazara misalnya. Mbak Uma cerita kalau dirinya nggak dengan sengaja mau bisnis sepatu. Waktu itu dia hanya melihat peluang bisnis di bidang ini karena kebetulan punya kenalan pembuat sepatu dan Mbak Uma juga paham model-model sepatu wanita yang lagi hits. Dari situ, dia mencoba membuat dan melemparkannya ke pasar. Eh nggak disangka, ternyata reaksi pasar cukup bagus. Dari situlah dia terus berkreasi dan mencurahkan sebagian besar waktu serta tenaganya untuk membesarkan Amazara.



Walau begitu, Mbak Uma mengaku nggak punya passion di bidang bisnis sepatu lho. Justru bagi dia, passionnya itu ya jadi entrepeneur. "Jadi nih kalau kemarin aku lihat peluangnya jualan baju, kenalanku penjahit. Kali aja aku nggak jual sepatu, tapi jual baju aja. Jadi ini murni karena aku suka bisnis dan aku lihat peluang," begitu jelasnya. Saya pun manggut-manggut ya, ngebayangin cara berpikir Mbak Uma yang simple.

Saya pun nggak mau melewatkan untuk tanya bagaimana reaksinya sama kegagalan dan surprisingly, menurut Mbak Uma kalau dia gagal ya karena memang bidang itu bukan untuknya. Jawaban ini membuat saya sempat bilang WOW lho! Menurutnya dengan menganggap seperti itu, dia jadi nggak stres dan bisa fokus ke peluang lain.

Nah, ini nih yang perlu saya tiru. Legowo! Kalau bukan rejeki saya, ya pasti ada rejeki dari jalan lain. Kurang lebih begitu kali ya?

Terus yang saya tanemin baik-baik di pikiran habis ngobrol bareng Mbak Uma ini adalah soal fokus pada apa yang dikerjakan sekarang. Mbak Uma sempet ketawa pas saya nanya impian terbesar baginya. Untuk Mbak Uma, impian terbesar nggak perlu, yang penting selalu bertumbuh setiap hari dan fokus melakukan yang terbaik untuk hari ini. Saya manggut-manggut terus inget diri sendiri kalau sering stres karena impian haha!

Dari obrolan bareng Mbak Uma minggu lalu, saya nyatet beberapa hal yang bisa kujadikan pelajaran. Pertama, tentang membaca peluang, kedua tentang legowo saat gagal, dan ketiga tentang fokus melakukan yang terbaik untuk hari ini. Ketiga hal itu jadi renunganku setelah ngobrolin bisnis bareng CEO Amazara. Kalau temen-temen habis baca tulisan ini menghighlight tentang apa aja sih?



  • Share:

You Might Also Like

15 komentar

  1. Kata-kata yg menurutku jleb sih ini "...impian terbesar nggak perlu, yang penting selalu bertumbuh setiap hari" soalnya kadang kita punya mimpi besar tp malas untuk wujudin karena terasa terlalu berat. Ada benernya jg, lbh baik fokus sm hari ini 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya mbak, jleb juga untukku. Mimpi mungkin perlu, tapi nggak kalah penting usaha terbaik untuk yang dihadapan kita ya?

      Hapus
  2. Dari sini aku belajar gimana caranya buat jadi orang yang nggak ribet. Think simple and smart. Aku kadang suka over-thinking dan muluk-muluk, eh malah nggak kelakon. Dari yang deket dulu aja kalik ya~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah tak pikir-pikir aku juga sering overthinking kaya kamu haha. Thanks for reading ya Hanifa. Bener kayanya kita kudu work smart dengan diri kita sendiri

      Hapus
  3. "Kalau bukan rejeki saya, ya pasti ada rejeki dari jalan lain. " bener banget Ny :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba kita bisa mikir gitu terus, pasti lebih luas hati ini ya Git :)

      Hapus
  4. Umurnya beda setahun doang sama aku tapi bisnisnya udah mantep ya... emang sih, legowo itu penting banget! Aku pun lg belajar lebih legowo lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Put dia muda banget ibu satu anak pula. Tapi skil bisnis, branding, dan komunikasinya emang oke banget. Mungkin dari faktor dia pernah kuliah dan kerja di luar negeri juga jadi faktor pendukung

      Hapus
  5. mbak uma is adalah panutanque banget hahaha pembawaaannya yang ramah dan azhek sama semua orang juga menurut aku salah satu faktor kenapa bisnisnya bisa maju banget hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Gi, dia skill komunikasinya bagus banget. Pembawaan diri dan cara ngomongnya enak :D

      Hapus
  6. Makasih udah share wejangan Mbak Uma di sini, jadi inspirasi buat aku yang lagi nekuni olshop 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaaah hepi kalau berguna ternyata sharing ini. Semangat terus mbak!

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Baca peluang itu memang benar-benar kuncinya ya. Keren banget si mbak Uma ini ^ ^

    www.nonahitampahit.co

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, sama tes pasar. Intinya jangan langsung produksi banyak hehe

      Hapus