Gimana Kalau Aku Dilamar Lelaki Lain?

By Erny Kurniawati - 14.34.00

"Mas, gimana kalau aku dilamar laki-laki lain sebelum kamu melamarku?"

Timeline Facebook dan obrolan teman-teman saya lagi dipenuhi dengan kisah cinta dramatis atau kontroversial Selma dan Haqy. Sebagai orang yang pernah dengar cerita Selma secara langsung, saya nggak mau berkomentar banyak. Karena menurutku apa yang benar menurut dia belum tentu benar menurutku. Pun sebaliknya. Terutama soal menerima pinangan lelaki lain saat dia berada dalam sebuah hubungan dengan lelaki yang sudah bersama dengannya selama setahun terakhir. Intinya, saya nggak mau ikutan komentar kalau dirinya salah atau benar, sikap saya di sini lebih ke menghargai keputusannya. Toh, saya nggak tahu bagaimana hubungan Selma dengan mantan pacarnya dulu. Apa mereka rukun? Apa mereka punya komitmen jelas? Saya nggak tahu.

Yang mau saya bahas dalam tulisan ini justru tentang pertanyaan yang timbul setelah mengikuti cerita Selma di media sosial maupun mendengarkan ceritanya secara langsung. Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana jadinya kalau saya dilamar oleh laki-laki lain?

Pertanyaan tersebut mengusikku. Saya penasaran bagaimana pandangan Dhimas kalau saya dilamar oleh lelaki lain. Padahal selama 4,5 tahun ini kami bareng-bareng, nggak pernah marahan, saling support, dan nggak ada masalah apapun. Saking penasarannya, saya pun merengek padanya supaya mau menuliskan bagaimana tanggapannya kalau saya dilamar, dipinang, dan dinikahi orang lain. Penasaran? Saya pun! Dan, ini jawaban dari pertanyaan bagaimana kalau saya dilamar oleh lelaki lain menurut versinya:


Gimana Kalau Erny Dilamar Lelaki Lain?
Jawaban  versi Dhimas

Sebagai seorang aries, saya cenderung kalem, tenang, tidak mudah marah, dan santai. Sifat yang berkebalikan dari tipikal aries kebanyakan. Setidaknya itu kata Erny, lho. Bukan klaim saya sendiri. 

Ngomong-ngomong soal pacar dilamar orang lain, beberapa hari terakhir kabar Selma dan Haqy menikah sedang memenuhi timeline setiap media sosial saya. Bagi yang belum dengar beritanya, Haqy yang anaknya Amien Rais memberanikan diri untuk melamar Selma. Ternyata, waktu itu Selma masih memiliki pacar. Selma pun mengalami dilema, antara memilih pacarnya atau memilih Haqy. Seperti yang sudah terlihat, Selma akhirnya memilih Haqy.
 
Pilihan Selma itu ternyata membuat orang-orang terbelah menjadi 2 kubu. Kubu pro Selma dan kubu anti-Selma. Kubu pro Selma mendukung keputusan Selma untuk menikah dengan Haqy. Kubu anti Selma merundung keputusan Selma yang meninggalkan pacarnya untuk menikah dengan Haqy.

Saya jadi membayangkan, seperti apa perasaan pacarnya ketika tahu Selma dilamar Haqy. Orang kebanyakan pasti bilang marah, sedih, galau, atau kesal. Namun, sebagai seorang aries gagal, saya tidak bisa membayangkan seperti itu. Justru saya membayangkan hal yang berbeda.

Setiap orang punya keputusan. Apalagi untuk urusan teman hidup. Masalah memilih teman hidup ini sifatnya individualitik. Ia tidak bisa diwakilkan atau dipengaruhi oleh orang lain. Ia tidak bisa dipikirkan oleh orangtua kita, teman, ataupun orang-orang terdekat kita. Semua harus kita sendiri. Terlebih lagi, teman hidup juga menyangkut soal masa depan. Kalau bukan kita sendiri yang memikirkan masa depan, siapa lagi? 

Lagipula, tidak ada yang mau salah pilih teman hidup untuk masa depan. Jadi, tugas saya adalah menghormati itu. Memang, saya percaya jika kita ingin hidup bersama dengan orang yang kita inginkan, perjuangkan. Namun, cara saya memperjuangkan bukan dengan cara mengiba atau meronta-ronta ketika misalkan Erny dilamar orang lain. Cara saya adalah dengan cara membahagiakannya di waktu-waktu bersama. Menjadi orang yang selalu ada untuknya, menjadi pribadi yang baik bagi dirinya, atau minimal jadilah pendengar yang baik bagi dirinya. 

Lalu yang pasti, ajaklah untuk memikirkan masa depan. Buat apa pacaran jika tidak mengarah ke jenjang lebih tinggi lagi?
  
Jadi, jika misalkan suatu saat Erny dilamar orang, saya hanya akan bilang kalau semua tergantung keputusanmu. Saya sudah melakukan hal terbaik yang bisa saya lakukan di saat-saat kita bersama. Apapun keputusanmu, saya menghormati dan menghargai keputusanmu karena setiap orang berhak untuk bahagia, termasuk kamu. Jadi, jika kamu merasa bahagia dengan saya, ayo berjalan bersama. Tapi, jika ada yang bisa lebih membuatmu bahagia, itu keputusanmu. 

Entah itu keputusan yang baik atau buruk ke saya, tetap itu adalah keputusannya. Satu hal yang pasti, keputusan itu adalah yang terbaik untuknya. Itulah yang paling penting, karena ini semua bukan tentang saya, tapi tentang dia.


Hmm...setelah membaca jawaban dari sudut pandang Dhimas sebagai orang yang sudah menemani saya dalam ups & downs selama 4,5 tahun terakhir, temen-temen punya pendapat apa? Sharing di kolom komentar ya!
 




  • Share:

You Might Also Like

48 komentar

  1. Selma dan haqy.. aku juga ga mau komen.. itu namanya jodoh.. that's it..
    kan udah ada meme nya "yang ngajak jalan akan kalah dengan yang ngajak nikah" hahahah

    LOL

    hai-ariani.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngajak nunggu. Kan itu mereka LDR mbak. Haha. Iya makanya aku kasih statement yg baik baginya belum tentu bagiku. Ya jadi hormati aja hihi

      Hapus
  2. Dhimas, gimana kalau kamu dilamar Musdalifah?

    *mlayu banter* *ning treadmill*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Musdalifah!!!!!! Hahah ngakak 😂

      Hapus
  3. ahahahaha dhimas!!!! kalian mah tinggal ngitung tanggal aja udah <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakaaka Amin! Nanti aku bikin hestek #AnaknyaSocmedBanget !

      Hapus
  4. Halalin Kak Erny, Mas Dimaaaaaas. Yuk halalin ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Aya haha. Amin, semoga itu dia baca doa orang yang komen di sini :P

      Hapus
  5. erny kapan lamaran?
    Btw aku suka tulisan dan jawabannya :)

    BalasHapus
  6. suka banget sama kalimat ini : "Itulah yang paling penting, karena ini semua bukan tentang saya, tapi tentang dia."

    Yah memang kita sudah memperjuangkan semampu kita, tapi keputusan tetaplah itu keputusannya.

    Jadi inget, dulu pernah putus (sama yg jadi suami skrg), dalam hati pasti meronta-ronta, tp yaa ikhlasin. Alhamdulillah, masih jodoh ternyata. :D

    Jodoh memang rahasia, hayuuk atuh, cepet dilamar XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaaah alhamdulillah ya Mbak. Jodoh emang nggak kemana. Amin semoga segera sampe waktu baiknya :)

      Hapus
  7. Ku setia menunggu undangan Erny-Dhimas ajalah~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehehehe dateng lho tapi ros

      Hapus
    2. Aku usahain banget buat dateng! Semoga pas dateng nikahanmu, aku udah ada pendamping hahaha (aminin ya plis)

      Hapus
    3. Amiiiiin..... padahal ku gatau kapan nikah... wakaka

      Hapus
  8. sebagai orang yg belum punya pasangan dan pernah ditinggalkan, pasti akan merasa keputusan itu seperti tersambar gledek disiang hari. yang pasti jodoh sudah dituliskan. seseorang yang baik akan dijodohkan dengan yang baik pula, sebagaimana sebaliknya. mana ada yg tahu yg baik mana yg buruk mana, waktu yg akan menjawabnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw Mas, hehe dalem nih penjelasannya semoga segera ketemu yah!

      Hapus
    2. semoga ketemu jodoh di comment2 sini wkwkwk

      Hapus
  9. Sudut pandang dari pria "Legowo" dan gak baperan wkwkwk


    Suka tulisannya.
    Tapi semoga akhirnya mbak erny ama mas dhimas jadi satu pelaminan yah gak dulu duluan :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Laili, makasih ya Doanya. Pengennya juga dilamar sama yang ini haha.

      Hapus
  10. Yaaa, pada akhirnya semua jawaban kembali ke cewek si mbak mnurutku. Sebagai cewek harus mempertimbangkan jauh jauh ke depan bagaimana baiknya. Ah, mbak erny goes to pelaminan lah yaa hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ndin. That's why aku ga nyalahin pilihan selma hehe. Karena dia paling paham sm kebutuhannya. Iya aku juga mikir2 ke depan haha. Gimana haha. Amin. Semoga nanti lekas nyebar undangan di waktu yg tepat

      Hapus
  11. Semoga mba erny dañ mas dhimas jodoh ya. Aamiin. Btw kayaknya aku kudet deh ketinggalan berita soal Selma Haqy. Baru tahu setelah baca postingan ini ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah sekarang udah nyimak ceritanya kan mbak hehe. Amin ya Mbak. Makasih doanya

      Hapus
  12. Sebenernya ada yang pernah ngajak aku juga, akwkwk, sempet mikir. Tapi pas mikir dan tujuanku bukan cuman nikah aja, aku milih pacarku. Trus aku bilang ke pacarku, jawabannya hampir mirip sama kang Dhimas "ya terserah kamu, pilihanmu juga toh".

    Tapi itu emang namanya komitmen, kita bisa tetep milih sama yang lain, tapi aku milih stay sama komitmen itu.

    Kok jadi baper ya wkwkwkwkwk.

    limlimzi.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe me too limaz. Kalau aku pertimbangannya dilihat selama ini banyak bahagia atau nggaknya. Lakiku juga nunjukkin keseriusan atau nggak. Aku pun ga berhak menuntut dia cepet2 nikahin kalau emang belum siap terutama soal materi. Nanti giliran udah dikawinin aku protes kok idupnya gini doang kan susah juga. Haha. Semoga km dijodohkan sama yg mendampingimu sekarang yaa

      Hapus
  13. Ernyy suka banget tulisannya! Aku termasuk kubu gak berani komentar apa-apa karena kalo jodoh ya gak kemana haha.

    Aku ngehargain banget sih keputusannya Selma, dengan sosok yang lebih siap nikah. Mungkin yang kubu anti Selma berpikirnya kayak "tega banget ya ninggalin pacar yang udah bertahun2 dan lagi di luar negeri demi anaknya Amien Rais". Tapi kalo menurutku, wanita harus berani ambil keputusan demi kehidupan dan masa depan yg lebih baik. Aku sih salut sama Selma yang berani ambil keputusan kayak gini dengan risiko yg kayak gini. Toh statusnya juga masih pacar kan, bukan tunangan. Kalo kata orang, selama janur kuning belum melengkung.

    Kayak gitu sih pendapatku :D

    XOXO, Cilla
    www.mkartikandini.com

    BalasHapus
  14. Ernyy suka banget tulisannya! Aku termasuk kubu gak berani komentar apa-apa karena kalo jodoh ya gak kemana haha.

    Aku ngehargain banget sih keputusannya Selma, dengan sosok yang lebih siap nikah. Mungkin yang kubu anti Selma berpikirnya kayak "tega banget ya ninggalin pacar yang udah bertahun2 dan lagi di luar negeri demi anaknya Amien Rais". Tapi kalo menurutku, wanita harus berani ambil keputusan demi kehidupan dan masa depan yg lebih baik. Aku sih salut sama Selma yang berani ambil keputusan kayak gini dengan risiko yg kayak gini. Toh statusnya juga masih pacar kan, bukan tunangan. Kalo kata orang, selama janur kuning belum melengkung.

    Kayak gitu sih pendapatku :D

    XOXO, Cilla
    www.mkartikandini.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pacarnya nggak di luar negeri. Pacarnya lagi pendidikan Akpol, jadi ya emang belum bisa nikahin hihi. Iya itu udah takdir sih ya, jadi nggak usah dikomenin wkwk.

      Hapus
  15. Kamu menginspirasiku untuk menulis dengan tema seperti ini sis hahaha
    Mungkin aku bakal nulis " Kenapa kok kamu nggak ngelamar-lamar aku? " wkwkw

    btw, aku baru denger berita Selma dan Haqi itu hahaha *telat*

    www.deniathly.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirain kamu kenal lho ni.

      Haha iya tanya gih... sapa tau jawabannya bikin melting

      Hapus
  16. Jodoh itu rahasia dan takdir Tuhan kalau menurutku Errr. Makanya kalau bagian itu aku langsung serahin semua kepadaNya. Menurutku, priamu ini dewasa banget jawabannya Er, aku suka jawaban dia, menandakan bahwa dia sudah menerima semua resiko apapun, baik sama kamu atau nggak. So, it's a yay for me.

    www.extraodiary.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih inez untuk pendapatmu hihi. Iya jodoh emang rahasia, ya mampunya kita mengusahakan yg nemenin sekarang bakalan nemenin seterusnya. Amin. Makasih ya semoga aku segera dilamar wkwk

      Hapus
  17. Dia ldr? Hmm aku juga gak mau pro atau kontra si soal hubungan seperti itu wkwkw. Alasan dia juga benar. Mungkin juga mantan nya masih memikirkan ego nya sendiri dan belum ada pandangan utk menikahi nya. Ditambah LDR.runyam lah itu. Predikat"orang ketiga" buat haqy makin terpampang nyata wkwkwk. Pertanyaan yg sama dulu jg pernah aku tanyakan ke mantan ku, ni. Eee akhirnya ya aku yg jadi diposisi nya mantan ny salma itu (gak sampe nikah sii di ditikung sama cewek gatel) wkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. LDR karena cowoknya akpol beb hehe. Gatau ya ada niat atau nggak. Tapi namanya masih pendidikan kan emang belum bisa nikah dalam waktu deket.

      Lhooooo kamu ditikung? Aku kaget sumpah

      Hapus
  18. Ngakak baca ini! Aku tetap #TeamDhimas. Aku siap kondangan ke Magelang!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kondangan ke Magelang karena gedung di Magelang lebih murah sewanya :)))))

      Hapus
  19. Jodoh rahasia Ilahi ya Er, aku suka satu kutipan Nothing is fair in Love and War jadi nggak bisa langsung nge-judge ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak Sari, kan kita nggak ngerti dalemnya ada masalah apanya. Aku cuma penonton hehhe

      Hapus
  20. Aku sampai konsultasi ke mamaku tentang fenomena Selma Haqy loh. Aku denger2 pacarnya Selma lagi pendidikan Akpol. Kata mamaku pendidikan akpol itu ga boleh nikah dulu. Mamaku sih setuju sama keputusan Selma. Selma sholat istikharah dulu kali ya dan dia lebih milih Haqy.

    gadzotica.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Dis, mantannya Akpol. Jadi sebenernya wajar belum bisa nikahin. Lagian aku juga yakin sih Selma milihnya juga pasti pakai pertimbangan. Yang penting udah yakin hihi. Cuma menyayangkan sih kadang caption nya kaya memojokkan mantan wkwk.

      Hapus
  21. Soal relationship emang nggak bisa disangka-sangka sih ya. Kadang yang udah dianggep sehati, taunya nggak jodoh. Momen dan waktu menentukan juga sih kalo menurutku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Dee, kembali lagi ke kata "Jodoh di tangan Tuhan juga" :)

      Hapus
  22. ini kemarin rame di bahas di medsos ya..sampe ada dua kubu..hehehhe. Saya juga ga bisa banyak komentar sih waktu itu, yang pasti si Mbak Selma berhak memilih terkait yang menurut dia terbaik untuknya. Aku juga sering denger cerita kayak gini, bahkan beberapa orang yang aku kenal pernah ngalamin kejadian ini juga. Aku setuju sama tulisan di atas semua org berhak memutuskan orang yang baik untuk jadi teman hidupnya, bahkan keputusan itu murni tanggung jawab individu bukan karena teman2, bukan karena keluarga dan bukan karena hal lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess, soal memilih pasangan hidup pasti banyak lah ya pertimbangannya. tapi semua emang kembali ke kita :D

      Hapus
  23. Kembali kepada komitmentnya Mbak, kalau menurut aku sih pernyataan Dimas sih masuk akal, karena semua itu kembali kepada Mbak yang akan menjalani hubungan sama siapa nantinya. Tapi kasihan juga udah lama bersama terus pisah.

    BalasHapus
  24. Menurut aku sih sebagai orang yang menganut faham anti pacaran yaelah...Itu sudah takdir seh, sebagai selwa udah bener kok langkahnya ,yang kita pilih adalah pasangan yg halalkan bukan yg hanya mau dekat hehe

    BalasHapus