Perjalanan Menuju Sarjana | 4

By Erny Kurniawati - 20.47.00


Saat menulis blog post ini, saya sedang duduk di kursi no. 4A, gerbong 6, Kereta Api Ekonomi Jaka Tingkir tujuan Jakarta - Yogyakarta. 

Ada perasaan lega sekaligus tak percaya. Akhirnya penelitian yang saya perjuangkan dua bulan terakhir terlaksana juga. Itu artinya, Perjalanan Menuju Sarjana terus berprogres. Walaupun mungkin jalan saya tak sesingkat teman lainnya. 

Dalam kereta menuju pulang ini, saya masih ingat betul dengan perasaan setengah tak percaya, saat saya melihat lampu-lampu kota Jakarta dari tempat duduk di pesawat. Cahaya yang sebelumnya terlihat seperti titik-titik, tampak semakin jelas membesar. Guncangan khas pesawat landing pun terasa. Momen mendaratnya Citilink di Bandara Halim itu menjadi awal perjalanan skripsi saya di Jakarta.


Sesaat setelah postingan Perjalanan Menuju Sarjana ketiga kuunggah beberapa waktu lalu, rasanya ada banyak sekali hal-hal mengejutkan yang terjadi. Pada tulisan sebelumnya saya cerita bagaimana saya merasa nyaris putus asa. Tapi ternyata, doa temen-temen pada kolom komentar postingan itu menjadi salah satu faktor yang mengantar saya sampai ke penelitian ini terjadi.

Semua berawal dari keinginan saya untuk nekat berangkat ke Jakarta hari Senin, 13 Maret 2017. Saya ingat betul, suatu malam saya ngomong tentang keinginan itu pada Fitri, temen yang bakal nampung saya saat melakukan penelitian di Jakarta. Saat saya cerita tentang keinginan saya itu, saya sama sekali belum mengantongi izin penelitian dari semua narasumber yang dituju. Saya asal ngomong aja. Siapa tahu dikabulin sama Yang Punya Hidup. 

Walaupun asal ngomong, nggak tahu kenapa saya kepikiran terus dan manteb bakal penelitian pertengahan Maret ini. Makanya, hari Jumat (10/3) pagi saya chat manajer untuk minta farewell saya dimajuin hari itu. Soalnya, hari Senin saya mau ngurus skripsi dan masih ada perasaan optimis untuk berangkat penelitian.

Saat meeting via video call siang harinya, hp saya berdering. Reflek kuangkat panggilan dari nomor tak bernama itu. Syukur Alhamdulillah, ternyata panggilan dari sekretaris salah satu narasumber. Melalui panggilan itu, beliau meminta saya dateng ke kantor hari Selasa (14/3). Saya pun dengan sumringah langsung mengiyakan. Sesaat setelah panggilan ditutup, saya terpaku setengah tak percaya. Keinginan untuk berangkat penelitian hari Senin itu ternyata jadi kenyataan. Dan pas sekali, hari Senin adalah hari pertama saya jadi pengangguran sementara.

Saya menyebut hal ini sebagai keajaiban. Kalau dinalar, rasanya Alloh itu begitu pahamnya dengan saya. Sampai-sampai penelitian yang saya perjuangkan sejak belum ada pikiran untuk resign dari kantor ini terjadi pada momen yang sangat pas. Pas hari pertama saya tidak bekerja kantoran, pas dengan keinginan saya, dan pas sekali bulan ini saya berhasil mendapat penghasilan 2 kali lipat dari freelance sampai ngerjain proyek blog kecil-kecilan.

Serentetan peristiwa yang "ngepasi" itu membuat saya semakin yakin kalau Yang Maha Kuasa memang punya rencana yang paling baik untuk umatNya.

Belum lagi selama di Jakarta saya selalu ketemu orang baik. Mulai dari narasumber yang sangat welcome membantu, penelitian dadakan ke instansi di luar agenda yang baru dihubungi jam 7 pagi dan ketemuan jam 11 siang, hingga ketemu stranger setiap hari yang nggak segan bercerita banyak pada saya bahkan membantu saya. Rasa-rasanya perjalanan ini penuh sesuatu yang membahagiakan. Sampai-sampai saya nggak sempat mengeluhkan macetnya Jakarta atau penuh sesaknya KRL jurusan Tebet - Pondok Cina.

Saya bersyukur sekali di postingan Perjalanan Menuju Sarjana kali ini bisa menulis sesuatu yang isinya bukan keluhan. Oiya, nggak lupa makasih banyak untuk Fitri dan keluarga yang nyediain tempat tidur selama 4 malam. Plus include breakfast gratisnya.



Terus, makasih juga untuk temen-temen lain yang bisa nemuin saya tanpa rencana. Rasanya, kemarin saya nggak cuma penelitian tapi juga liburan. Haha. See you di episode lainnya tentang Perjalanan Menuju Sarjana. 😊

  • Share:

You Might Also Like

5 komentar

  1. Alhamdulillah, semangat terus Ernyyy! Sama-sama lagi di perjalanan menuju sarjana nih kitaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Firaaaa doa terbaik utk perjalananmu juga ya! Thanks for your support. Ahh virtual support gini ampuh bikin semangat :D

      Hapus
  2. Itu "makasih banyak untuk Fitri dan keluarga yang nyediain tempat tidur selama 4 malam. Plus include breakfast gratisnya" ditulis di kata pengantar boleh juga lho. hahahah. Good luck for the next journey er!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lhaiya pasti aku bikin nanti di lembar persembahan :D

      Hapus
  3. sukses mengejar sarjana ya mbak

    BalasHapus