Program Keren YouthSpark Computer Science & Work Readiness

By Erny Kurniawati - 00.43.00


Temen-temen sudah baca serial Career Story saya? Yes, di sana saya cerita bagaimana awal mula saya terjun ke dunia kerja. Saya cerita  kalau awalnya belum ada gambaran jelas tentang dunia kerja. Untungnya sih saya sejak SMA sudah bikin life mapping yang berisi plan untuk 10 tahun ke depan. Jadi, saya masih punya pegangan dari life mapping itu dan memang sudah mengantisipasi sejak jauh-jauh hari kalau memang harus kerja sebelum lulus kuliah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Namun, saya sadar kalau nggak semua anak dari kelas ekonomi C seperti saya mendapat fasilitas belajar di sekolah unggulan. Bagi mereka yang terpaksa harus sekolah di pinggiran tentu jadi tantangan tersendiri untuk menyiapkan masa depan. Makanya saya berbinar-binar saat tahu Microsoft Indonesia dan YCAB (Yayasan Cinta Anak Bangsa) bekerjasama membuat program berjudul YouthSpark yang tujuannya untuk mengenalkan remaja usia SMP - SMA dari kalangan menengah ke bawah dengan teknologi dan peluang kerja. 

Program ini sebenarnya bukan program baru. Tahun 2017 ini merupakan tahun ketiga Microsoft Indonesia dan YCAB bekerjasama dalam program serupa. Jujur saya simpatik dengan program ini karena saya tahu betul bagaimana susahnya kalangan menengah kebawah mengakses pendidikan serta kesempatan seperti mengikuti program YouthSpark ini misalnya. Saya bisa bilang begitu karena saya tumbuh dari keluarga yang pas-pasan dan lingkungan saya di rumah jauh dari kata kelas menengah ke atas. Oleh karena itu, saya langsung mengiyakan saat Mbak Ester dari YCAB mengundang saya dan empat teman blogger lain untuk datang ke acara puncak YouthSparks ini.

Acara puncak YouthSparks dilaksanakan pada 15 dan 16 Mei lalu di gedung Wanitatama Yogyakarta. Acara hari pertama diisi dengan pameran hasil program ini yang dibagi menjadi dua kategori. Dua kategori itu adalah Computer Science dan Work Readiness. Saya pun antusias keliling ke setiap meja peserta pameran. Gimana nggak antusias, ini anak-anak SMP-SMA bisa bikin game sendiri, bikin apps, dan ada juga yang bikin life mapping untuk beberapa tahun ke depan. Saya salut dan merasa terharu karena anak-anak dari sekolah-sekolah non-unggulan ini bisa dapat kesempatan untuk belajar coding hingga dipandu oleh ahlinya untuk melihat peluang karir.


Saya sempat mampir ke salah satu meja pameran dari SMK Sewon. Tiga remaja lelaki ini membuat game yang diberi nama Go Mulung. Inspirasi awal dari game ini ternyata dari kondisi lingkungan di Jogja yang belum bebas dari sampah. Mungkin permainannya sederhana, tapi untuk saya yang penting justru bagaimana mereka bisa belajar berpikir kritis dan responsif terhadap kondisi daerahnya. Selain itu, saya juga sempat mampir ke meja peserta work readiness dari SMK YPKK Sleman. Saya sempat bertanya tentang life mapping versinya dan saat dijelaskan saya seperti kembali ke 6 tahun silam saat masih SMA. Saya seneng bisa ketemu temen-temen yang memiliki latar belakang ekonomi kurang beruntung, tetapi mereka semangat untuk mewujudkan mimpi. Makin seneng karena ternyata sekarang ada perusahaan sebesar Microsoft Indonesia dan NGO sekelas YCAB yang bersinergi bersama pemerintah membuat camp work readiness dan computer science sampai mereka bisa memamerkannya pada acara puncak YouthSpark. 25 peserta yang ikut pameran tersebut hanya sedikit dari peserta yang lolos. Karena jumlah peserta sebelum babak penyisihan sekitar 250 siswa. Banyak sekali ya jumlahnya!

Acara pada hari pertama ini diakhiri dengan pengumuman pemenang dari beberapa kategori program YouthSpark. Saya sempat takjub karena ternyata pemenangnya banyak yang dari siswa SMP juga. Bisa dibayangkan ya kalau sebenarnya potensi anak-anak di Indonesia itu besar, hanya saja mereka butuh dukungan yang tepat supaya bisa terus berkarya.



Saya kembali menghadiri acara YouthSpark pada hari kedua. Kalau hari pertama acara inti lebih kepada pameran, acara hari kedua lebih ke sosialisasi Realisasi Jogja Cyber City dan press conference untuk program YouthSpark itu sendiri. Pada sesi press conference, saya juga sempat melempar pertanyaan yang ditanggapi langsung oleh Ruben Hattari selaku Corporate Affairs Director Microsoft Indonesia dan M. Farhan, Secretary General YCAB Foundation. Kemarin saya bertanya tentang bagaimana perjalanan program work readiness hingga sejauh apa komitmen mereka untuk membantu peserta work readiness ke depannya.

Ruben dan Farhan menjelaskan bagaimana latar belakang program work readiness digagas hingga komitmen mereka untuk terus memantau peserta ini dengan cara memasukkannya pada data base. Dari sini saya merasa temen-temen peserta YouthSpark ini adalah orang yang beruntung. Walaupun mungkin belum menang pada kompetisi yang ada, tapi mereka sudah berada di circle yang tepat untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.


Saya sebagai blogger pun merasa beruntung banget bisa diundang untuk hadir dalam acara keren ini. Semoga ini bukan acara yang terakhir dan masih ada acara lainnya yang bisa membantu temen-temen lainnya untuk mewujudkan impian serta kehidupan yang lebih baik! Thanks for Microsoft Indonesia and YCAB for having me here!



  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. Banyak jempol buat Microsoft juga NGO YCAB yang berperan aktif bantuin anak muda kurang mampu. Moga nakin banyak anak muda yang bisa ikut acara ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, amien. Saya juga seneng banget ada program begini. Berarti Mereka percaya kalau semua anak punya kemampuan yang bisa mengubah hidupnya

      Hapus
  2. Acaranya inspiratif ya, mbak. Thanks for sharing :)

    BalasHapus
  3. MasyaAllah mb, program nya bagus sekali..semoga dengan program ini banyak anak anak dr klg yg kurang namun berprestasi mendapatkan kesempatan berkarya dan mendapat pendidikan yang lebih baik..Aamiin

    BalasHapus
  4. MasyaAllah mb, program nya bagus sekali..semoga dengan program ini banyak anak anak dr klg yg kurang namun berprestasi mendapatkan kesempatan berkarya dan mendapat pendidikan yang lebih baik..Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin mbak, saya juga seneng banget tahu ada program seperti ini. Smeoga makin banyak yang mendapatkan kesempatan untuk ikut program begini ya!

      Hapus