#EXPLOREBANTUL : Brunch di Warung Bumi, Bumi Langit Institute

By Erny Kurniawati - 18.02.00

Ada banyak long weekend dalam satu bulan memang bikin happy, tapi juga bikin saya bingung gimana memanfaatkan momen libur kerja ini. Setelah minggu sebelumnya saya gunakan untuk staycation, pindahan kost, pijat, dan baca buku, maka long weekend pada hari pertama bulan Mei ini saya manfaatkan untuk #ExploreBantul .


Rasanya sudah lama sekali saya nggak jalan-jalan ke destinasi wisata di Jogja. Sampai-sampai saya sering bingung kalau lihat foto-foto temen di tempat wisata di Jogja, tapi nggak familiar untuk saya. Dari situlah, saya ngajakin Dhimas untuk jalan-jalan. Seperti biasa, dia clueless dan ngusulin pantai. Berhubung saya bukan beach person, saya pun ngusulin untuk jalan-jalan di daerah Imogiri Bantul. Dhimas bertugas untuk riset destinasi yang mau kita kunjungi. Dia pun memberi saya beberapa opsi dengan opsi pertama Bumi Langit Institute. Saya langsung say yes karena sudah lama penasaran dengan tempat yang satu ini. Kami pun memutuskan ke sana, namun nggak ikut tour Bumi Langit-nya, melainkan untuk menikmati brunch di Warung Bumi yang terkenal dengan menu berbahan dasar hasil perkebunn dan peternakan mereka yang organik itu.

Dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam 20 menit dengan sepeda motor, akhirnya kami sampai di lokasi Bumi Langit Institute. Beruntung sekali kami tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Suasana siang itu panas, tapi disertai angin semilir. Lokasi Bumi Langit yang di perbukitan membuat udara sekitar terasa segar dan venue-nya pun punya pemandangan cantik.

Kami pun segera masuk ke pendopo Warung Bumi dan memilih duduk di ujung kiri dengan pemandangan perumahan dan perkebunan milih Bumi Langit Institute. Dari sini, kami juga bisa memandang lepas suasana Kota Bantul dari atas bukit. Langit siang itu sedang cerah-cerahnya sehingga membingkai sempurna pemandangan di depan mata.
 


Tanpa berlama-lama kami memilih menu nasi goreng kecombrang dan nasi campur spesial dengan dua gelas es teh gula batu sebagai menu brunch. Kami sengaja mengosongkan perut pagi itu karena ingin menikmati menu dari Warung Bumi. Sambil menunggu pesanan datang, saya menyempatkan untuk jalan-jalan di sekitar dan memotret suasananya Warung Bumi yang belum terlalu ramai.



Kurang lebih 20 menit kemudian pesanan kami datang. Ada nasi campur spesial yang isinya antara lain, urap bali, terong masak pedas, ayam suwir, satu lagi saya lupa, dan dilengkapi dengan nasi beras pecah. Beras pecah ini merupakan beras organik pecah kulit (unpolished). Kalau tidak salah, masih sama-sama dari beras putih, tapi proses pembersihan kulitnya hanya sekali sehingga kandungan serat lebih tinggi dan kandungan gulanya jauh lebih rendah. Intinya sih jauh lebih sehat! Sama halnya dengan nasi campur spesial saya, nasi goreng kecombrang yang dipesan Dhimas juga menggunakan beras pecah kulit. Rasa dari kedua menu ini enak walaupun termasuk dalam menu sehat. Jadi saat makan tuh nggak cuma happy tummy, tapi juga sehat di badan. Untuk es tehnya pun nggak kalah enak. Sebagai pecinta teh, saya paling jarang pesen es teh di warung makan atau pun restoran. Alasannya karena saya sering kecewa dengan rasa teh mereka yang hambar dan kurang wangi serta pahit. Tapi pengecualian untuk es teh dari Warung Bumi ini. Wangi tehnya berhasil membuat saya satu cinta dan saat menyeruputnya rasa pahit manisnya pas di lidah. Saya langsung suka dengan es teh mereka!
nasi goreng kecombrang
nasi campur spesial
Warung Bumi ini punya beberapa menu unggulan. Saya menyebutnya menu unggulan karena kebanyakan teman menyarankan saya mencicipi menu-menu ini. Menu tersebut antara lain nasi campur dan es kombucha. Kombucha itu merupakan minuman yang dibuat dari hasil fermentasi teh. Sayangnya, saya baru nyobain nasi campur karena saat kesana pencernaan saya sedang kelewat lancar sehingga nggak berani nyobain kombucha yang terkenal membantu melancarkan pencernaan itu. Berhubung belum nyobain kombucha, itu artinya saya masih ada alasan untuk kembali ke Warung Bumi ini lagi ya! 
 





Setelah selesai melahap menu brunch tersebut, kami masih berlama-lama di sini. Angin sepoi dengan hawa segar pegunungan membuat kami malas beranjak ke destinasi berikutnya. Saya pun memutuskan untuk menghampiri meja display yang menyajikan aneka produk hasil olahan Bumi Langit Institute. Ada bawang putih organik, aneka minyak organik, selai, sea salt, bahkan masker kefir pun ada. Siang itu saya nggak beli apa-apa, tapi sempat ngobrol-ngobrol dengan salah seorang pengelolanya. Dari obrolan ini saya tahu kalau Bumi Langit Institute ternyata juga membuka jasa tour untuk tamu yang ingin berkeliling melihat fasilitas dan aktivitas di sini. Bumi Langit Institute ini dikelolah oleh sebuah yayasan dan pengelolanya pun tinggal di tempat tersebut. Jadi, dengan mengambil tour itu kita bakal tahu bagaimana kehidupan mereka yang menggunakan prinsip sustainable life. Intinya, hidup yang selaras dan saling menguntungkan dengan alam. 

Berhubung kami sudah ada rencana untuk eksplore tempat wisata lain di sekitar Imogiri, kami pun nggak mencoba tour yang ditawarkan oleh Bumi Langit Institute tersebut. Padahal biaya tournya murah lho yaitu, Rp 15.000/orang. Oiya, untuk range harga menu makanannya sendiri mulai dari Rp. 15.000,- an. Sedangkan minumannya mulai Rp 10.000,-.



Walau cuma sempat brunch di Warung Bumi, tetapi tempat ini sangat berkesan bagi kami. Terutama soal rasa makanan dan kebersihan tempatnya. Menu-menu yang kami coba benar-benar memanjakan lidah. Makanan sehat nggak enak itu hanya mitos bagi Warung Bumi. Belum lagi menu makanannya variatif. Sementara untuk kebersihannya, kami terkesan dengan lantai keramik kuno di Warung Bumi yang mengkilat bersih. Begitu pun dengan lantai masjidnya yang terletak di bagian lain. Bukan itu saja, toilet kering di Warung Bumi sangat bersih sama halnya dengan toilet basah di dekat area masjid. Saya sampai terheran-heran, sepertinya pengelola Bumi Langit Institute ini benar-benar mengamalkan "kebersihan sebagian dari iman" sehingga semua areanya bersih terjaga.



Setelah puas menikmati menu makanan dan mengeksplore Warung Bumi, kami pun melanjutkan agenda jalan-jalan ke destinasi selanjutnya. Tunggu postingan berikutnya tentang #ExploreBantul ya!

  • Share:

You Might Also Like

10 komentar

  1. Aku juga udah lama penasaran sama tempat yang satu ini semenjak liat postingan salah satu temenku beberapa bulan yg lalu... Semoga pas ke Yogya nanti bisa sempat kesini jugaaa :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini enak banget sih menu-menunya. Sebelumny aku sempat langganan beli roti sorgum mereka. Kamu kalau di Jogja wajib ke sini. Pasti deh happy ahha

      Hapus
  2. Hadoooh .. nama menunya nasi goreng kecombrang dan nasi campur spesial dengan dua gelas es teh gula batu sebagai menu brunch

    langsung kebayang bayang nikmatnyaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung postingnya nggak pas puasa ya haha thanks for mampir

      Hapus
  3. Wah kalo nanti liburan ke Yogya lagi mau sempetin ke sini ah, thanks buat referensinya mbak dan salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus mampir ya! Biar tau enaknya makanan organik di sini hehe

      Hapus
  4. nyasar disini, itu nasi gorengnya boleh juga..penuh sehat sejahtera organik semua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mas sudah mampir ke blog ini. Iya nih kalau makan jadi bebas guilty feeling.haha

      Hapus
  5. Sebagai penyuka kecombrang kayanya ini salah satu tempat yang wajib aku kunjungi kalo ke Jogja lagi, sekalian mau ikut tournya. Mana menu makanannya sehat pun ya, jadi makannya tanpa rasa bersalah. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, harus mampir makan di sini kl ke jogja. Kecombrangnya organik juga hehe

      Hapus