#EXPLOREBANTUL : Wisata Seribu Batu Songgo Langit

By Erny Kurniawati - 18.19.00


Saya masih ada janji untuk share tentang perjalanan #ExploreBantul beberapa waktu yang lalu. Jadi setelah menikmati brunch sekaligus sholat dzuhur di Warung Bumi, saya dan Dhimas melanjutkan perjalanan ke Wisata Seribu Batu Songgo Langit. Kami memilih obyek wisata tersebut secara impulsif karena memang pengen jalan-jalan di sekitar Imogiri, Bantul. 




Hanya memerlukan sekitar 20 menit untuk sampai di tempat wisata Seribu Batu Songgo Langit. Siang itu suasana parkiran cukup penuh sesak oleh kendaraan pengunjung. Saya sempat ingin mengurungkan niat untuk turun ke lokasi. Namun, bunga warna-warna di dekat pintu masuk menarik perhatian saya. Saya pun akhirnya mantap untuk masuk ke lokasi wisata. 

Untuk bisa masuk ke lokasi ini pengunjung diharuskan membeli tiket seharga Rp. 2.000,-. Harga yang menurut saya murah sekali dan berhasil membuat lokasi ini jadi pilihan banyak orang dari berbagai kalangan. Bagi orang yang suka dengan wisata pegunungan, saya suka dengan destinasi ini. Tempat wisata Seribu Batu Songgo Langit ini menawarkan sesuatu yang unik. Di dalamnya terdapat rumah kayu, seribu batu, rumah hobbit, sampai flying fox

rumah kayu

Buat kamu yang tidak suka panas-panasan, wisata yang satu ini bisa jadi pilihan. Lokasinya yang berada di perbukitan memang membuat kita memerlukan tenaga ekstra untuk jalan-jalan mengeksplornya. Namun, cahaya matahari tidak akan membuat kita kepanasan karena pohon-pohon pinus siap menaungi kita semua. 

Saya yang dari awal masuk ke lokasi ini penasaran kenapa namanya Seribu Batu Songgo Langit langsung menebak-nebak latar belakang nama tersebut. Ternyata, di sini memang ada banyak bebatuan besar. Lalu di beberapa sisi saya juga menemukan tanaman bunga Songgo Langit. Yes, Songgo Langit itu nama salah satu tanaman hias merambat dengan bunga berwarna pink tua dan daun berjari. 


Saya masih terus berjalan mengitari lokasi wisata Seribu Batu Songgo Langit ini. Sayangnya siang itu suasana sangat ramai. Rasanya semua pengunjung tumplek blek di sana. Ada yang datang sekeluarga, datang rame-rame dengan teman, hingga yang datang bareng pasangan seperti saya. Karena terlalu ramai, saya jadi nggak bersemangat untuk foto-foto. Semangat saya untuk berfoto di area ikonik, rumah hobbit pun menurun dengan drastis melihat banyaknya antrean foto di sana. Saya cuma mengambil beberapa gambar orang yang sedang berfoto dan melangkahkan kaki menuju ke area foodcourt

rumah hobbit

Setiap kali jalan-jalan, saya selalu menyempatkan diri untuk mencicipi makanan yang dijajakan di foodcourt. Walaupun siang itu saya cuma memesan es kopi dan Dhimas memesan mie goreng. Sambil istirahat, kami sempat ngobrol dengan ibu-ibu paruh baya yang melayani pesanan kami. Beliau bercerita kalau dulunya lokasi wisata Seribu Batu Songgo Langit adalah hutan milik pemerintah. Atas gagasan dan kesolidan masyarakat setempat, mereka mendapat izin untuk membangun lokasi ini dan dijadikan tempat wisata seperti sekarang. Mendengar cerita tersebut saya takjub karena semangat masyarakat tersebut begitu besar. Saya jadi inget kampung halaman dan berpikir mampukah saya mengajak warga sekitar untuk bareng-bareng membangun lokasi wisata yang menghasilkan seperti ini? 



Tidak terasa, kami sudah duduk di warung tersebut sekitar 1 jam. Saya pun mengajak Dhimas untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi ketiga. Kira-kira kemana kami? Tunggu postingan berikutnya ya!



  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. fotonya kece semua mbam Erny. saya udh prnh beberapa kali ke sini, one of my fav leisure spot.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makasih banget mbak! Aku tersanjung hahaha. Sayangnya sekarang uda ruame ya Mbak. Sampe-sampe aku blm keturutan foto di depan rumah hobbit

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya mbak, sampe rame full begitu :)

      Hapus