Tips Mengamankan Keuangan Saat Ramadhan

Bulan Ramadhan sebentar lagi! Siapa sih yang nggak excited menyambut bulan suci ini? Selain bulan istimewa karena ladang pahala, bulan s...

Bulan Ramadhan sebentar lagi! Siapa sih yang nggak excited menyambut bulan suci ini? Selain bulan istimewa karena ladang pahala, bulan suci biasanya identik dengan THR juga. Dapet gaji dua kali lipat memang menyenangkan. Bayangan beli ini itu mungkin juga sudah datang. Oleh karena itu, saya justru mau berbagi tips untuk mengamankan kondisi keuangan saat bulan Ramadhan. Jangan sampai THR malah melenakan kita dan habis sekejap disertai dengan celetukan, "perasaan nggak beli apa-apa deh." So here we go!

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari google analytic. Yes, kemarin saya ngecek siapa reader utama blog ini dan ternyata perempuan usia 18 - 24 tahun. Saya langsung paham karakternya karena saya juga berada di rentang usia tersebut. Selain itu, usia 18 - 24 tahun itu usia peralihan dari remaja ke dewasa, dari mahasiswa ke pekerja, dari hidup numpang orang tua ke belajar hidup dengan finansial sendiri. Termasuk masa-masa euforia dapet gaji pertama hingga THR pertama. Masa-masa awal bekerja dan menuju mandiri secara finansial ini memang melenakan sih. Selain punya penghasilan sendiri, kita juga punya kuasa untuk mengelola keuangan tanpa campur tangan orang tua. Makanya, nggak heran ada perasaan senang karena bebas menggunakan penghasilan kita. Namun, perlu juga berhati-hati. Jangan sampai keuangan kita justru jadi berantakan karena euforia itu. Apalagi pada bulan Ramadhan. Ajakan untuk buka puasa bersama pasti membanjiri jadwal kita sehari-hari. Lalu kebutuhan lain juga meledak dengan dalih "kan persiapan lebaran". Terus gimana donk menyiasatinya? Kalau saya sih dengan beberapa cara berikut ini:

1. Buat rencana keuangan khusus bulan Ramadhan
Temen-temen sadar atau nggak kalau selama bulan Ramadhan kita sering diterpa banyak iklan yang persuasif banget? Misal ya iklan skincare untuk melembabkan kulit. Dengan alasan berpuasa meningkatkan risiko dehidrasi, kita jadi diterpa banyak iklan yang mengklaim produknya mampu menghidrasi tubuh hingga kulit dengan lebih baik. Sebelum benar-benar beli, cek dulu deh jangan-jangan kita sudah punya produk dengan fungsi sama, namun kita tercuci otaknya oleh iklan yang gencar itu.

Untuk mencegah pengeluaran yang tidak perlu di bulan Ramadhan, temen-temen bisa mencontoh cara saya. Cara saya ini nggak unik sih, tapi so far berfungsi dengan maksimal. Jauh-jauh  hari sebelum Ramadhan saya sudah membuat rencana belanja khusus dan rencana anggaran dari THR.

Dimulai dari rencana belanja khusus terlebih dulu ya! Rencana ini berisi daftar barang yang mau dibeli untuk occasional Ramadhan dan Lebaran. Contohnya beli cookies untuk Lebaran, beli baju baru untuk adik-adik, beli kaftan untuk diri sendiri, dan sebagainya. Biasanya daftar belanja menjelang Lebaran itu meningkat, jadi melebihi uang belanja bulanan saya biasanya. Nah, kalau sudah begitu, saya mengambil sekian persen dari THR. Lalu sisa dari uang THR itu saya bagi lagi untuk uang saku saat pulang ke rumah, uang THR untuk saudara, dan uang dana darurat yang kalau nggak kepakai jadi tabungan.


Seperti yang sudah saya singgung, THR yang kita dapat sebaiknya langsung dipecah menjadi beberapa pos. Kalau THR-mu cukup besar, memasukan pos tabungan khusus menurutku perlu. Tapi kalau THR-nya masih kecil seperti saya, saya bagi jadi 3 pos yaitu, anggaran belanja, anggaran uang saku dan THR untuk saudara, dan uang dana darurat. Sekian persen dari uang saku itu biasanya saya belikan barang idaman. Hitung-hitung sebagai penghargaan untuk diri sendiri.


2. Belanja Produk Diskon
Menjelang lebaran penawaran diskon dari berbagai produk makanan hingga pakaian menjamur, tapi tetap harus cerdas menyikapi badai diskon ini. Untuk menyikapinya, saya membuat list belanja dan saat tiba di swalayan saya bakal utamakan mengambil produk diskon. Selain itu, saya sengaja membawa uang tunai dan meninggalkan kartu ATM agar nggak ada pengeluaran di luar rencana.


3. Belanja Online
Nggak semua orang, tapi beberapa orang mengaku belanja online bisa menekan pengeluaran impulsif. Kalau bagi saya, belanja online ini berlaku untuk belanja produk fashion menjelang lebaran. Soal belanja fashion ini saya biasanya membuat rencana jauh-jauh hari juga. Seperti baju lebaran tahun 2017 saya mau beli yang sekalian good quality. Dari segi harga mungkin lebih mahal, tapi justru membantu saya mencegah beli baju terlalu sering. Mendingan beli 1 tapi bagus, daripada beli banyak tapi nggak awet dan pengeluaran bisa lebih banyak karena nggak terasa. Iyap, lagi berusaha diet belanja baju biar lemari nggak makin penuh dan saldo rekening aman. Hehe.

4. Selektif untuk Menerima Ajakan Buka Bersama
Ramadhan tiba berarti ajakan buka bersama dengan dalih reuni akan datang juga. Kalau menurut saya pribadi, ajakan buka bersama sebaiknya nggak selalu diiyakan. Sadar atau tidak, buka bersama di luar seringkali membuat kita mengeluarkan dana makan tambahan. Belum lagi efek lain melewatkan tarawih karena masih di luar bersama teman. So, saran versi saya sih lebih selektif lagi untuk menerima ajakan buka bersama. Jangan sampai buka bersama membuat pengeluaranmu membengkak dan ibadah kurang fokus.
 
5. Ingat Prioritas
Sebagai golongan darah A, saya emang seorang planner. Termasuk dalam urusan duit. Pengalaman buruk mengelola keuangan yang terjadi pada orang tua membuat saya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan dana. Saya selalu menanamkan mantera "ingat prioritas, ingat prioritas, ingat prioritas," di dalam pikiran. Prioritas ini maksudnya rencana keuangan masa mendatang, misalnya untuk tambahan dana liburan, atau untuk tambahan dana lamaran. Haha. Jangan sampai kita menikmati euforia belanja kalap dalam sekejap terus meringis nggak punya saving di kemudian hari.

Itu dia tips ala saya untuk mengamankan keuangan saat Ramadhan. Intinya sih kelola uang dengan penuh kesadaran. Semoga tips ini bermanfaat! Kalau temen-temen punya tips lain bisa lho sharing tipsmu di kolom komentar karena saya masih butuh banyak belajar.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Ini tips-nya nggak cuma buat ramadhan sih, buat seterusnya juga baiknya begituu. Apalagi tips ke-5: "Ingat prioritas".

    Ingat terus sih, tapi juga sering khilaf :') Heheuu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya sih bisa untuk daily. Yes, inget prioritas tuh jadiin jampi-jampi biar kalau khilaf pun nggak keseringan! Haha

      Hapus
  2. Lima tipsnya oke banget dan aku baru sadar kalau ternyata aku sudah menerapkan kelimanya, yeaaay :D
    Sedikit cerita, awal usia 18-19 memang heboh ngeliat diskon, apalagi orang tua sudah memberikan kepercayaan untuk aku pilih ini itu sendiri. Kepingin ambil semuaaa deh rasanya, tapi masuk usia 20 dan sampai sekarang, alhamdulillah sudah lebih bisa menahan diri dan sadar "prioritas".

    www.vidazenitha.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener deh dulu saya juga gitu. sekitar 3 taunan lalu pas awal kerja suka kalap belanja. Sekarang malah mikir how to saving hehe. Ternyata sama ya dengan kamu. :)

      Hapus

Flickr Images