Warm Conversation

Petang tadi saya bersama teman-teman sekantor mengadakan buka bersama di sebuah desa di daerah Bantul. Sepulang dari acara tersebut, s...


Petang tadi saya bersama teman-teman sekantor mengadakan buka bersama di sebuah desa di daerah Bantul. Sepulang dari acara tersebut, saya satu mobil dengan salah satu temen yang sebut saja A. Sepanjang perjalanan kami ngobrol banyak hal. Obrolan kami tadi jauh lebih intens ketimbang saat di kantor. Walaupun kami duduk bersebelahan, tapi saya yang masih terhitung anak baru belum tahu banyak hal tentang kehidupan A. Sampai malam tadi dalam perjalanan pulang. 

Baik saya maupun dia baru sadar kalau kami ternyata punya kemiripan jalan hidup. Terutama soal keluarga yang broken, drama perekonomian keluarga yang berubah 180 derajat dari masa kecil kami, hingga perjuangan-perjuangan agar tetap bisa makan dan hidup dengan layak setiap hari. 


Kami masih melanjutkan obrolan karena A mampir ke kost saya. Kami pun secara bergantian berbagi cerita tentang bagaimana kami melewati masa-masa sulit. Terlihat sederhana, tapi bagi saya yang jarang ketemu orang dengan jalan hidup mirip, obrolan malam ini sangat berkesan. "Ngobrol sama orang yang punya jalan hidup mirip gini tuh enak Mbak. Setidaknya kamu paham sama keadaanku karena kamu pernah ngerasain di posisi yang mirip denganku. Aku jarang cerita ke orang karena kadang terasa percuma. Toh mereka nggak ngerasain susahnya jadi kita," kata A. Saya mengiyakan karena memang benar begitu adanya. 

Obrolan kami terus berlanjut. Kami berdua sesekali tersenyum tanda tak percaya dan setengah takjub karena ternyata kami bisa melewati satu demi satu tantangan dalam hidup. Lebih dari itu, kami merasa anget hatinya saat tahu kalau mimpi buruk soal keluarga hingga masalah ekonomi itu bukan hanya milik saya atau dia saja. 


Yang saya ingat sekali dari obrolan malam ini adalah kenyataan kalau setiap tantangan hidup itu telah menguatkan kami berdua. Kesulitan, keadaan yang tak diinginkan, dan realita yang begitu jauh dari ekspektasi adalah sedikit alasan yang membantu kami jadi lebih kuat dari waktu ke waktu dan lebih mudah untuk mengucap syukur. Seperti kata orang, "ada duka untuk membantu kita lebih menghargai kebahagiaan." Itulah yang kami alami selama ini. Karena pernah merasakan susahnya kehabisan uang untuk makan, kami jadi bersyukur sekalipun menu makan kami begitu sederhana. Karena kami tahu usaha panjang untuk bisa beli motor sendiri, kami jadi bersyukur mengendarainya kemana saja meskipun panas terik membakar kulit kami. Begitulah kesulitan hidup menguatkan kami berdua. 

Buat temen-temen yang baca tulisan ini, jangan lupa bersyukur dan stop untuk melihat ke atas terus. Coba lihat sekelilingmu atau bahkan bawahmu. Hidup itu nggak selalu tentang senang dan senang, achievement yang membanggakan. Karena bisa tetap berpikir waras setelah banyak kondisi sulit kami lewati juga termasuk achievement


PS: all pics belongs to unsplash.com

You Might Also Like

7 komentar

  1. Ah, emang hangat banget ini obrolannya. Pernah suatu ketika ada temen yang mirip juga ceritanya sama kamu dan cerita sama aku. Mungkin lebih prihatin sih karena dia sampe menutup diri banget nget nget. Saat aku ceritain kondisi dia ke temen lain, malah jawabannya "kok ceritanya ke kamu? aku juga kayak dia tapi nggak cerita-cerita tuh". Nanggepinnya seakan temenku yang cerita itu jual derita. Padahal namanya sharing itu ibarat ngelepas beban. Kalau curhat dijustifikasi sebagai jual derita, gimana cara kita buat mulai percaya lagi sama orang lain.

    Beruntung banget kalau masih ada yang perhatian sama cerita kita ya Er. Setidaknya sebagai blogger, kita bebas curhat colongan muehehehe. Dan biasanya banyak yang merasakan hal yang sama. Lumayan bikin hati lega :')

    Semangat ya Ernyyy :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sumpah kok gitu :( Padahal cerita sama orang lain itu bisa mencegah depresi lho. Iyes, bisa curhat colongan haha. Walaupun awalnya agak malu, tapi semoga curhatannya bisa membantu orang lain untuk lebih bersyukur dengan hidup mereka :)

      Hapus
  2. Menginspirasi banget er, yang kayak gini nih mungkin aku ga sekuat kamu kalo jadi kamu. Bersyukur banget setiap denger pengalaman hidup org lain jadi dapet pelajaran juga tanpa harus mengalami kesusahan yang sama, pastinya masa depan yg baik menanti kamu er, InsyaAllah :')

    Lia Ardiatami of www.ardiatami.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha kalau kepepet tuh kita pasti jadi kuat lho Li. Thank you supportnya Li. Means a lot to me ;)

      Hapus
  3. Aku pasti hampir selalu tersentuh kalo baca postingan tentang perjuangan - perjuangan kamu, Erny... Hebat banget abisnya! Semangat selalu yaa, karena dibalik setiap perjuangan itu selalu ada kepuasan yang tak ternilai begitu kita dapat hasinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh kamu sweet sekali. Aku selalu nulis tentang ini dengan ketakutan seolah menjual derita lho kak. Tapi tanggapanmu ini bikin ati anget. Thanks for always supporting me :*

      Hapus
  4. Lega banget ya saat bisa cerita sama orang yang punya pengalaman sama dengan kamu.. Mereka biasanya lebih memahami kondisi kita tanpa judge :) Kadang sebel juga sih sama orang yang pas cerita gitu dan gak ngerti sama kondisi kita yang sebenarnya, lalu asal judge, dan kita dibilang kurang bersyukur, kurang berdoa.. Hehehe

    BalasHapus

Flickr Images