English Ivy Coffee

By Erny Kurniawati - 21.39.00


Saya pernah jadi moody person terutama dalam hal menulis dan ngerjain kerjaan baik kuliah maupun kantor. Suka menunda-nunda dan mepet deadline. Tapi untungnya masa-masa itu sudah lewat. Saya mau nggak mau memaksa diri untuk keluar dari habit jelek tersebut. Susah sih, tapi harus karena dengan nunggu mood jadi bagus berarti kita sudah ngebuang waktu produktif yang seharusnya bisa menghasilkan sesuatu. Masak kerjaan nunggu mood baik? Seharusnya kan diri kita yang punya kendali untuk bikin mood baik tanpa menunggu. 

Salah satu usaha saya buat bisa produktif sekalipun mood sedang nggak oke, saya memilih mengerjakan sesuatu di luar rumah. Pilihannya jatuh di cafe atau co-working space. Beruntung sih karena tempat tinggal saya sekarang dekat dengan cafe-cafe yang nyaman untuk bekerja dan harga menunya cukup terjangkau. Seperti cafe yang sebulan terakhir jadi andalan saya yaitu, English Ivy Coffee. 




Saya sampai niat sharing cafe ini saking seringnya ke sini. Baristanya sampai hafal sama saya karena bisa 2 hingga 3 kali dalam seminggu saya menghabiskan waktu berjam-jam di cafe ini. Pas awal ke English Ivy Coffee suasananya masih cukup tenang dan sepi. Maklum saat itu baru sebulanan buka. Beda banget dengan sekarang yang hampir setiap waktu ramai. Untungnya sih cafe ini punya dua ruang. Indoor dan outdoor. Indoor merupakan non-smoking area dan berfungsi untuk co-working yang punya suasana lebih kondusif untuk bekerja daripada outdoor area. Outdoor area lebih untuk smoking area dan tempat untuk ngumpul-ngumpul santai bareng temen. Karena bukan tempat untuk bekerja, outdoor ini biasanya jauh lebih ramai. Setelah 11 kali menghabiskan waktu di cafe ini, saya baru sekali mencoba outdoor area. Itu pun karena indoor-nya sedang full dan agendanya emang nggak untuk kerja, melainkan ketemuan sama temen. 

Yang saya suka dari cafe ini pertama-tama suasananya yang berada di pinggiran jalan kecil dan dikelilingi sawah. Somehow, ambience-nya jauh lebih nyaman dibandingkan dengan cafe yang sebelumnya saya jadikan tempat kerja dan berlokasi di pinggir jalan utama. Suara lalu lalang kendaraan bermotor cukup minim sehingga suasana lebih tenang. Jadi kalau pun saya ke sini saat sedang banyak pikiran atau mood nggak bagus, tapi harus ngelarin ini itu saya tetep bisa fokus dan nggak jarang justru mood saya jadi membaik! 


Selain itu, saya suka juga dengan interior cafe ini. Simple dengan dominasi warna putih dan cokelat kayu. Rasanya pas aja cafe ini ada di tepi sawah. Terus ada aksen ubin kunci juga yang membuat interiornya nggak plain.Yang saya sayangkan dari cafe ini adalah nggak adanya mushola. Untung ada masjid kampung nggak jauh dari sini.

Terus yang nggak kalah penting menu-menu dan harga yang mereka tawarkan. Cafe ini menyediakan menu kopi dan non-coffee. Ada teh juga di sini. Harga minumannya mulai dari 15K dan paling mahal 25K. Untuk menu makanannya nggak begitu lengkap. Hanya ada menu pastry dengan harga 15K semua variannya. Berhubung nggak ada makanan berat, saya sih nyaranin kalau temen-temen mau ke sini pastiin dulu perut terisi dan nggak butuh makan berat hehe. 


Oiya, tulisan ini bukan sponsored post ya temen-temen. Ini bener-bener honest opinion dari saya yang bisa ngabisin berjam-jam duduk di depan laptop untuk kerja dan ngeblog di English Ivy Coffee. Maupun ke sini cuma untuk nulis jurnal harian dan ketemu temen. Best time ke sini sore hari menjelang magrib. Kalau temen-temen ke Jogja dan mau mampir ke cafe ini, bisa lho senggol-senggol saya buat diajakin hehe. 


  • Share:

You Might Also Like

12 komentar

  1. Pengen coba ke sini ah next time. Aku baru bikin project buat review tempat2 yang bisa buat opsi workspace nih. Kamu ada rekomendasi lagi nggak Er?

    BalasHapus
    Balasan
    1. rekomendasiku sejauh yang aku ngerti ya han hehe. aku tahunya Drana, Saorsa, maraville, paradoks (tapi suka rame kelewatan), ekologi, noe cafe (tapi sering rame juga)

      Hapus
  2. Ini dekettt banget sama rumah saya mba, tapi malah belum pernah sama sekali coba nongkrong disitu hehe. Boleh nih kayaknya kapan kapan dicoba ke ivy coffe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke sini mbak, tapi paling nyaman sih sore gitu kalau malem biasanya lebih rame lagi hehe. Wah kapan-kapan bisa bareng donk yah!

      Hapus
    2. Iya mba soon bakal coba kesana, karena hampir setiap lewat pasti disitu ga pernah sepi. Ada rekomen menu yg harus dicoba ga? Siapatau kita ga sengaja ketemu disana boleh ya nanti saya sapa2 hihi

      Hapus
    3. Kalau aku andalannya Nutmarry coffe tapi tanpa whipecream, cafe latte hazelnut, dan teh mint hehe. Boleh banget donk

      Hapus
  3. Balasan
    1. Kak Jul kamu pasti udah pernah ke sini juga kan hehe

      Hapus
  4. Thats place so cutieee. Apalagi baca reviewnya makin ingin kesana:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyaman dan enak lho menu2nya. Sayang aja nggak ada makan besar ehehe ayo cobain

      Hapus
  5. Wifinya kenceng ga mbak?

    BalasHapus
  6. tempatnya bagus ya, instagramable banget hehe. cozy juga keliatannya. kapan-kapan kalo ke jogja mampir ah. Suka nulis tentang kuliner? Coba nulis di belanga.id yuk. Lagi ada kompetisi berbagi foto dan kuliner #JadiKangenIbu. Hadiahnya jutaan rupiah. Cek https://belanga.id/kangenibu/ jangan lupa follow Instagram @belangaindonesia dan like Page FB Belanga Indonesia :)

    BalasHapus