Kenalan dengan Beragam Jenis Influencer

By Erny Kurniawati - 01.23.00


Pertama-tama saya nggak nyangka kalau antusiasme pembaca tulisan tentang 5 Ekspektasi Brand saat Bekerjasama dengan Influencer bakal sebesar itu. Sesuai dengan janji saya pada tulisan tersebut, kali ini saya mau sharing soal berbagai macam jenis influencer di mata klien. Jadi, di lapangan itu influencer terbagi atas beberapa nama yang berbeda misalnya nih, selebgram, blogger, buzzer, troopers, dll. Tapi sebelumnya saya mau ngasih disclaimer dulu ya. Sharing saya soal macem-macem jenis influencer di mata klien yang saya maksud ini saya batasi dari kacamata saya sendiri. Soalnya ada beberapa istilah yang definisinya belum ada di kamus-kamus, jadi definisi ini bener-bener definisi di lapangan. So, udah siap nyimak? Yuk, langsung simak satu persatu ya!

INFLUENCER


Influencer ini maksudnya adalah orang-orang yang punya power untuk mempengaruhi orang lain. Intinya, apa yang dia bahas entah di media sosial, blog, atau YouTube bisa mentriger audiensnya untuk melakukan atau mencoba sesuatu seperti yang ia lakukan. Level paling rendahnya, influencer ini bisa meningkatkan awareness audiensnya terhadap informasi tertentu. Bisa dibilang kata influencer ini merupakan istilah yang paling general.

MACRO INFLUENCER

 

Macro Influencer ini biasanya orang yang memiliki followers besar, bisa puluhan atau ratusan ribu bahkan jutaan. Biasanya dia berpengaruh secara online maupun nyata. Bisa dibilang mereka ini selebriti masa kini. Nah, Macro Influencer ini biasanya juga seorang trendsetter yang diakui oleh berbagai kalangan. Biasanya brand besar mengajak kerjasama macro influencer untuk menjangkau target marketnya secara luas. Maklum, macro influencer memang diakui ketenarannya, jadi wajar banget kalau dia menjadi trendsetter dan brand mana sih yang nggak kepengen produknya jadi tren?


Nah, salah satu contoh macro influencer dunia adalah Chrissy Teigen, istri penyanyi John Legend. Brand sebesar Becca Cosmetics pernah merilis produk kolaborasi dengan Chrissy lho. 

SELEBGRAM

 

Kali ini bahasannya udah lebih mengerucut ya. Kalau selebgram, biasanya didefinisikan sebagai influencer yang power terbesarnya ada pada media sosial instagram. Yes, selebgram ini kayanya muncul setelah sebelumnya istilah selebtwit ngetren sekitar tahun 2010 sd 2012-an. Iya nggak sih? 

Beberapa tanda selebgram yang paling simple adalah punya follower belasan hingga jutaan dan bisa saja dia powernya hanya ada pada media sosial aja. Tapi, sekarang banyak selebgram yang juga berprofesi mentereng di dunia nyata. Sebut aja desainer, artis, dan banyak macemnya. Karena kekuatan intinya ada pada power menginfluence audiens via Instagram, maka kerjasama dengan selebgram biasanya dihitung dari engagement, followers, dan citra dari selebgram tersebut. Tapi, ada yang perlu digaris bawahi nih, saat ini brand udah banyak yang pinter jadi nggak selalu menjadikan jumlah followers sebagai tolok ukur. Mereka udah tahu kalau sebelum ngajuin kerjasama mesti research dulu. So, jangan beli followers palsu ya karena itu artinya membohongi pihak klien dan diri sendiri. Ngerasa bisa menginfluence banyak orang, eh tapi followersnya beli kan malah sayang citra sebagai selebgram bisa terjun. 

SELEB-BLOG


Hampir mirip dengan selebgram, seleb-blog ini punya power menginfluence dari tulisan-tulisannya di blog. Dia bisa bikin pembacanya takjub sama cerita hidupnya, bisa bikin orang-orang menerima point of view-nya, mengagumi setiap produk yang dicoba sehingga bikin pembaca pengen nyoba, dan tentunya bikin orang-orang balik lagi-balik lagi untuk melihat update terbaru si seleb-blog. 

Baik selebgram maupun seleb-blog punya tantangannya masing-masing. Nggak ada yang lebih mudah menjalani kedua profesi ini. Toh jadi selebgram juga pusing bikin konten daily yang nyaman dipandang mata dan aesthetic kan? Sementara jadi seleb-blog dituntut bisa nulis dengan gaya selingkung yang khas dan saat itu seleb-blog mesti bisa membuat konten visual pendukung tulisannya yang nggak kalah aesthetic dari selebgram. Makanya, kedua seleb ini punya tantangan masing-masing yang sama beratnya!


BUZZER

Buzzer ini sebenernya kalau di lapangan sering diartikan sebagai influencer juga. Tapi, entah kenapa secara nggak sengaja, buzzer sering diasosiasikan dengan orang-orang yang punya power menginfluence tetapi kelasnya di bawah influencer. Maksudnya, sama-sama influencer tapi buzzer ini nggak se-eksklusif influencer gitu.

Dianggap nggak seekslusif influencer karena buzzer ini biasanya mempromosikan sesuatu secara acak. Mulai dari baju, event, paid promot, dan banyak lainnya. Dengan kata lain, buzzer biasanya nggak punya niche khusus. See, ini bener-bener definisi di lapangan bukan definisi dari kamus besar yang sahih. So, kalau temen-temen punya definisi yang lebih sahih boleh lho share di kolom komentar untuk saya pertimbangkan jadi pelengkap penjelasan ini.

TROOPERS

Saat mau menjelaskan istilah ini saya sudah mencoba membaca berbagai sumber dan tetep nggak dapet kesimpulan yang sama dengan pengartian kata tersebut di lapangan. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk share definisi di lapangan saja. Jadi, troopers ini termasuk influencer yang kelasnya belum tinggi. Maksudnya, troopers ini bisa aja citranya eksklusif, tetapi power menginfluence audiens belum begitu besar. Kok bisa disebut belum terlalu besar? 

Jadi, troopers ini didefinisikan sebagai influencer dengan audiens sedikit. Audiens sedikit ini biasanya dilihat dari jumlah followers. Sekalipun menginfluence banget, tapi kalau followersnya sedikit ya dianggep troopers gitu.


Kalau di luar negeri, troopers juga dikenal dengan istilah micro-influencer. Biarpun followersnya cenderung lebih sedikit, tapi kealamian micro-influencer saat tampil di media sosial justru jadi daya tarik tersendiri lho. Saya bahkan menemukan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Jonah Berger from the Wharton School and the Keller Fay Group menunjukkan kalau micro-influencer ini jauh lebih efektif dalam mempengaruhi keputusan berbelanja seseorang. See, nggak perlu sedih kalau temen-temen masih ada di stage ini. Tetep semangat bikin konten yang clear dari segi pesan, berkualitas dari segi branding, dan HD dari segi visual. Hehe. Intinya mah, don't stop to improve your skill!


Itulah beberapa istilah tentang influencer yang bisa saya share kali ini. Kira-kira temen-temen masuk kategori yang mana? Terus ada ide untuk artikel soal social media berikutnya? Please, tell me!


NB: All visual from unsplash.com

  • Share:

You Might Also Like

44 komentar

  1. Wah, aku baru tau banget neh istilah mengenai troopers ini.
    Suka sama info-infonya erny. ��

    www.rima-angel.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah mampir Rima. Wah kirain kamu udah tahu hehe. kamu masuk yang mana nih?

      Hapus
  2. kalo akun gosip masuknya kategori yang mana kak? *ini pertanyaan serius*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, itu apa yaaa... media jatuhnya wkwkw.. media ga bener :)

      Hapus
    2. Menurut saya sih, akun gosip itu masuk influencer. Karena apa yang dikatakan akun ini bisa dipatuhi oleh banyak orang.

      Hapus
  3. Kak... Jatuh hati sama layoout blogmu. Gemas! Rapi! Enak bacanya.

    Tambahan juga untuk Troopers. Ada beberapa brand yang sebenarnya lebih mempertimbangkan kategori ini. Karena meskipun secara kuantitas follower lebih sedikit, tapi aspek 'genre' mereka lebih tepat sasaran. Setahuku publisher film banyak yang sudah pakai Troopers.

    Misalkan, Troopers yang spesifik dan aktif bikin ulasan/kritik film Indonesia, diasumsikan follower mereka memang punya minat besar untuk nonton film Indonesia. CMIW. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh makasih! Hehe. Yes setuju sama tambahan darimu. Nanti mungkin aku bakalan lengkapin atau masukin di postingan berikutnya. Beberapa waktu lalu juga baca soal research social media di luar negeri (amerika sepertinya) kalau troopers ini jauh lebih bagus performanya karena genre dan kealamian konten mereka *nggak selalu iklan dan ada kepercayaan kalau ngiklan masih banyak jujurnya krn dibayar ga sebesar influencer kondang* hehehe. Fenomena yang oke juga yah?

      Hapus
  4. terima kasih kak Erny sharingnya ❤ aku masih suka bingung Buzzer itu apa hehehe

    www.isthiud.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara simplenya sih, buzzer itu orang yang membuat crowd socmed dengan topik tertentu. Misalnya kaya mau ada konser or event tertentu dan kita join sebagai orang yang posting ngepromo-in info itu. Hehe sebenernya ini juga influencer biasanya Isthi. Gimana masih bingung?

      Hapus
  5. Baru tau apa itu buzzer ama troppers hehe selama ini sering denger tapi gatau apaan artinya^^

    Www.apaceritatami.com

    BalasHapus
  6. Aih aih aih... Kece bener tulisannyaaaaahhhh! Kalau buatku, kamu termasuk seleb-blog Er. Tulisanmu sungguh bikin takjub soalnya. Tajem, right to the point dan mengedukasi pembaca 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih blogger kali Han, belum jadi seleb. Tapi amin kalau dibilang ada manfaatnya dari yang aku share. Jadi semangat belajar dan makin banyak yang dishare hehehe :D

      Hapus
  7. Yay, akhirnya erny share juga... Ini beberapa teman start up mulai memberikan istilah baru err, yang kayaknya juga lagi dibicarakan di ranah global : micro-influencer. Mirip2 troops gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya, troopers emang dikenal juga micro-influencer. Nanti aku tambahin. Thanks for sharing ya Bella!

      Hapus
  8. ak baru tw ni istilah artiny buzzer sm troopers :3 *pencerahan yg haqiqi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah alhamdulillah. Tadinya aku mau share ini udah ragu. Ternyata ada infonya haha

      Hapus
  9. Hi Mba, bagus sekali tulisannya. Saya baru tahu tentang troopers lho, kemane aje yah guweh 😂. Selebgram itu profesi yang dicita-citakan anak jaman sekarang ya kayaknya 😬✌️.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak.. hehe. Iya ya, padahal jadi selebgram yang profesional jg effortnya sama gd dan melelahkannya dgn profesi lain hehe

      Hapus
  10. Ngebahas sosial media yang enggak ada habis-habisnya dan enggak pernah bisa update banget.

    Suka sama desain dan layout blognya. Ajarin dongs :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess, socmed perkembangannya cuepet banget hehe. Wah padahal ini layout gratisan lhooo hehe...

      Hapus
  11. Baca ini trus aku malah bingung mengidentifikasikan diriku ini apa. Mau nyebut influencer tapi kok ya belum pantes. Tapi aku jadi tahu beberapa hal yang selama ini dekat dengan kehidupan nyata tapi arti harfiahnya belum tahu. Nice artikel, Dek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mbak Ratna sih seleb-blog deh hihihi. Dr pembaca sampe isi konten2nya mantap!

      Hapus
  12. Infonya ngebantu banget mbak Erny soal jenis-jenis Influencer ini. Jadi lebih tau dan memilah mana influencer yg terpercaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng banget baca komennya mbak, tapi ini kuranh lengkap hihi. Insya Alloh nanti aku update ah hehe.

      Hapus
  13. aku bingung, kalo aku masuk kategori yang mana ya :D berat kalo ada title seleb selebnya. Yang penting ngeblog buat sharing aja, bagusnya sih memang menginspirasi tapi ya kalau belum yaa haru banyak belajar lagi sama yang suhu

    elyayaa.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayanya nggak perlu dipikirin ya kita masuk kategori yang mana hehe. Yang penting share something positive dan masalah menginspirasi atau nggak kita serahin ke pembaca aja haha. Bener nggak sih el? :D

      Hapus
  14. bolak balik baca....kayaknya saya gak masuk kategori mana2. yang penting bercerita macam2 dulu aja
    hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting konsisten berkarya mas. Saya juga belum masuk mana-mana nih kayaknya hahah.

      Hapus
  15. Kalo aku juga belum masuk kategori yg mana2 nih mbak. Heheh
    Btw thanks for sharing. Nambah pengetahuan banget jadi tau ada bermacam kategori juga ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali kasih mbak udah mampir hehe

      Hapus
  16. kalo aku jadi si brand atau klien sih aku lebih suka nyasar si troopers atau micro-influencer sis
    Karena.... pertama followersnya dikit tapi real , yg terinfluence juga adalah kebanyakan teman2 nya sendiri yang sudah "percaya" dengan dia. Kalau influencer yg terlalu "besar" justru kadang review nya malah "terlihat bohong" dan kadang mungkin beberapa mikir "ah, kan dibayar"

    hahahaha komen saya panjang ya sis
    ya intinya seperti itu lah. Tapi istilah2 diatas ini ada setelah di era digital ya. Dulu pas cilik ya raono hahaha

    www.deniathly.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, keunggulan micro-influencer emang gitu. Lebih untuk ngelead penjualan. Kalau macro-influencer utamanya lebih ke setting positioning sama branding hehe. Gapapa panjang malah seneng :D

      Hapus
  17. Sepertinya aku masuk kalangan tropper (pede mode on, padahal kemampuan influence nya masih dipertanyakan)

    Thanks ya Er, jadi tau soal tropper nih. Tulisannya informatif. Suka deh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi alhamdulillah,kadang menginfluence orang kan nggak kerasa. U're welcome!

      Hapus
  18. Hmmm...setelah membaca post ini, ku menyimpulan bahwa dek Arum adalah jenis selebhatimuuu :D.
    Menarique sekali postnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KALAU ITU SIH JELAS *EH GA SANTAY SAMPE CAPSLOCK JEBOLS* wkwk

      Hapus
  19. ernyyyy you so talented mengulas semuanyaaa heheh zaman now banget ya topiknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha makasih Git. Iya ini informasi zaman now :D

      Hapus
  20. Wih. Baru kali ini aku baca tulisan yang rasanya wajib banget di-bookmark. Tapi istilah seleb-blog rasanya belum sering terdengar sih. Biasanya terkenal atau nggak, ya sebutannya tetap blogger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess, kalau blogger biasanya disebutnya ya blogger aja ya walaupun udah seleb haha

      Hapus
  21. aku pernah lho bahas ini di thesis hehe kebetulan thesis aku ad hubungannya dengan endorsment, jadi aku bahas ttg beberapa jenis influencer dalam ilmu komunikasi pemasaran (padahal aku kuliah notaris) �� tapi waktu itu tesis ak bahas dari aspek hukum perjanjian endorsement nya sih, cuma mau ga mau yaa di bagian landasan teori aku baca2 juga beberapa buku dari fakultas komunikasi,bisnis dll ttg komunikasi pemasaran. Alhasil ak baru tau lho dr penelitianku , kalo diluar negri influencer itu banyak dipelajari secara akademis, ttg gimana peran dia dalam pemasaran produk, gimana kemampuan dia mempengaruhi psikologi pembaca. Itu semua ad dipelajari secara teoritis di ilmu komunikasi pemasaran. Jadi terinspirasi nih aku buat nulis tentang jenis2 influencer dari hasil penelitian tesis aku hihi.. boleh gak erny? ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak, aku pun tahu ini awalnya karena aku kerja di digital agency. Sekalipun aku tuh kuliah komunikasi, tapi nggak ada bahasan ini. untung banget lho, itu penelitian luar banyak dipublish dan gampang kita akses yah hehe. Boleh banget mbak Rizka. btw, kmu S2 di UGM kan? Wah kita sebelahan gedung!

      Hapus
  22. Tulisanmu selalu menambah ilmu baru mba. Suka sekali....belum punya ilmu tentang sosial
    Media dan aku belajar banyak di sini. Makasih udah sharing-sharing.

    Ditunggu bahasan sosial media berikutnya.

    BalasHapus