Ngobrolin Personal Branding di Acara Hipwee Community X Make Over

By Erny Kurniawati - 16.39.00


Ngomongin hal-hal seputar personal branding itu buat saya menarik banget. Bisa jadi karena pekerjaan saya selama tiga tahun terakhir nggak jauh-jauh dari branding ya. Jadi, selalu ada harapan ilmu yang didapat saat kerja bisa diterapin ke diri sendiri. But, personal branding dengan branding produk atau jasa itu beda banget dan tantangannya pun beda lho. Di blog post kali ini, saya mau share soal personal branding yang saya dapetin dari sesi bareng Hipwee Community dan Make Over Jogja beberapa hari lalu. Siap-siap nyimak kan, yuk langsung aja!


Tentang Menulis

"Orang boleh pandai setinggi lagit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah." Pramoedya Ananta Toer.

Jarang-jarang dalam event bareng brand beauty membahas soal tulisan. Pada event yang diadakan oleh Hipwee Community X Make Over inilah kami juga diajak membahas soal menulis. Bukan bahasan yang berat, tapi justru valueable karena ringan dan praktis. Andhika Lady dari Hipwee memaparkan tips-tips menulis yang bisa digunakan untuk membangun personal branding kita di era digital ini. Menulis memang bisa jadi bukti kalau kita ada. Persis seperti ungkapan Pramoedya Ananta Toer yang saya kutip di atas.


Menurut Lady nggak harus blog, menulis caption atau status di media sosial seperti Instagram pun bisa menjadi cara kita membangun personal branding. Ia memaparkan kalau yang terpenting adalah konsistensi dan menjadi diri sendiri. Yap, menulis itu memang personal banget. That's why, buat saya bahkan menulis adalah self healing dan bukan sekadar personal branding.



Andhika Lady juga menekankan, sekalipun hanya menulis caption tetapi konsep yang matang itu perlu. Usahakan benar-benar menggambarkan diri sendiri dan menunjukkan keunikan sebagaimana kita ingin dikenal. Jadi, konsisten dalam menulis caption sampai bercerita di media sosial itu nggak dilarang yang penting kita tahu mana yang layak dibagi dan tidak, serta menunjukkan keunikan kita.

How to Build Personal Branding

"All of us need to understand the importance of branding. We are CEOs of our own companies: Me Inc. To be in business today, our most important job is to be head marketer for the brand called You." Tom Peters.


Sesi kedua ini membahas tentang Personal Branding dengan menghadirkan Rara Mispawanti yang nggak lain adalah seorang news anchor. Sesi bareng Rara ini benar-benar membuka mata kalau sebenarnya personal branding itu bukan cuma di dunia maya, tapi yang jauh lebih penting adalah attitude kita di dunia nyata. 

Rara sempat menyampaikan kalau personal branding di dunia nyata itu jauh lebih penting karena value yang disampaikan lebih riil. Berbeda dengan personal branding di dunia maya, dimana followers bisa beli, likes bisa beli, bahkan komentar pun bisa pesan. Good presence di dunia maya percuma kalau nggak diimbangi dengan kenyataannya. Saya setuju banget dengan poin ini. Percuma kan ada selebgram atau selebblog yang followersnya super banyak, tapi attitude-nya jelek? Kalau dia bisa sukses, bisa jadi itu faktor luck aja. Seiring waktu, personal branding yang nggak diimbangi dengan attitude itu bakalan lebih gampang hancur. Kalau dipikir secara logika sih memang logis banget penjelasan Rara ini.



Attitude yang bagus inilah yang selanjutnya membuat orang lain benar-benar tertarik dengan diri kita. Termasuk kalau kita bekerja sebagai blogger atau socmed influencer, attitude baik itu jadi nilai yang tinggi ketimbang feed atau konten yang kita buat. Bahasan seputar personal branding ini makin seru. Kira-kira personal branding dan pencitraan sama nggak sih? 

Menurut Rara kedunya nggak sama lho. Personal branding itu mestinya lebih dari pencitraan. Ibaratnya nih kalau A kelihatan baik, ya baik beneran. A dikenal sebagai model, ya model beneran. Itulah kenapa personal branding itu sebaiknya dibangun dari sebenar-benarnya diri kita. Jadi nggak perlu menjadi orang lain atau berpura-pura memerankan karakter tertentu. 

Butuh Konsistensi


Masih di sesinya Rara. Dia nggak lupa menekankan berkali-kali kalau membangun personal branding itu butuh komitmen dan konsistensi. Saya pun manggut-manggut setuju karena untuk personal branding -mengenalkan diri kita- butuh melakukan pengulangan pesan yang sama terus menerus. Misalnya nih, saya pengen dikenal sebagai Social Media Specialist, ya saya harus sering berbagi tentang itu baik online maupun offline. Dengan konsitensi, orang akan teringat siapa kita.



Bahasan tentang personal branding pun terpaksa harus berakhir dan beranjak ke agenda berikutnya yaitu demo makeup oleh Poppy atau Haipimakeup. Pada sesi ini temen-temen yang dateng di acara Hipwee Community X Make Over tampak antusias banget melihat gimana Poppy merias wajah dengan seluruh produk Make Over. Sadly, saya harus pamit duluan dari event ini karena ada acara lain. Tapi sebelum pulang, saya nggak lupa ngajakin foto-foto temen-temen Jogja Bloggirls dan juga tim dari Hipwee, Makeover, sampai Rara. It was a wonderfull day! 






Walaupun pamit duluan, tapi tetep dapet oleh-oleh goodie dari Make Over yang isinya adalah produk-produk andalan saya selama ini. Yap, saya dapet beauty package yang isinya eye brow definition kit dan lipcream shade Libertine. Beauty package yang saya dapet ini merupakan varian lain dari beauty package Make Over Ain't Got No Time yang pernah saya review sebelumnya. Saya pun langsung keranjingan untuk mencoba kedua produk tersebut dan voila, sehari berikutnya saya langsung mainan makeup dan hasilnya begini!


Yes, saya suka sekali dengan warna lipcreamnya yang memiliki warna mauve dengan hint purple. Warna tersebut rasanya pas untuk bikin makeup look dengan nuansa purple yang saya cobain kemarin. Gimana, nggak terlalu bold but still ok untuk dipilih sebagai makeup formal occasion kan?

 

  • Share:

You Might Also Like

14 komentar

  1. seru ya mbak acaranyaa. makasih loh udah sharing. setuju banget dengan mbk Rara terkait attitute. itu penting banget di dunia nyata. btw, salam kenal :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess, percuma personal branding di real life or dunia maya bagus kalau attitudenya kurang :(

      Hapus
  2. wah, pas banget aku juga baru posting tentang self-branding.. kayanya emang lagi hits bgt ya topik seputar self tau personal branding ini. thanks for sharing, Erny :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak ozu, aku menunggu tulisan versimu lho! Soalnya yakin pasti seru juga hehe. Iya, lagi hits ya sekarang.

      Hapus
  3. Waah Thank you Erny udah sharing acaranya di Blog, semoga bisa ketemu lagi di event lain yaa 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. You're welcome, acaranya nggak boring. Sayang nggak bisa sampe kelar :(

      Hapus
  4. thanks buat sharing ilmunya mbak,, salam kenal

    BalasHapus
  5. Aduh aku belom nulisss 😂😂 tapi acaranya emang seru siihh.. untung pas mudik 😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini cepet karena sebelumnya emang minggu ini mau share soal personal branding, eh acara kemarin matching. Yaudah, dibahas deh hihi

      Hapus
  6. Aku setuju banget sih sama quotenya Pramoedya itu!!

    BalasHapus
  7. iya personal branding sepenting itu ya.. aku kadang suka sulit sih melakukan personal branding terutama offline karena aku orangnya introvert >.<

    www.shopforcheapo.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, padahal yang terpenting justru personal branding secara offline karena menguatkan kesan di dunia maya hehe

      Hapus