Engagement Story | Kenapa Memilih Venue di Luar Rumah & Pertimbangannya

By Erny Kurniawati - 00.29.00


Banyak yang bertanya kenapa saya memilih venue di luar rumah untuk acara lamaran. Sebenarnya, saya sendiri pengen banget mengadakan salah satu acara terpenting dalam hidup saya ini di rumah. Tapi sayangnya, saya harus realistis karena rumah hanya bisa menampung sekitar 10-20 tamu, sementara di acara lamaran kemarin ada sekitar 50 tamu yang datang.

Untuk temen-temen yang belum dilamar, mungkin ada yang heran karena baru lamaran kok tamu yang dateng sudah banyak. Soal tamu ini semua kembali kepada keluarga masing-masing. Pada acara lamaran kemarin saya dan Dhimas hanya mengundang keluarga terdekat saja. Karena kebetulan keluarga dari pihak saya jumlahnya memang sedikit, maka dari pihak saya yang hadir hanya sekitar 15 hingga 20 orang. Saya lupa tepatnya. Sementara dari keluarga Dhimas memang cukup besar. Hanya dari satu garis keturunan ayahnya saja ada sekitar 20 orang. Sedangkan dari pihak ibu sekitar 5 hingga 10 orang. Oleh karena itu, saya pun mencari aman dengan mengadakan acara lamaran di luar rumah. Penting untuk saya memberikan kenyamanan bagi para tamu undangan baik dari keluarga saya maupun keluarga Dhimas. Apalagi yang datang merupakan keluarga terdekat, jadi kenyamanan itu benar-benar jadi poin penting. Jadi kalau diringkas dalam beberapa poin, berikut ini pertimbangan kami memilih venue di luar rumah untuk lamaran. 


1. Jumlah tamu yang hadir melebihi kapasitas rumah keluarga saya yang mungil. Jadi akan lebih nyaman bila acara lamaran diadakan di luar rumah. Restoran, hotel, atau resort bisa jadi pilihan. Kami memilih suatu venue di selatan Candi Borobudur yang semi terbuka karena lamaran dilakukan sore hari. Suasananya sangat pas! 

2. Praktis. Kesan tersebut langsung terlintas saat kami memilih venue lamaran di luar rumah. Lagi-lagi dengan pertimbangan space yang sempit di rumah, lamaran bakalan lebih ribet. Karena bila acara dilaksanakan di rumah, otomatis piring kotor dan sampah akan menjadi tanggung jawab pihak keluarga saya sepenuhnya. Udah capek nyiapin lamaran, capek lamaran, eh masih harus beberes.Namun sebaliknya, saat acara diadakan di venue di luar rumah, tanggung jawab itu tidak menjadi kewajiban kami. Usai acara bisa langsung cus pulang!

3. Suasana yang lebih nyaman juga menjadi pertimbangan saya yang ketiga. Sebenarnya hal ini masih berhubungan dengan space sih. Karena space venue lamaran saya itu luas dan saat sore suasananya syahdu, jadi saya pun mantab memilih lamaran di luar rumah. Dan tidak lupa, lamaran di luar rumah ini juga sempat diusulkan oleh orang tua saya dan calon mertua. Beliau-beliau memang penganut paham praktis jadi pengennya saat acara bisa enjoy dan nggak terlalu kelelahan setelahnya. Walaupun kenyataan berkata lain, saya kelelahan dan sempat nggak doyan makan hampir dua minggu setelah lamaran!

bersama sebagian keluarga Dhimas

Cuma tiga hal itu yang jadi pertimbangan utama untuk saya memutuskan acara lamaran di gelar di venue selain rumah. Rasanya kurang lengkap kalau saya tidak membahas hal-hal lain yang jadi pertimbangan saat memilih venue tersebut. Saya yakin, temen-temen yang sedang merencanakan pernikahan pasti akan atau sedang mengalami pusing karena mikirin enakan lamaran di rumah atau di luar. So, inilah pertimbangan saya saat memilih venue: 

1. Lokasi Venue

 Saat awal memutuskan untuk mengadakan acara lamaran di luar rumah, saya dan Dhimas putar otak untuk memilih lokasi paling tepat. Apakah di Jogja yang dekat dengan kami, tapi membutuhkan waktu sekitar sejam dari kediaman kedua orang tua kami. Atau di Magelang, tepatnya Muntilan yang dekat dengan tempat tinggal orang tua?

Awalnya kami masih kekeh untuk milih di Jogja, tapi yang daerah utara dan  di sekitar Jalan Magelang kilometer belasan. Kami pun sempat survey hingga test food di Rumah Makan Pringsewu, tetapi akhirnya keputusan kami berubah karena orang tua saya tampaknya ingin acara lamaran tak jauh dari rumah. Dan, calon mertua sedikit kurang srek dengan citarasa masakan di resto tersebut.

Akhirnya kami mengunjungi Balkondes Tuksongo saat mencari venue untuk acara pernikahan nanti. Kami pun tanya-tanya sekalian apakah bisa mengadakan lamaran di situ. Ternyata bisa dan harga yang ditawarkan lebih murah dari restoran di Jogja. Akhirnya kami langsung booking tanggal!

2. Menentukan Budget

Saya itu strict soal keuangan. Pokoknya saat itu saya berusaha dengan budget yang seminimal mungkin, tapi hasil yang lebih dari harga tersebut. Mustahil? Nggak kok! Kuncinya sih cuma sabar dan jeli aja dalam persiapan ini.

Jadi sejak awal saya sudah membuat kerangka pengeluaran sehingga saat survey hingga test food kami sudah punya patokan budget yang mau dikeluarkan. Kalau kamu tim ngirit seperti saya, saya saranin acara lamaran nggak usah-usah gede-gede budgetnya. Mending dialokasikan untuk memaksimalkan pernikahan atau buat beli tiket honeymoon!

3. Detil Fasilitas

Waktu saya survey venue untuk lamaran, saya sangat memperhatikan detil fasilitas yang ditawarkan oleh pihak venue. Misalnya, kursinya seperti apa, ruangan atau space seperti apa, lalu parkirnya luas atau tidak, toiletnya bersih atau tidak, kalau bawa makanan dari luar kena charge atau nggak, bisa didekor sendiri atau harus pakai jasa lain, masa sewa berapa lama, petugasnya sigap membantu atau tidak dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini harus dicatet dan ditanyakan saat ketemu pengelola venue. Soalnya satu saja keskip bisa berisiko besar. Contohnya kalau bawa makanan dari luar dikenakan charge sekian ratus ribu, sementara ibu saya pengennya tetep bawa satu dua menu masakannya untuk dihidangkan di acara lamaran tersebut.

4. Suasana Venue

Nggak memungkiri kalau suasana venue itu penting sekali jadi bahan pertimbangan. Apalagi kalau tahu bakal ada anak-anak kecil yang ikut datang pada acara lamaran kami. Alhasil, kami memilih venue yang sekiranya ramah untuk anak-anak dan nggak ngebosenin bagi mereka. Jadi, bisa meminimalisir risiko anak rewel karena kurang nyaman.

eyang dan kerabat sedang menikmati menu makanan

Alasan kami memilih Balkondes Tuksongo Borobudur untuk venue lamaran kami bukan hanya disebabkan oleh lokasi yang dekat dengan rumah orang tua dan sodara, namun suasana di tempat ini benar-benar bikin betah dan nyaman. Suasananya di tepi sawah dengan pemandangan hijaunya tanaman padi di sekeliling. Pada sore hari, angin bertiup sepoi-sepoi sehingga menambah kesan nyaman tersebut. Lalu venue cukup lapang jadi anak-anak bisa lari-larian ke sana ke mari. Terakhir, banyak spot foto menarik yang bisa digunakan sebagai pengganti photo booth. Kalau kata saya, "photo booth sudah disediakan oleh Alloh" haha! Nggak ribet deh!


5. Waktu Lamaran

Sejak awal, saya dan Dhimas sudah sepakat untuk mengadakan acara lamaran di siang hari. Entah pagi menuju siang atau siang menuju sore. intinya tidak malam hari karena biar lebih nyaman untuk keluarga. Alhamdulillah keluarga kami setuju dan hal itu mempengaruhi kami saat mencari venue. Setelah kami sepakat memilih Balkondes Tuksongo Borobudur, kami mempertimbangkan waktunya hingga akhirnya kembali sepakat untuk memilih dari siang ke sore. Tepatnya mulai pukul 13.00 s.d 16.00 WIB. Awalnya kami memilih untuk mulai sekitar pukul 15.00 WIB, tapi karena takut molor, akhirnya dimajuin aja dan benar, sempat molor satu jam. Tapi semua nggak masalah karena kami sudah membuat estimasi waktu sebelumnya. Nah, di sore hari itu kami dapet best moment karena cuaca nggak terlalu panas, masih cerah sehingga tamu-tamu bisa leluasa foto-foto di venue, angin semilir bikin betah untuk berlama-lama ngobrol, dan suasananya bagus banget karena ada hamparan sawah di hadapan kami beserta pucuk stupa Borobudur yang menyembul di depan kami.

sore hari, suasana sedang cantik-cantiknya!


Itulah jawaban kenapa saya dan Dhimas memilih venue di luar rumah untuk lamaran. Seperti saya bilang di awal, ada keinginan dalam diri saya untuk mengadakannya di rumah, tetapi saya harus realistis dengan beberapa pertimbangan yang ada. Setelah mantab menimbang-nimbang venue untuk lamaran, selanjutnya kami juga masih mempertimbangan beberapa hal supaya pemilihan venue benar-benar tepat. So, sekian untuk tulisan soal venue lamaran ini. See you on the next post masih soal engagement story! Pantengin terus ya!

  • Share:

You Might Also Like

11 komentar

  1. Halo Erny, boleh sekalian di share reng-reng an harganya juga. Karena kadang yang baca juga pengen tau, hehehe *kepo banget*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha boleh mbak. Nanti ya soal budgetin aku post in sendiri ato aku tambahin di tulisan ini ��

      Hapus
  2. Mantep banget err.. sederhana tapi asik venuenya... dan bisa banget si kamu dapet venue bagus beginiii <3 <3 <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapet saran dari temenku Bell, kebetulan dia MUA di Magelang jadi tahu beberapa venue. DI magelang itu venue kalo ga sederhana banget ya mahal banget (macam plataran heritage dll) jadi pas lihat ini kita langsung klik, plus nggak jauh. Walau sederhana yah Hehe.... makasih bel

      Hapus
  3. waah beneran sih aku emang baru ini kayanya denger ada acara lamaran di luar rumah , semoga lancar sampe hari H yaaa, diliat difoto sih venue lamarannya kayanya oke banget, adem gituuuu ;-; hhuhu jadi pengen di lamar jugaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheh iya Mbak, kebanyakan lamaran di rumah kan? Tapi kalo temen2 saya di Jogja kebetulan lamaran di resto or hotel sudah jamak sih ehhe... Semoga disegerakan hehe

      Hapus
  4. Rame jg ya mbk 50 orng, tp gpplah, kn masih lingkup keluarga. Venuenya cantik mbk. Klo boleh share jg hitung2an totalnya mbk. Biar bsa jd gmbaran jg buat kmi kmi ini. Makasih sharingnya mbk. Salam, muthihauradotcom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mbak, nanti aku bahas aja secara terpisah yah eheh. biar lebih lengkap :)

      Thanks sudah mampir

      Hapus
  5. lamaran menjadi salah satu moment penting juga yang ingin kita kenang yah mbak erny. jadi pilihan tepat memang kalau mengadakan diluar sesuai dengan keinginan, yang penting kita sudah tahu kelebihan dan kekurangan bila acara tidak dirumah dan harus sewa tempat. semoga lancar untuk persiapan pernikahannya yahh

    BalasHapus
  6. Bener mbak Maya, yang penting paham sama kondisi kita karena yang paling ngerti kan kita sendiri yah hehe. Amin amin, makasih banyak yah!

    BalasHapus
  7. tempatnya bagus erny, cocok dengan konsep acara, skrg lamaran juga sudh mulai banyak diluar rumah, biar gak ribet... hehehehee

    BalasHapus