Engagement Story | Hunting Seserahan

By Erny Kurniawati - 05.15.00


Hola! Saya kembali menulis tentang wedding preparation. Nggak nyangka, saat menulis postingan ini pernikahan saya tinggal 2 bulan lagi. Deg-degan? Yes, of course! Tapi, lebih banyak excitednya. Mungkin karena saya memilih calon suami sendiri yang juga sahabat saya ya? Pada postingan ini saya belum akan membahas soal persiapan hari H pernikahan. Saya masih mau melanjutkan cerita tentang persiapan lamaran kemarin. Kali ini tentang hunting seserahan! 

Sebelumnya saya mau meluruskan dulu soal seserahan ini. Jadi, ada pasangan yang membawa seserahan saat lamaran seperti Dhimas ke saya, ada juga yang membawa seserahan saat menjelang hari pernikahan, ada yang membawanya saat lamaran dan saat malam sebelum pernikahan. Nah, soal seserahan mau dibawa kapan itu tergantung adat yang temen-temen ikuti dan tergantung kesepakatan dengan pasangan. 

Saya dan Dhimas memilih untuk membawa seserahan saat lamaran April lalu. Alasannya biar saat menjelang pernikahan pikiran kami udah fokus mengurus acara inti. Maklum, saya dan Dhimas nggak dibantu WO, jadi memang melelahkan dan menguras tenaga serta waktu kami. Jadi, saat sebelum pernikahan nanti saya nggak minta seserahan lagi. Buat saya mubadzir karena dua kali dengan barang mirip-mirip fungsinya. Mending mentahannya ditabung untuk persiapan mengarungi rumah tangga, benar begitu? 

Selain soal waktu membawa seserahan, selanjutnya yang ditentukan adalah berapa jumlah box seserahan yang disepakati. Kadang, soal kesepakatan jumlah seserahan ini juga dipengaruhi adat dan kemauan orang tua. Beruntungnya, saya dan Dhimas memutuskannya sendiri berapa jumlah barang yang mau dibeli untuk seserahan. Saya pun bikin list yang isinya barang untuk seluruh tubuh mulai dari baju, alat mandi, skin care, makeup, body care, cincin, dll. Totalnya ada tujuh box. 

Selain 7 box itu, masih ada sekitar 10 box makanan yang disiapkan oleh calon mertua saya. Jujur, saya tahu jumlah box makanan ini mendekati hari lamaran. Saya nggak ngerti makanan apa saja yang mesti di bawah, jadi kami manut sesepuh saja. Selain makanan, barang seserahan dalam enam box itu saya beli bersama Dhimas dalam kurun waktu 3 bulan biar belanjanya enjoy dan nggak buru-buru. Hampir tiap weekend kami ke mall atau ke toko khusus untuk mencari barang-barang tersebut. Rasanya sih saya happy ya soalnya saya tinggal tunjuk yang bayar dia. Haha. 

Nah, keenam barang seserahan tersebut adalah berikut ini: 

1. Seperangkat Alat Sholat


Kalau ada yang sedang menyiapkan seserahan, pasti ada yang kepikiran seperangkat alat sholat sebenarnya perlu apa nggak. Kalau dipikir-pikir, pastinya kita sudah punya di rumah. Namun, nggak ada salahnya kok untuk ada seperangkat alat sholat pada daftar barang seserahan. Dalam box ini saya mengisinya dengan sajadah, mukena berwarna putih polos, tasbih, dan al-quran.

Mungkin di antara temen-temen ada yang berpikir, adanya seperangkat alat sholat itu bikin tanggung jawab semakin berat. Ya itu menurut saya tergantung gimana kita mikirnya. Saya dan Dhimas berpikir kalau seperangkat alat sholat nggak memberatkan karena sehari-hari pun kita ibadah jadi ya pasti kepakai. Kedua, karena sholat adalah rukun islam kami sehingga ada atau tidaknya barang tersebut, kewajiban untuk sholat tetap ada. So, sama sekali nggak memberatkan. Tapi itu menurut kami ya teman-teman. Kalau kamu punya pendapat lain, tentu nggak salah kok! 

2. Perlengkapan Pesta


Kedua adalah baju pesta. Berhubung saya clueless mau minta apa, jadi saya minta bahan kain tile berpayet untuk bahan wedding dress! Entah ini saya pengiritan atau kelewat kreatif. Pertimbangan saya kemarin adalah saya nggak butuh-butuh amat baju pesta seperti kaftan atau dress tertentu. Di saat yang bersamaan saya butuh hunting kain untuk wedding dress. Jadilah saya bilang ke Dhimas untuk isi box ini perlengkapan pesta resepsi saja. 

Kain yang saya pilih ini dibeli di Jogja dan sengaja mencari tile yang sudah berpayet supaya saat bikin wedding dress saya nggak perlu ngeluarin biaya payet. Yes, saya sudah berkomitmen buat menekan budget, jadi jangan setengah-setengah! 

3. Tas dan Sepatu 


Box ketiga ini isinya tas dan sepatu sesuai yang saya mau. Nah, untuk tasnya saya memilih model klasik yang timeless dan formal. Warna hitam jadi pilihan biar seragam dengan beberapa barang seserahan saya ini. Oh iya, seserahan saya mostly monokrom warnanya. Kecuali makeup yang memang packagingnya warna-warni. 

Lalu untuk sepatu saya memilih brand Noche. Ada cerita di balik pemilihan alas kaki ini. Barang ini adalah yang paling lama saya cari sampai sebel sendiri karena susah mencari yang hak tinggi tapi modelnya sepatu seperti kemauan saya. Alhasil seminggu sebelum acara lamaran, saya memilih untuk menurunkan keinginan saya dengan memilih sandal silver yang bakal saya pakai saat resepsi juga. Sebenarnya bingung juga, kalau minta sandal kasual kok rasanya mubadzir, jadilah saya minta ini saja. Lagi-lagi kebutuhan saat resepsi jadi terceklist!

4. Satu Set Pakaian Dalam


Untuk isi box keempat ini adalah satu set pakaian dalam. Berhubung saya malu belanja bareng Dhimas buat beli ini, saya memilih untuk pesan online saja. Saya terbantu dengan adanya market place soalnya semua isi box ini saya beli via online! 


5. Perlengkapan Mandi


Biasanya body care seserahan itu isinya brand The Body Shop semua. Tapi entah kenapa, saya kurang cocok dengan body care brand tersebut. Mulai dari sabunnya yang menurut saya mahal doang, tapi nggak ada istimewanya (ups sorry to say) sehingga saya malah melipir ke Guardian. Nah, saya memilih untuk nyobain satu set produk dari Guardian yaitu, Les Tentations Mediterraneennes. Alasan beli produk tersebut karena wanginya saya suka terus harganya terjangkau sekitar Rp.100.000,- untuk sabunnya. Lalu body scrubnya juga harganya kurang lebih sama. Kedua karena packagingnya warna gold. 

Sabun dan body scrub itu saya beli di awal-awal hunting seserahan. Waktu itu masih galau antara warna silver atau gold untuk konsep pernikahan. Makanya saya pilih gold karena nggak ada yang silver. Kedua, kemasannya saya suka, terutama untuk scrubnya yang dikemas dalam bentuk tube. Praktis dan lebih higienis! Oiya, saya nggak menambahkan body lotion karena masih ada banyak stok body lotion dari endorsement dan kerja sama. So, nggak mau beli body lotion karena pasti nggak kepake.

Selain itu, untuk shampoo dan conditioner saya pakai brand sehari-hari yaitu Pantene. Prinsip saya, saya sudah cocok dengan produk tersebut jadinya saya nggak mau coba-coba lainnya. Terakhir, saya menambahkan handuk dengan warna cream. Handuk ini saya beli dengan harga diskon lho. Kebetulan saat itu saya sedang ke Hypermart dan nemuin brand Pierre Cardin lagi diskon dari Rp 150.000,- an jadi Rp 90.000,-. Langsung bungkus deh!  

6. Skin care & Makeup


Ada dua box seserahan yang bikin saya excited yaitu, skin care dan makeup. But first, kita bahas box skincare dulu. 

Jadi, untuk ini box ini lagi-lagi saya milih produk andalan. Duh, saya nggak kepikiran untuk nyobain produk lainnya karena udah sayang sama serangkaian L'Oreal White Perfect Clinical. Selain seri skin care itu, saya juga menambahkan L'Oreal Clay Mask. Kebetulan jar kemasannya seragam jadi cantik! Jadi, saya memilih produk itu untuk mengisi box seserahan keenam ini. Terus, saya juga memilih Bio-Essence Bio Gold Water karena saat saya belanja skin care, saya habis baca review kalau produk tersebut bagus. Yes, saya pun memutuskan untuk give it a try. Kemudian untuk cleanser saya memilih micellar waternya L'Oreal juga yang warna biru. Yes, saya sudah cocok sama produk cleanser ini jadi nggak mau ganti. 

Untuk skin care cuma itu saja. Saya sadar diri kalau minta terlalu banyak takut nggak kepakai. Bahkan sesedikit itu, baru micellar waternya saja yang kepakai. Sisanya masih belum dicolek karena saya sedang ganti skin care sementara untuk keperluan kerja sama. 

Masih dalam satu box yang sama, saya juga memilih beberapa makeup produk yang bener-bener saya inginkan dan saya butuhkan. Pertama ada Juvias Place Palette Masquerade. Duh, ini palet idaman saya, tapi suka banyak mikir kalau mau beli. Makanya, mending saya minta ke calon suami aja. Haha. Anaknya ogah rugi! 

Kedua, saya memilih foundation Ultima Wonderdear Makeup yang dibeli di Sociolla dengan kode voucher diskon. Temen-temen kalau mau belanja produk makeup or skin care untuk seserahan dan perlu diskon bisa menggunakan kode voucher saya "SBNLAN0K" biar dapet potongan Rp 50.000,- lumayan kan? 

Ketiga, Baked Blush Milani Cosmetics shade Bella Belini. Jadi saya udah naksir blush on ini sejak membaca reviewnya di blog Alodita beberapa bulan lalu. Tapi tiap mau beli pasti kehabisan atau pas udah re-stock, saya udah beli blush brand lain. Makanya, saya memutuskan membeli baked blush ini pas melihatnya available di online shop favoritku Iva Beaute. 

Isi box keenam ini memang nggak terlalu banyak. Karena pedoman saya adalah membeli produk yang benar-benar sesuai kebutuhan dan kalau saya pengen ya yang benar-benar udah dipengenin berbulan-bulan. Bukan yang asal mahal mumpung digratisin calon suami.

7. Ring Box


Sempat saya singgung di postingan sebelum ini soal ring box. Nah, ring box ini jadi box ketujuh. Isinya satu cincin lamaran karena saat lamaran Dhimas nggak pake cincin. Alasannya kenapa? Karena bapaknya kurang setuju laki-laki pakai perhiasan. Saya nggak masalah sih, tapi Dhimas tetap pengen pakai cincin nikah. Jadi pas lamaran memang skip aja nggak masalah.

8. Seserahan Makanan


Selain ketujuh box tersebut, saya sebenarnya dikagetkan dengan jumlah box seserahan makanan yang bikin saya nggak nafsu makan sampai hampir dua minggu. Kok bisa? Saking banyaknya! Sayangnya fotografer tidak motret detil soal makanan tersebut. Tapi, kamu bisa lihat foto salah satunya di bawah ini. Ada sekitar 10 box seserahan bahkan sepertinya lebih. Saya nggak menghitungnya karena hectic saat hari H dan begitu sampai rumah langsung dibongkar untuk dibagikan ke tetangga.

Isi dari makanan dalam seserahan tersebut beraneka ragam dan semuanya mengandung filosofi. Seperti aneka jenang yang artinya lengket. Filosofinya agar saya dan calon suami lengket terus setelah menikah nanti. Terus ada pisang raja sebagai tanda cinta. Sebenernya saya bingung kenapa pisang diartikan tanda cinta ya? Kemudian ada aneka jajan pasar seperti pastel, crackers seperti egg roll, ingkung ayam, dan banyak lainnya. Saking banyaknya, saya sampai nggak doyan makan lho. Lihat makanannya saja udah bikin saya kenyang! 


Kemudian ada satu box seserahan yang juga dibawa oleh keluarga calon suami yaitu, seperangkat perhiasan. Sebenarnya saya kaget karena mengira nggak bakal ada perhiasan selain cincin. Seperangkat perhiasan ini yang memilihkan ibu calon mertua. Alhamdulillah saya senang dengan pilihannya! 

Detil isi seserahan sudah saya ceritakan, sekarang waktunya saya sharing tips hunting seserahan. Masih kuat baca? Yuk, check this out!

1. Budgeting Seserahan


Menurut saya saat kita mantap untuk menikah, maka harus siap untuk membuat rencana budget atau budgetting. Termasuk budget detil untuk seserahan. Budget saya untuk seserahan ini bisa dibilang 'on budget'. Tapi standar on budget setiap orang berbeda ya. Sebaiknya diskusinya dengan pasangan. Kalau saya dan Dhimas bikin budget di bawah 7 juta (selain perhiasan dan cincin). Pedoman saya adalah, beli seperlunya, apa yang dibutuhkan, dan apa yang bener-bener diinginkan tanpa memberatkan calon suami.

Lalu sebaiknya budgeting juga dibagi perpos biar lebih gampang saat belanja. Berangkat ke mall atau add to cart saat belanja online udah punya pedoman biaya. Hal itu bisa membantu kita nggak belanja berlebihan. 

2. Tentukan Isi Seserahan


Setelah budgeting, sekarang dibagi ke setiap post sambil menentukan isi seserahan. Jangan lupa libatkan orang tua sebagai wujud hormat mereka. Misalnya, tanyakan apakah orang tua ingin dalam seserahan ada jumlah tertentu atau barang tertentu? Kalau ada, kamu bisa membahasnya dengan pasangan untuk setuju menambahkan ke dalam daftar seserahan atau tidak. 

Saya sendiri waktu itu bertanya ke Ibu dan beliau membebaskan saya. Kemudian saya ngobrol dengan Ibu mertua dan beliau ingin menghandle isi seserahan makanan. Jadinya saya serahkan soal makanan itu kepada Ibu mertua sebagai wujud penghormatan sekaligus mengurangi beban saya. 

3. Belanja Dicicil 


Di awal postingan ini saya sudah cerita kalau untuk hunting seserahan saya dan Dhimas butuh waktu 3 bulan. Temen-temen bisa mengikuti cara saya ini soalnya bikin kita nggak terlalu lelah saat belanja, nggak bingung, dan nggak buru-buru. Ibaratnya kalau ada model barang yang kamu mau nggak tersedia, kamu masih ada waktu untuk mencarinya di lain waktu. 

4. Manfaatkan Momen Promo dan Kode Diskon


Jujur, saya sangan terbantu saat hunting seserahan karena ada momen sale dan juga kode voucher. Pertama, saya dapet diskon 50% saat beli sepatu karena ternyata brand Noche waktu itu sedang ada sale. Nah, kenapa memilih Noche, karena sepatu atau sandal pestanya nggak cuma terkesan mewah, tetapi nyaman dan juga sudah terbukti dipakai para puteri Indonesia. Jadinya pas dapet produk ini dengan setengah harga saya happy bukan main. Nggak papa deh modelnya nggak sesuai ekspektasi awal. 

Saya juga memanfaatkan diskon dari Sociolla karena 70% makeup dan skin care saya beli di e-commerce andalan ini. Happy, dari yang harusnya habis hampir 1 juta, saat itu saya hanya membayar sekitar 600 ribu saja. 

Temen-temen bisa memanfaatkan momen promo dan diskon seperti saya ini. Sungguh sangat membantu dan juga kita lebih puas belanja banyak dengan potongan harga yang nggak sedikit! 

5. Vendor Dekorasi Seserahan

Sebagai seorang Aries dengan golongan darah A, saya itu perfeksionis, detil, dan ngeribetin. Makanya, proses hunting jasa dekorasi seserahan memakan waktu yang lama. Dari bulan Januari saya sudah kepo sana sini dan nanyain pricelist. Hasilnya, saya kepincut suatu jasa dekor yang full akrilik dengan harga murah, tapi saat dihubungi bulan Februari, jasa ini sudah full booked sampai Agustus! Gila kan!

Akhirnya saya memilih Rumah Hantaran Jogja sebagai vendor dekorasi seserahan. Saya yang awalnya kekeh pengen full akrilik, akhirnya berubah pikiran dan memilih keranjang rotan. Alasannya lebih kepada kepraktisan saja. Mengingat vendor ada di Jogja dan lamaran di Borobudur, perjalanan pun hampir 2 jam. Kalau semua full akrilik takut mobil bakal sesak dan risiko pecah tinggi. Makanya, saya memilih keranjang rotan untuk 5 box dan 1 box akrilik. Tadinya menyangka kalau seperangkat alat sholat dalam akrilik bakal jadi box simbolis yang diserahkan. Eh ternyata malah box perhiasan yang jadi simbolisnya. Haha!


Bukan Erny kalau tanpa request detil. Dari awal saya menegaskan untuk tidak menggunakan keranjang rotan yang ada roda-roda artificial maupun yang bentuknya lonjong. Saya maunya yang sederhana saja dan bentuknya kotak. Lalu pengennya nuansa warnanya abu-abu dan soft pink. Pakai pita transparan dan bunga-bunga hiasannya berwarna putih serta nggak mau kalau isi seserahan dibentuk-bentuk jadi bebek, bunga, dll. Pokoknya harus sesederhana, tapi cantik. Ribet kan?

To be honest, ekspektasi saya sama vendor ini rendah. Tapi beruntungnya, saat seserahan selesai dan Dhimas kirim foto saya happy sekali. Walaupun permintaan nuansa grey dan soft pink berubah menjadi peach dan soft pink, terus request pita transparan tidak terpenuhi. Namun, untungnya secara keseluruhan saya puas. Happy banget melihat box seserahan cantik begitu. Saran saya, kalau kamu mau mencari dan booking vendor dekorasi seserahan memang harus jauh-jauh hari. Lalu beri brief detil agar vendor paham apa maumu.

Untuk vendor dekorasi ini saya dikenai tarif sekitar 400 ribu untuk semuanya. Box dan dekorasi statusnya sewa. Kalau nggak salah, box untuk keranjang sekitar 50 atau 60 ribuan dan akrilik 85 ribuan.



Sepertinya bahasan soal hunting seserahan ini panjang sekali ya! That's why, saya akhiri aja sampai di sini. Saya sengaja menulis sedetil mungkin karena saya inget betul waktu nyiapin seserahan sempet clueless. Harapannya biar temen-temen yang berencana menikah terbantu dengan postingan ini. Kalau kamu ternyata punya pengalaman lain soal hunting seserahan, boleh banget menambahkan tips ala kamu di kolom komentar. See you!






  • Share:

You Might Also Like

9 komentar

  1. detail banget nih cerita seserahan, aq share sama temen yang lagi puyeng dengan barang seserahan.. tfs erny

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi mbak maya, makasih ya... Semoga berguna ceritaku hihi.

      Hapus
  2. jadi teringat cerita tentang pakaian dalam.... HAHAHAHAHA. nice post bae! *balik ngelist seserahan*

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang ukuran nggak real itu udah jadi tank top mpit. tetap berguna. Happy shopping wkwk

      Hapus
  3. Aku share temenku yg mau nikah ya bun. Semangat calon manten

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, silakan hihi. Thanks DYah udah mampir. Semoga artikel cerita pribadinya membantu yah

      Hapus
  4. Errrr, aku bahagiaa baca wedding preparation gini. Apalagi yang kreatip dalam penghematan budget hihi. semangat yaa sis lancar2 :D

    BalasHapus
  5. Kalau orang betawi , di kasih uang si mempelai wanita biar barang barangnya di beli sendiri . agar ukuran muat dan pas. baru deh di hias. sukses buat acara terus ya

    BalasHapus
  6. Ernyyyyy semoga acaranya lancar yaa sampai hari H..
    Seserahannya bikin mupeng wkwkwk

    BalasHapus