Menggunakan Sabun untuk Area Vagina, Boleh atau Tidak?

By Erny Kurniawati - 22.18.00



"Eh jangan pakai sabun untuk area vagina sering-sering, nanti iritasi lho." 
"Pakai sabun di area vagina tuh bisa bikin bakteri baik ikutan mati lho. Mending daun sirih aja natural." 
"Katanya, pakai sabun area vagina nggak perlu sering-sering. Yang penting mah nggak ada keluhan." 
"Tapi pakai rebusan daun sirih sering-sering juga nggak bagus lho."

Well, komentar-komentar seperti itu sudah sering banget saya dengar kalau sedang ngobrolin tentang perawatan area vagina. Serba salah, pakai sabun khusus kewanitaan atau vagina dibilang nggak boleh sering-sering karena membunuh bakteri baik. Tapi, memakai rebusan daun sirih juga direkomendasikan sesekali aja. Sebagai perempuan, saya suka bingung sendiri karena kok merawat kebersihan vagina yang vital ini kok ribetnya minta ampun. Apalagi ditambah ribet dengan komentar dari sesama perempuan yang selalu dibubuhi kata "katanya" yang mana menunjukkan kalau komentar tersebut validitasnya masih dipertanyakan. 

Saya pun tergerak mencari tahu sendiri soal menggunakan sabun untuk area vagina ini. Sebenarnya, boleh atau nggak sih? Penjelasan medisnya gimana sih? Dan sebaiknya produk yang digunakan tuh yang komposisinya bagaimana. Soalnya, curhat dengan sesama perempuan soal merawat area vagina ini tidak selalu berakhir dengan solusi. Lebih sering akhirnya malah bikin bingung karena ada aja yang komentar ini itu nggak boleh, tapi tidak didasari fakta medis. 

Long story short, saya memilih untuk mengenali kondisi vagina terlebih dulu. Rupanya untuk aktivitas sehari-hari saat beban pekerjaan relatif stabil (tidak stres), banyak beraktivitas di dalam ruangan, dan tidak keringetan berlebihan, kondisi area vagina cenderung aman. Tidak keputihan, bau, dan lembab. Namun, semua itu berbeda saat saya banyak beraktivitas di luar ruangan, banyak gerak, dan keringetan. Mungkin karena bentuk tubuh saya yang berisi, area vagina pun jadi lebih lembab dalam kondisi tersebut. Kalau sudah begini, biasanya saya akan keputihan dan bila tidak dibersihkan akan memicu gatal.

Keputihan yang saya alami dalam kondisi tersebut sebenarnya wajar, tapi rasanya membersihkan vagina dengan air saja nggak cukup. Oleh karena itu, saya mulai memakai sabun untuk area vagina. Hasil saya mencari tahu di forum-forum kesehatan online, sebenarnya memakai sabun untuk area vagina tidak dilarang. Hanya saja, kita memang perlu selektif dalam memilih produk dengan komposisi yang terbaik. 

Jujur, saya pun pernah mencoba beragam merek sabun untuk area vagina. Ada yang memberikan efek kering setelah digunakan, ada pula yang mengandung parfum dan memicu alergi saya (FYI, area vagina saya alergi dengan kandungan parfum tertentu). Sejak itu, saya mencoba mengenali produk sabun untuk vagina yang paling tepat dan mempelajari kalau bakteri baik di area vagina (lactobacillus) itu justru penting untuk mencegah berkembangnya jamur dan bakteri jahat. 

And then, dari sekian banyak sabun untuk area vagina yang paling bagus impresinya untuk saya adalah Betadine Feminine Wash. Jadi, Betadine itu baru saja ngeluarin seri sabun khusus area vagina yang bisa dipakai daily. Sebelumnya, saya pun sudah memakai Betadine Feminine Hygiene yang identik dengan antiseptik itu. Namun karena mengandung antiseptik yang tinggi, jadinya sabun tersebut hanya dianjurkan dipakai saat kondisi tertentu seperti datang bulan. Nah, kehadiran Betadine Feminine Wash ini menurut saya membantu banget untuk yang perlu memakai sabun khusus area vagina sehari-hari. 


Betadine Feminine Wash ini sebenarnya hadir dalam tiga jenis berbeda, Betadine Feminine Wash Foam, Betadine Feminine Wash Liquid, dan Betadine Feminine Wipes. Ketiganya sudah saya coba dan punya keunggulan masing-masing.

Mungkin ada yang penasaran apa yang membedakan Betadine Feminine Hygiene dan Betadine Feminine Wash. Secara mendasar yang membedakan keduanya adalah kandungan di dalamnya. Betadine Feminine Wash dan Wipes tidak mengandung antiseptik dan ingredients-nya didominasi dari bahan-bahan alami yang mengandung prebiotic untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik. Selain itu, Betadine Feminine Wash juga mengandung formula alami tri-care yang diperkaya dengan bunga immortelle

Saya sendiri sudah mencoba semua variannya dan yang paling unik serta sering saya pakai adalah Betadine Feminine Wash Foam. Alasannya sih karena sejak pertama pakai saya udah langsung cocok. Area vagina saya yang sensitif dengan parfum ternyata nggak menunjukkan gejala alergi saat memakai sabun untuk area vagina ini. Terus yang terpenting, saya nggak merasakan efek kesat dan kulit sekitar vagina jadi kering. Uniknya lagi, tekstur dari Betadine Feminine Wash Foam ini tuh berbentuk foam lembut seperti facial foam. Tenang, foam dalam sabun ini nggak berasal dari SLS karena produk ini memang nggak mengandung SLS. Kabar baiknya nih, Betadine Feminine Wash ini juga nggak mengandung paraben! Walaupun saya nggak begitu anti sama paraben, tapi kalau bisa memilih produk yang non-paraben apalagi untuk daerah vagina, tentu saya bakalan lebih memilih yang tanpa paraben. Karena itu, sabun untuk area vagina ini aman dipakai ibu hamil dan menyusui.



Nah, Betadine Feminine Wash Foam yang saya pakai selama ini ada dua, yang warna biru dan warna hijau. Betadine Feminine Wash Foam Odour Control Witch Hazel (biru) yang mengandung witch hazel untuk mengatasi bau tak sedap di area vagina. Varian ini katanya cocok banget untuk wanita sibuk karena sebenarnya area vagina memang reaktif misalnya saat saya stress biasanya aromanya pun agak berbeda. Saya pun mengandalkan Betadine Feminine Wash Foam varian ini. 

Lalu saat banyak aktivitas lapangan dan berkeringat, saya memakai Betadine Feminine Wash Foam Fresh and Active Lemon Verbena (warna hijau). Varian yang ini mengandung lemon verbena yang memberi sensasi segar untuk area vagina. Paling pas dipakai saat kondisi tubuh banyak gerak dan berkeringat. 


Selain Betadine Feminine Wash Foam, saya juga merasa terbantu dengan hadirnya Betadine Feminine Wipes! Pas banget untuk saya bawa saat harus beraktivitas di luar ruangan dan banyak gerak. Kandungannya tuh sama dengan varian foam, hanya saja dikemas dalam bentuk tisu basah yang biodegradable jadi aman untuk dibuang di toilet karena nggak bakal menyumbat saluran air. Terbantu banget karena tinggal usap dan area vagina jadi bersih sehingga merasa aman walaupun terpaksa pipis di toilet luar yang mungkin airnya kurang bersih.

Karena saya juga penasaran dengan Betadine Feminine Wash Liquid, akhirnya saya juga nyobain salah satu variannya dengan botol warna ungu. Ternyata wanginya tuh sama dengan varian foam. Wangi-wangi nggak nyengat, tapi enak gitu. Botolnya juga lebih kecil jadi praktis juga. Nah, untuk yang liquid ini saya suka menggunakannya saat menstruasi karena rasanya agak jijik kalau sedang mens pakai sabun vagina yang foam. Ini sih alasan personal saja. Dan tidak lupa kalau lagi menstruasi, saya juga menggunakan Betadine Feminine Hygiene, karena pada saat itu risiko infeksi meningkat, jadi perlu ekstra hygiene.

Setelah mencoba semua varian Betadine Feminine Wash tersebut saya nggak kepikiran untuk nyobain sabun lain untuk area vagina. Apalagi semua varian dari seri terbaru Betadine Feminine ini memang diformulasikan untuk pemakaian sehari-hari. Jadi, nggak lagi ragu untuk memakainya. Sekaligus menjawab juga kalau menggunakan sabun untuk area vagina itu boleh kok. Asalkan, kita benar-benar tahu kondisi vagina kita (tahu alergi dengan kandungan apa), terus mencermati kandungan sabun yang dipilih, dan terakhir kita sendiri yang menentukan sesering apa menggunakan sabun tersebut. So, adakah temen-temen yang tertarik untuk mencoba sabun ini juga?


Psst.... kebersihan dan kesehatan area vagina wajib dijaga layaknya kulit yang jangan sampai kusam dan jerawatan!

Website: tanyawanita.id
Instagram:@tanyawanitaid
Facebook: Tanyawanitaid
 




  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. aku baru nyobain yang tissue basahnya aja pas mudik kemarin. Sukaaa banget dan ringkes untuk travelling.

    Yang foam menarik banget deh buat dicoba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan Fa, emang praktis dan rasanya aman gitu. Aku suka gatel soalnya kalo keringetan banyak pas traveling, apa banyak aktivitas. Ada wipes ini membantu banget asli!

      Hapus