Japanese Happy Food: Wisata Kuliner di Kyoto dan Tokyo

By erny's journal - 22.27.00

wisata kuliner di jepang, japanese vending machine, jepang kuliner

Waktu ke Jepang tahun 2015 lalu, saya nggak banyak mencicipi menu makanan dan street food di sana. Saya pun berjanji bakal mencoba aneka menu makanan yang sebelumnya belum saya cobain bila punya kesempatan berkunjung ke negara ini lagi. Dream came true. Dua bulan lalu saya ke Jepang lagi. Kali ini saya punya kesempatan lebih banyak untuk mencicipi menu makanan dan street food di sana. Ketakutan kalau salah pilih menu yang haram tentu saja ada. Tapi, saya mencoba untuk selalu aktifin google translate dan scanning terlebih list ingredients-nya. Sementara saat jajan street food, saya pasti sempetin berbincang sama penjualnya untuk menanyakan apakah menu yang mereka jajakan bebas dari segala unsur babi dan alcohol. Setelahnya, bismillah aja kalau sudah yakin. Hehe. 

Karena ada beberapa menu yang membekas diingatan saya, jadi ini dia nih menu-menu jajanan di Jepang yang saya cobain pada bulan Maret lalu: 

Aneka Minuman dari Vending Machine


Minuman kaleng dari vending machine, worth to try!

Kali kedua ke Jepang, saya nggak melewatkan kesempatan untuk jajan menu minuman di vending machine yang hits dan populer jadi background foto itu. Saya nyobain beberapa menu minuman, tetapi salah melewatkan kesempatan untuk mencoba peach soda yang selalu direkomendasikan orang-orang. Saya justru nyobain menu kopi susu dan cokelatnya. Ada yang bikin happy karena enak, tetapi ada juga yang zonk alias nggak enak. Yah, namanya iseng-iseng nyobain yah! Ini nih beberapa minuman yang saya cobain selama perjalanan kemarin. Ada yang bikin kamu penasaran?

Mencicipi Takoyaki, Yakitori, dan Taiyaki di Fushimi Inari Taisha


Salah satu street food yang membuat saya merem melek mengunyahnya adalah takoyaki yang dijajakan persis di pintu keluar kompleks wisata Fushimi Inari Taisha, Kyoto. Takoyaki di sini jauh lebih montok ketimbang takoyaki yang saya pernah makan di Indonesia. Plus, daging guritanya nggak pelit. Jadi kerasa banget rasa seafood-nya. Untuk satu porsi takoyaki ini harganya 500 yen. Harga yang normal untuk menu-menu street food di Jepang. 

Selain Takoyaki, saya juga mencoba sate khas Jepang yang disebut Yakitori. Yakitori ini menggunakan daging ayam yang dibakar bersama daun bawang sehingga wangi gurihnya beda. Untuk rasanya sendiri beda jauh dengan sate di Indonesia ya. Rasa dagingnya lebih dominan karena rasa rempah yang mereka gunakan nggak sekuat masakan di Indonesia. 

Taiyaki, Yakitori, dan Takoyaki yang nggak boleh dilewatkan!
Setelah mencoba dua menu tersebut, saya juga sempat mencicipi menu lain yang nggak kalah hits yaitu, Taiyaki. Taiyaki ini mengingatkan saya pada wafel dan mungkin adonannya memang tidak jauh berbeda. Hadir dengan rasa dominan manis, taiyaki punya bentuk yang unik berupa ikan. Berhubung saya bukan pecinta makanan manis, saya pun hanya mencicipi taiyaki punya teman. Sengaja nggak beli sendiri karena sayang kalau wafel seharga 300 yen ini nggak berhasil saya habiskan.

Mochi Strawberry, Dessert Kenyal yang Manis Asam



Mochi menjadi salah satu menu dessert yang populer di Jepang. Kue beras ini hadir dengan tekstur kenyal dan biasanya diisi dengan saus kacang manis, cokelat, atau krim matcha. Sewaktu mengeksplor Kiyomizu-dera, saya nyobain mochi dengan isian krim cokelat yang manis dipadu dengan topping strawberry yang asam. Rasanya nano-nano tapi nagih. Kalau kamu ke Jepang, wajib untuk mencicipi jajanan yang satu ini. Biasanya untuk satu mochi akan dijual seharga 300 yen. Harga yang cukup pas dengan rasa yang ditawarkannya.


Rice Cake Gurih


rice cake gurih yang nagih!

Masih di sekitaran Kiyomizu-dera, saya nyobain street food lain berbentuk bulat pipih. Street food ini disebut rice cake. Disajikan dengan cara dipanggang dan dibumbui gurih dengan topping nori. Awalnya saya nggak yakin street food yang satu ini enak. Makanya, saya pun hanya membeli 1 pcs saja. Tapi selanjutnya saya menyesal karena rice cake ini enak banget. Apalagi untuk 1 pcs-nya hanya 100 yen. Wah, kalau ada kesempatan ke Kyoto lagi pasti saya bakal mampir membeli makanan ini. Oiya, lokasi penjualnya deket banget dengan kedai Starbuck tradisional di Ninenzaka. Mudah banget nemuinnya!

Minum Kopi Hits %ARABICA



Salah satu wishlist dalam hidupku adalah nyobain kopinya %ARABICA. Sebagai pecinta kopi, saya sudah kepengen mencicipi kopi ini dari tahun lalu. Bahkan saya pernah komen di Blog Alodita saat dia bercerita tentang kopi ini. Semesta mendukung. Kurang lebih setahun kemudian saya kesampaian untuk mewujudkan impian mencicipi kopi susu %ARABICA selama dua hari berturut-turut. Nggak lupa saya juga beli tumblr-nya sebagai pengingat kalau tahun 2019 ini saya berhasil mewujudkan impian untuk mampir ke kedai kopi paling ramai di Kyoto ini.

Makan Ramen Halal di Naritaya Gion


Naritaya Ramen Halal, Ramen Halal Jepang, Ramen Jepang Halal
Cari ramen halal? Wajib nyobain Naritaya!

Nama Naritaya sudah familiar banget untuk muslim yang berkunjung ke Jepang. Nama ini merupakan brand ramen yang sudah terjamin halal. Nggak heran saat saya dan rombongan ke sana, kedai kecil di kawasan Gion ini ramai pengunjung dan hampir semuanya orang Indonesia. Saya lupa memesan menu ramen apa, yang jelas saya inget saya memesan varian ramen spicy karena selama di Jepang agak susah ketemu makanan pedas. Jadilah happy saat menu spicy ramen tertera di buku menu. 

Porsi ramen ini cukup besar dan dibanderol dengan harga sekitar 900-1200 yen. Porsinya yang besar bisa banget jadi bahan bakar untuk tubuh agar kembali berenergi mengeksplor Jepang yang hampir selalu dilakukan dengan jalan kaki.

Baca juga: Preparing Winter Essentials for Japan Trip
 

Explore Makanan di Family Mart or Sevel


Ada yang kurang kalau ke Jepang, tapi nggak mencicipi menu-menu makanan yang dijajakan di convenient store-nya. Makanan di convenient store Jepang itu terkenal dengan rasanya yang enak-enak. Sekalipun sushinya jauuuuuh lebih enak ketimbang sushi tei. Sungguh, mengenang makanan dari Family Mart dan Sevel bikin saya menelan ludah menuliskan cerita ini.


Selama di Jepang kemarin hampir setiap sarapan saya memilih menu makanan dari convenient store. Selain enak-enak dan variatif, harganya pun murah meriah. Nah, saya juga punya pengalaman menarik saat di sevel di daerah Kotobashi, Tokyo. Waktu itu saya mencari menu makanan yang halal dan dengan sigapnya penjaga toko ini membantu saya. Ada satu orang yang non-muslim, dia langsung menanyakan apakah saya muslim karena berjilbab. Saya kira dia hanya mau ngajak ngobrol, tapi ternyata dia bertanya itu karena melihat makanan yang saya beli haram. Jadilah dia memanggil satu temannya seorang dari Bangladesh yang kebetulan beragama muslim. Penjaga toko ini selanjutnya membantu saya memilihkan makanan yang halal dan di saat yang bersamaan saya terharu banget. Asli, mereka sangat helpful!

Brunch di Arashiyama Bamboo Forest


Hari kedua di Kyoto, saya dan teman-teman ada agenda untuk mengeksplor beberapa tempat wisata. Salah satunya Arashiyama yang terkenal dengan hutan bambu ikoniknya. Karena kami berangkat pagi-pagi, maka kami pun belum sempat sarapan. Untungnya di sana ada semacam food court sebelum pintu masuk hutan bambu tersebut. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, kami pun langsung cap cip cup memesan menu makanan untuk brunch. Pilihan saya jatuh pada menu yakisoba dan camilan yang berbahan dasar tepung dan seafood. Sayang sekali saya lupa sama nama menunya!

Brunch di sini menurut saya cukup recommended karena menunya beragam dan harga bersahabat. Sayangnya, ramai sekali sehingga kamu memang harus sedia stok sabar lebih banyak. Kalau soal rasa makanannya, kayanya nggak perlu khawatir karena di Jepang hampir semua masakannya enak-enak. Setidaknya untuk lidah saya.



Mencoba Nasi Kari Coco Ichibanya


coco ichibanya tokyo, coco ichibanya halal curry, halal curry in tokyo

Kari Jepang ini nggak ada yang salah ya! Asli rasanya seenak itu. Untungnya di Jepang ada beberapa outlet kari halal salah satunya, Coco Ichibanya. Sayangnya, waktu itu saya dengan polosnya mencoba kari di outlet Coco Ichibanya Kotobashi. Sementara yang sudah berlabel halal ternyata yang ada di Harajuku. Saya menyesal sih walaupun sudah memilih kari seafood dan berulang kali memastikan tanpa kandungan babi sama sekali. 

Itulah beberapa makanan di Jepang yang saya cicipi selama perjalanan di bulan Maret lalu. Wisata kuliner di Jepang memang menjadi salah satu daya tarik yang bikin saya pengen balik lagi dan lagi. Walaupun di satu sisi mencari makanan halal perlu effort lebih. Tapi, overall negara ini waktu ke waktu semakin muslim friendly. Beda banget dengan perjalanan saya tahun 2015 lalu saat mencari makanan halal rasanya masih lebih susah. Makanya waktu itu saya mengandalkan makanan dari hotel atau tour yang sudah terjamin halal. Hehe. 

penginapan di kyoto, airbnb kyoto, wisata kuliner di kyoto

Buat kamu yang berencana ke Jepang, semoga beberapa makanan di atas bisa jadi referensi untuk wisata kuliner. Dan, jangan malas untuk selalu cek ingredient produk makanan yang kamu beli agar nggak salah beli yang non-halal. Atau, bisa juga tanyakan langsung ke penjualnya! And the last, enjoy Japan!

  • Share:

You Might Also Like

5 komentar

  1. paling seneng kalau keluar negri tuh emang nyoba-nyobain makanan sama minuman, bukan cuma yang gak di jual di indonesia tapi yang juga di jual di indonesia, penasaran aja gimana rasa aslinya kalau emg produknya dari jepang.

    jepang masih jadi bucket list semoga segera terwujud, aamiin

    BalasHapus
  2. alhamdulillah ya, jepang sekarang sudah banyak kedai halal, walaupun dalam 1 merk hanya 1 outlet saja yang halal.
    mesti cari tahu dulu mana-mana outlet yang halal sebelum berangkat.

    BalasHapus
  3. Vending machine di Jepang nggak cuma fotogenik, tapi rasa minumannya juga oke yaa. Waktu ke Jepang dulu aku juga borong beberapa minuman kemasan dari Sevel buat dibawa pulang hahaha

    BalasHapus
  4. Senengnya bisa wisata kuliner di Jepang, Takoyakinya menggoda banget, apalagi mochi nya. Aduh kapan ya aku bisa ke Jepang

    BalasHapus
  5. Serius langsung nelen ludah. Apalagi lihat takoyaki yang gendats dan enggak pelit sama isi.

    BalasHapus