Alasan di Balik Butuh Asuransi Kesehatan

By erny's journal - 22.17.00


Sekitar 3 tahun yang lalu, ayah saya terdeteksi mengidap penyakit kritis tumor otak. Lalu setahun yang lalu, Ibu mertua saya terpaksa harus dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu karena sakit komplikasi diabetes yang menyerang jantung. Penyakit kritis yang diidap oleh orang-orang terdekat saya ini membuat saya dan suami makin mikirin ke depan. Ayah saya terdeteksi penyakit tumor di usia belum ada 50 tahun. Sedangkan Ibu mertua mengidap diabetes sejak 19 tahun lalu dan di usia 60 tahun mengalami komplikasi tersebut.

Saya dan suami berpikir kalau untuk menghadapi masa depan sepertinya kami butuh yang namanya asuransi. Soalnya dilihat dari riwayat kesehatan keluarga kami ada yang terkena penyakit kritis. Apalagi kami berencana punya anak. Banyak banget impian kami di masa mendatang, salah satunya nggak merepotkan anak dengan kondisi kesehatan kami. Selain berusaha untuk terus menjalankan hidup sehat dari hari ke hari, kami memang merasa butuh asuransi. Kami hanya membayangkan kondisi terburuk. Kebayang kan takutnya kalau harus mengidap penyakit kritis sementara anak masih butuh kami atau ngebayangin anak terbebani oleh kondisi kesehatan kami. Duh amit-amit! Nggak, kami nggak sedang berharap sakit. Kami hanya ingin memproteksi diri agar kemungkinan-kemungkinan buruk di masa depan bisa diminimalisir risikonya.


Bisa dibilang bagi saya dan suami memilih untuk punya asuransi adalah bukti cinta kami dengan keluarga, terutama anak. Untuk kebutuhan kami tersebut, sejak setelah menikah tahun lalu saya memang berkomitmen untuk riset atau cari tahu asuransi jiwa yang terbaik dengan premi yang tidak merusak cashflow rumah tangga. Jujur, butuh perjalanan panjang untuk akhirnya saya mempelajari asuransi Astra Life. Awalnya karena terpapar campaignnya di Instagram beberapa bulan lalu. Dari sanalah saya tahu ada Flexi Life.

Flexi Life ini merupakan produk asuransi jiwa murni yang nilai perlindungannya hingga 5M tanpa cek medis dan memberlakukan satu polis untuk seumur hidup. Untuk aturan pembayarannya disesuaikan dengan risiko saat nasabah membayar dan opsi pembayarannya juga menarik karena saya sebagai nasabah bisa menentukan pembayaran tahunan, enam bulan, tiga bulan, bahkan bulanan. Seinget saya, baru ini deh asuransi yang penjelasan produknya clear dan yang terpenting produknya bener-bener asuransi jiwa murni.

Saat mencari tahu tentang Flexi Life ini saya juga baru tahu kalau rupanya Astra Life punya produk asuransi penyakit kritis, Flexi Critical Illness. Sama menariknya dengan Flexi Life, asuransi ini juga bisa dirancang sesuai dengan kebutuhan dengan perlindungan atas 3+1 penyakit kritis seperti jantung, stroke, kanker tahap lanjut dan tahap awal dengan nilai perlindungannya sampai 2 M tanpa cek medis. Setelah mencukupi kebutuhan asuransi jiwa, asuransi penyakit kritis ini seakan jawaban atas pencarian saya dan suami yang memang pengen punya asuransi khusus untuk kesehatan dan berlaku untuk penyakit kritis.




Untuk biaya Flexi Critical Illness ini sendiri ternyata sangat terjangkau. Biayanya jauh lebih mudah dari biaya kopi harian saya lho. Asli saya kaget karena umumnya asuransi kesehatan yang nilai pertanggungannya lebih ringan saja banyak yang jauuuuh lebih mahal. Nilai perlindungan dari asuransi penyakit kritis ini hingga 2 M tanpa perlu cek medis dan 50% dari uang pertanggungan tersebut akan dibayarkan kepada nasabah saat terdiagnosa kanker tahap awal. Saya sih nggak berharap mengidap penyakit kritis, tetapi dengan pertanggungan seperti itu tentunya akan sangat membantu proses awal pengobatan sehingga harapannya penyakit kritis tersebut masih bisa disembuhkan.

Sama mudahnya dengan pembelian Flexi Life, Flexi Critical Illness ini juga 100% saya lakukan secara online melalui website www.ilovelife.co.id. Cara ini sangat membantu orang-orang seperti saya dan suami yang butuh mencermati aturan asuransi sebelum membeli serta enggan bertemu agen secara langsung. Selain itu, pembelian asuransi via online ini sangat cepat. Saya hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk memenuhi semua data yang diperlukan. No ribet-ribet club!

Lalu terkait harga asuransinya memang semurah yang saya singgung di awal. Untuk pembelian asuransi dengan uang pertanggungan 50 juta, saya hanya perlu membayar uang tahunan sekitar 60 ribuan yang mana angka premi setahun itu setara dengan biaya ngopi saya 3 hari. Sumpah saya shock saking senengnya ada asuransi dari brand terpercaya, murni untuk kesehatan, mudah belinya, dan murah begini. Saya tuh berharap banget keluarga muda seperti saya ini bisa mengakses asuransi juga agar lebih terjamin hidup ke depannya. Karena saat kita merasa terjamin, kita bakalan lebih fokus lagi menjalani kehidupan dan tentunya hati serta pikiran jadi lebih tenang.




Kalau ditanya sepenting apa sih asuransi untuk saya? Bagi saya sih penting banget. Bahkan karena saya dan suami merasa ini penting, kami cukup intens membahas soal asuransi ini sejak beberapa hari kami menikah. Kembali lagi, kami sadar bahwa kami butuh proteksi karena riwayat kesehatan orang tua kami tidak baik-baik saja. Kami nggak mau fokus pada rasa takut kalau sakit. Tapi, kami maunya fokus gimana caranya sehat dan kalau sakit pun kami sudah aman karena punya biaya untuk berobat. Kebayang banget pusingnya saat sakit dan kesulitan bayar. Apalagi kalau sakit dan harus merepotkan anak dari segi energi dan materi.

Karena asuransi ini menurut saya worth it, clear programnya, dan harganya terjangkau, jadi saya nggak pengen info sepenting ini hanya berhenti di saya. Harapannya, kalau kamu juga sedang mencari asuransi yang tepat dan kamu merasa asuransi Astra Life ini cocok untukmu, please feel free untuk menggunakan kode referal BLOGERNY38 ini saat kamu membeli asuransi Flexi Life atau Flexi Critical Illness.

Temen-temen yang sedang bingung menimbang sepenting apa sih asuransi atau sudah membeli asuransi, boleh lho tuker pikiran dengan saya di kolom komentar. I will happy to read your sharing story!

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. 65ribu setahun beb??? Really???? Seharga 1-2 kali ngoi dong????

    BalasHapus