Breast Feeding Journey: Persiapan untuk Masa Awal Menyusui

By erny's journal - 22.28.00

 

erny kurnia-blackmores

Wow, time flies so fast! Bulan ini kandungan saya memasuki usia 9 bulan. Jujur, dag-dig-dug-der banget rasanya. Banyak sekali hal yang saya pelajari selama proses mengandung ini. Belajar soal menjalani masa kehamilan, persiapan untuk melahirkan, eh di bulan ini saya makin fokus untuk belajar tentang menyusui. Oleh karena itu, saya sengaja bikin segmen baru lagi "Breast Feeding Journey" dengan tulisan pertama tentang persiapan untuk masa awal menyusui. 

Sejak awal kehamilan, sebagian besar teman saya yang sudah terlebih dulu jadi ibu sharing bahwa jangan terlalu fokus pada proses hamil itu saja. Lebih dari itu, atur timeline juga untuk belajar mempersiapkan diri menyambut lahiran, menyusui, mpasi, dan merawat si kecil dari hari pertama hingga dewasa nanti. Saya senang sih diberi masukan seperti itu karena saya jadi lebih mudah memetakan apa saja yang harus saya pelajari sejak tahu hamil pertama kali hingga nanti. 

Trimester Pertama 

Cerita detail tentang masa-masa kehamilan di trimester pertama sudah pernah saya tulis dalam segmen "Pregnancy Journey". Kali ini saya cuma mau flash back sedikit tentang apa yang saya pelajari di trimester awal tersebut sebelum bercerita tentang persiapan untuk masa awal menyusui di trimester ketiga ini. Tiga bulan pertama ini bisa dibilang saya habiskan untuk adaptasi dengan perubahan tubuh saya. Saya yang sebelumnya energic dan nggak picky eater tiba-tiba berubah jadi mudah lelah, gampang ketiduran, dan ngidam dimulai! Di trimester ini saya belajar menerima perubahan di diri saya tersebut. Pengaruh hormon juga membuat saya menjadi lebih sensitif baik perasaannya dan juga kondisi kulitnya. Namun, saya bersyukur banget karena di masa ini tubuh saya masih cukup kooperatif. Mual dan muntah masih relatif ringan. Walaupun berubah menjadi picky eater, tapi saya masih mudah memaksakan diri untuk makan. Jadi tubuh saya pun kuat melewati masa awal kehamilan. 

Trimester Kedua

Bener banget kalau orang bilang trimester kedua itu trimester paling nyaman. Saya sudah lepas dari masa nggak pede karena perubahan fisik yang ada. Saya justru merasa sangat menikmati masa kehamilan ini. Energi rasanya kembali seperti semula sebelum hamil. Perut saya sudah mulai membesar, tapi masih cukup ringan untuk aktivitas sehari-hari. Mual dan muntah benar-benar nggak terjadi lagi. Di masa-masa ini saya sudah mulai fokus untuk belajar mempersiapkan diri untuk lahiran nanti. Yang saya lakukan nggak lain adalah mulai ikut prenatal yoga dan juga pijat hamil. Dua aktivitas ini membuat tubuh saya lebih segar dan pikiran positif. Saya juga mulai rajin sounding dengan ngajak ngobrol si kecil, apalagi di trimester kedua ini saya merasakan tendangan si buah hati tepat di minggu ke-19. Kalau inget langsung bikin tersenyum sendiri!

Trimester Ketiga

Masih ada beberapa minggu lagi yang harus saya lalui untuk bertemu si buah hati. Sedikit bercerita tentang trimester terakhir ini, saya kembali dihadapkan pada kondisi fisik yang berubah drastis. Pertama, perut saya membesar dengan signifikan dan berefek pada tumpukan baju yang kini tidak muat lagi untuk dipakai. Kedua, energi saya rasanya semakin sedikit bahkan lebih sedikit dibandingkan trimester pertama. Untunglah kantor saya menerapkan flexible working untuk mom to be sehingga saya bisa memanfaatkannya untuk kerja di rumah terus walaupun dalam jadwal shifting masuk kantor. Ketiga, saya mulai mempersiapkan mental lebih lagi untuk menghadapi persalinan. Keempat saya sudah mempersiapkan diri untuk masa awal menyusui.

Baca juga: Pregnancy Story - Merencanakan Kehamilan

 

Persiapan untuk Masa Awal Menyusui

Apa sih yang saya lakukan untuk persiapan masa awal menyusui?

Saya mulai dari yang paling dasar yaitu mindset dan komitmen. Dari cerita orang-orang terdekat, drama menyusui itu nyata adanya. Kadang kita fokus nyiapin benda pendukung, tetapi dalam diri kita belum cukup siap. Nah, untuk persiapan mindset dan komitmen ini saya lakukan dengan cara banyak membaca. Baca buku, follow konselor ASI, hingga baca sharing dari orang-orang medis yang memang concern pada menyusui. Dari sini saya menyadari bahwa mengASIhi buah hati itu bagi saya adalah wujud kasih untuk dia. Wujud syukur saya karena telah dipercaya oleh Yang Maha Kuasa dengan menghadirkan si kecil di rahim dan kehidupan saya mendatang. Di kepala saya, mengASIhinya bukanlah pengorbanan karena saya merasa sukarela dan penuh cinta. Dari titik ini, semangat saya untuk mempersiapkan diri memberikan ASI kepadanya jadi semakin kuat. Plus saya berharap karena saya sadar betul alasan di balik keinginan saya memberinya ASI, semoga saat saya mengalami kesulitan di awal masa menyusui nanti saya nggak panik terlalu lama dan fokus pada solusi untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati.

Selanjutnya, persiapan untuk awal menyusui sesungguhnya sudah saya lakukan jauh-jauh hari. Bahkan mungkin sebelum memasuki trimester terakhir ini. Persiapan itu adalah dengan memberikan nutrisi terbaik untuk tubuh. Masa-masa kehamilan adalah masa dimana tumbuh kembang si kecil bergantung pada kita. Saya mencoba untuk rutin mengonsumsi buah dan sayur walaupun ada kalanya saya merasa sangat eneg melihatnya. Selain itu, menjaga asupan makanan agar nggak kebanyakan gula, karbo, atau garam juga coba saya lakukan. Saya meyakinin kalau makanan yang baik akan memberikan efek baik bagi tubuh sehingga saat awal menyusui nanti harapannya bisa membantu tubuh saya lebih siap.

Ketiga, mengonsumsi vitamin yang mengandung nutrisi lengkap. Walaupun saya sudah berusaha memberikan asupan makanan yang terbaik, tetapi saya nggak munafik kalau ada kalanya saya asal makan karena eneg atau nggak doyan dengan makanan tertentu. Hasilnya, saya mungkin kekurangan nutrisi tertentu tanpa saya sadari. Oleh karena itu, saya merasa perlu melengkapinya dengan mengonsumsi vitamin yang juga menyiapkan tubuh saya untuk menyusui si kecil nanti. 

 

Pilihan vitamin untuk masa-masa akhir kehamilan ini jatuh pada Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold. Jauh sebelum hamil, saya sudah familiar dengan vitamin asal Australia ini karena memang banyak teman yang mengonsumsinya. Oleh karena itu, saya pun riset cukup lama tentang vitamin ini dan memantapkan hati. Hingga akhirnya saya pun yakin untuk memilihnya karena Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold mengandung 17 nutrisi esensial yang bisa membantu penuhi nutrisi Ibu sehingga dapat memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati. 

Nah, mungkin ada yang bertanya-tanya juga, 17 nutrisi esensial yang dimaksud itu apa sih? 

Dalam Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold ini mengandung beberapa nutrisi seperti:

  • Tinggi asam folat yang dapat membantu menjaga Ibu dari risiko anemia
  • Tinggi kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi buah hati serta bisa mencegah terjadinya osteoporosis pada Ibu. 
  •  Mengandung zat besi yang tidak menyebabkan konstipasi sehingga aman dan membantu Ibu untuk menjaga energi agar tidak mudah sakit. 
  • Mengandung Omega 3/DHA yang tidak berbau sehingga tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi dan baik untuk mendukung pertumbahan otak serta mata buah hati 
  • Mengandung vitamin dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh Ibu menyusui 

Kandungan 17 nutrisi esensial ini memang membantu proses pemenuhan nutrisi pada Ibu untuk menyusui. Namun sesuai namanya, Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold ini bisa dikonsumsi sejak masa kehamilan. Beberapa kandungan di dalam setiap tabletnya memang sesuai dengan vitamin tambahan yang dibutuhkan oleh Ibu hamil. Selain itu, proses persiapan untuk masa awal menyusui menurut saya memang harus dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan. That's why, bagi saya pribadi vitamin ini cukup praktis karena bisa dikonsumsi sejak masa persiapan menyusui hingga nanti saat bayi sudah lahir. Selama ini, saya mengonsumsinya sesuai dengan anjuran pada kemasan produk yaitu, 2 kali sehari setelah makan atau bisa juga disesuaikan dengan rekomendasi dokter kandungan misalnya hanya diminta sehari sekali, maka ya saya ikuti.

 

Sebelum menulis blog ini, saya juga sempat open question dan minta temen-temen di Instagram untuk sharing apakah ada yang pernah mengonsumsi Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold. Ternyata banyak banget Ibu yang sharing pengalaman mereka. Most of them bilang kalau vitamin ini memang recommended karena beberapa alasan seperti: 

  • Kandungan nutrisinya lengkap sehingga minum vitamin Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold saja sudah cukup dan tak butuh vitamin lain
  • Terbukti membantu Ibu jadi lancar menyusui, ASI bernutrisi, dan ASI berkualitas (mereka share kalau ASI-nya jadi lebih kental jadi makin semangat untuk mengASIhi si buah hati)
  • Produknya sekarang mudah didapatkan karena Blackmores sudah didistribusikan oleh Kalbe Blackmores Nutrition. Belinya pun bisa di market place seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Lazada. Kalian bisa beli di official storenya langsung jadi lebih terpercaya dan terjamin!

Lalu sebagai orang yang kerja di bidang branding dan marketing, saya juga selalu mencari tahu story behind the product. Untuk memilih Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold ini alasan saya lainnya adalah karena komitmen mereka dalam mendukung World Breastfeeding Week. Dukungannya bukan sekadar bentuk konten edukasi di media sosial saja, tetapi Kalbe Blackmores Nutrition ini bekerjasama dengan Bumi Sehat Foundation sejak tahun 2017 lalu untuk membantu pemenuhan gizi Ibu hamil dan menyusui  dengan pembagian 12.000 botol Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat yang ada di tiga kota di Indonesia yaitu, Denpasar, Aceh, dan Papua. Wujud komitmen yang nyata ini bagi saya penting sekali karena saya tahu banyak Ibu di Indonesia yang mungkin masih kesulitan mengakses vitamin untuk masa kehamilannya. 


Baca juga: Pregnancy Story - Body Care untuk Ibu Hamil

 

Sebuah Usaha untuk Memenuhi Kebutuhan Bayi 

Mungkin sekitar satu bulanan lagi breast-feeding journey akan saya mulai. Jujur, saya berharap beberapa usaha yang saya lakukan dalam rangka persiapan untuk masa awal menyusui itu akan membantu saya melewati journey baru itu nanti. Selain mengonsumsi vitamin, sebenarnya ada faktor lain yang membuat saya mantap menyambut perjalanan baru ini yaitu, dukungan dari suami dan orang-orang terdekat. Termasuk dukungan dokter dan doula yang sudah intens memberikan masukan kepada saya terutama sejak memasuki usia kehamilan 8 bulan lalu. Karena dukungan tersebut, saya juga nggak ragu untuk tanya-tanya dan bahkan konsultasi apakah vitamin pilihan saya Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold ini cukup bagus atau tidak. Apapun vitamin yang saya minum selama hamil dan persiapan menyusui selalu saya konsultasikan kepada dokter. Karena vitamin tersebut masuk ke tubuh saya dan nggak hanya berefek ke diri saya pribadi, tetapi juga pada janin yang tumbuh di rahim saya. Tapi kalau kamu ingin cari tahu dulu soal vitamin yang ingin dipilih, bisa juga kepoin aja website dan social medianya. Misal ingin tahu produk-produk Blackmores bisa cek juga di website dan Instagramnya.


Semua persiapan yang saya lakukan tersebut adalah sebuah usaha dari saya untuk memenuhi kebutuhan bayi nantinya. Plus sebagaiusaha untuk memberikan ASI bernutrisi untuk Ibu dan Bayi yang istimewa. Well, ternyata curhatan tentang persiapan untuk masa awal menyusui ini panjang sekali yah! Semoga buat preggomama yang sedang dalam masa kehamilan bisa dapet insight baru dari tulisanku ini. Dan, kalau ada Ibu-Ibu lain yang mungkin mampir ke tulisan ini, boleh banget lho ngasih masukan dan saran. Senang bisa sharing dan berdiskusi. See you di postingan Breast Feeding Journey selanjutnya!

  • Share:

You Might Also Like

5 komentar

  1. Aku seneng kamu kasih yang terbaik buat cimit, Dan aku gak sabar menantikan kelahirannya!
    Aku Juga Minum Blackmores, yang minyak ikan. Sekarang harganya lebih terjangkau sejak official Masuk Indonesia. Di bawah Kalbe yah?

    BalasHapus
  2. Aku seneng kamu kasih yang terbaik buat cimit, Dan aku gak sabar menantikan kelahirannya!
    Aku Juga Minum Blackmores, yang minyak ikan. Sekarang harganya lebih terjangkau sejak official Masuk Indonesia. Di bawah Kalbe yah?

    BalasHapus
  3. bener banget mba erny persiapan menjadi busui memang harus siap mental juga karena pasca melahirkan pasti lelah sekali krn sudah harus bersiap menyusui ditambah dengan bergadang yang bikin istirahat berkurang. minum blackmores juga bisa jadi tambahan suplemen untuk asi yang lebih baik kualitasnya untuk debay. sehat selalu yah bumil

    BalasHapus
  4. Cepet banget ya bund, lama nggak ketemu udah 9 bulan aja si cimit <3 Sehat-sehat terus ya! Btw waktu hamil dulu, aku maju mundur buat nyobain Blackmores, setelah baca postinganmu jadi makin tertarik buat nyobain kalau besok udah siap hamil lagi hihihi

    BalasHapus
  5. Waaah bentar lagi si cimit launching , semoga beneran usaha mempersiapkan menyusui ini works ya bun.
    Tapi kalopun ada drama menyusui, tetep harus sabar nanti yaaa. Semoga lancaar ah persalinannya <3

    BalasHapus