Wedding Preparation: Memilih MUA dan Perawatan Kulit Menuju Hari Pernikahan

By erny's journal - 21.56.00


Gara-gara semua media dan di Instagram ramai ngebahas pernikahan Syahrini, saya jadi inget masih punya utang untuk share tentang wedding preparation di sini. Banyak banget sebenarnya topik yang belum saya bahas. Yak, salah satunya soal memilih MUA dan perawatan kulit menuju hari pernikahan. 

Di zaman yang apa-apa serba digital dan praktis ini, mencari MUA yang sesuai dengan selera sebenarnya tak lagi sulit. Palingan yang sulit itu untuk dapeti MUA idaman dengan harga on budget! Benar kan buibu? Saat mempersiapkan pernikahan tahun lalu, mencari MUA adalah PR yang paling awal saya lakukan. Dimulai dari kepoin akun-akun MUA Jogja di Instagram sampai nyimpenin foto hasil wedding makeup dari MUA di seluruh penjuru Indonesia yang menjadi referensi makeup saat akad dan resepsi. Hingga akhirnya, pilihan pun jatuh pada MUA yang nggak lain adalah kakak sahabatku dari zaman SMP. Selain karena sudah kenal selama kurang lebih 10 tahun, saya percaya untuk dimakeup-in dia karena tahu kualitas teknik makeup-nya yang bagus. Plus, tanpa diminta, dia udah nawarin harga keluarga. Penting banget untuk dimention ini! Haha

Sebenarnya ada kisah unik sih antara saya dan MUA untuk hari pernikahanku kemarin. Jadi kakak sahabatku ini sebenarnya punya style makeup yang beda dari gaya makeup impianku untuk wedding. Mas Budi -MUA tersebut- punya ciri khas makeup tradisional yang umumnya didominasi nuansa bold dan paes. Sementara saya waktu itu pengen menikah tanpa mengangkat unsur adat dan pengen makeup yang cenderung natural glowing. Setelah negosiasi, akhirnya Mas Budi setuju dan ngajakin untuk test makeup. Saya pun bersedia untuk test makeup dulu karena saya request makeup dengan nuansa natural glowing dan hanya bold di bibir saja, sementara request saya ini beda dengan style makeup-nya.

makeup test dengan warna lipstik tidak sesuai dengan keinginanku.

Dari hasil test makeup tersebut saya bisa ngasih masukan lagi ke Mas Budi tentang palette warna yang saya inginkan. Begitu pun sebaliknya, dia ngasih masukan saya untuk mempertimbangkan warna-warna lain agar masuk dalam palette warna wedding makeup nantinya. Dari test makeup itu juga saya yakin dan manteb untuk lanjut menggunakan jasa Mas Budi. Keren banget skill blending eyeshadow Mas Budi, apalagi dikombinasikan dengan skill-nya bikin alis yang on fleek tapi natural. 

Hingga akhirnya hari bahagia itu tiba, saya pun sudah nggak khawatir hasil makeup akan berbeda dari ekspektasi saya. Yes, test makeup sebelum wedding day itu emang nambah biaya, tetapi worth it kok untuk dilakukan biar kita juga bisa mastiin kalau makeup dari MUA yang kita pilih itu sesuai dengan keinginan kita. Plus, hitung-hitung untuk membangun chemistry juga dengan MUA biar selama dimakeup-in tuh kitanya nyaman dan nggak riweh protes foundie ketebelan or protes-protes yang bikin MUA malah makin bete ngerjainnya.

Baca juga: Menentukan Gaun untuk Resepsi


Ngomongin soal makeup untuk wedding ini, menurut saya yang perlu disiapin tuh nggak sekadar dapet MUA yang pas sama selera kita atau chemistry kita aja. Hal lain yang tak kalah penting menurut saya adalah menyiapkan kulit wajah kita agar saat the big day tiba sedang dalam kondisi prima. Untuk saya yang selama persiapan pernikahan nggak dibantu WO, menjaga kondisi kulit tetap prima tuh bukan hal mudah. Stres bisa mengacak-acak hormon di tubuh yang bikin kondisi kulit jadi kurang oke. Selain itu, saya juga harus rela nggak jadi melakukan perawatan kulit intensif di beauty clinic karena sudah kesulitan bagi waktu. 

Untungnya, semalas-malasnya saya tetap rajin menjalani skincare routine. Dan tanpa ada ekspektasi apa-apa, ternyata merawat kulit dengan konsisten secara mandiri gini juga nyata banget efeknya. See, melakukan perawatan kulit menuju hari pernikahan nggak harus perawatan di salon atau klinik dengan paket eksklusif, soalnya perawatan kulit ini bisa kok dilakukan sendiri di rumah. Kurang lebih, ini nih beberapa perawatan kulit simple yang saya lakukan secara konsisten menuju hari pernikahan: 

1. Melakukan Basic Skincare Routine: CTMP

Produk cleanser untuk skincare routine

Baik pagi maupun malam, saya nggak melewatkan aktivitas merawat kulit. Mulai dari membersihkan kulit, memakai toner, mengaplikasikan moisturizer, dan juga memakai sunscreen sebagai langkah proteksi pada kulit dari efek buruk paparan sinar matahari. Basic skincare routine ini udah menjadi daily activity saya sejak lama sehingga menjalaninya tanpa beban banget. 

2. Rutin Mengeksfoliasi Kulit

Merawat kulit harian sudah, tapi ada lho perawatan kulit mingguan yang sebaiknya juga rutin dilakukan sejak selambat-lambatnya dua bulan sebelum hari pernikahan. Perawatan kulit mingguan ini lebih fokus pada proses eksfoliasi kulit. Saya sendiri rajin melakukan peeling dan masking yang berguna untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan kotoran pada kulit sehingga regenerasi sel kulit lebih cepat, kulit lebih lembut, dan cerah. 

Nah, untuk mengeksfoliasi kulit ini bisa pakai produk peeling atau masker apa saja sesuai dengan kondisi kulitmu. Boleh menggunakan yang jenis physical maupun chemical exfoliator. Intinya sesuaikan dengan kebutuhan kulit. 


3. Rajin Menggunakan Sheet Mask

Hasil makeup yang halus sekali karena kulit sedang dalam kondisi prima

Saya punya keyakinan kalau kulit yang lembab dan mulus tuh bakalan jadi kanvas bagus untuk wedding makeup saya. Soalnya, sering banget saya lihat makeup pengantin crack padahal udah pakai jasa MUA yang nggak murahan. Well, saya jadi sadar kalau soal makeup tahan lama itu bukan melulu soal teknik MUA dan produk yang digunakannya, tetapi kita sebagai pemilik kulit wajah juga berperan lho. Soalnya, MUA kan tugasnya memoles, sedangkan kanvas dasarnya yaitu kulit wajah sepenuhnya punya kita dan kita yang semestinya merawat dengan baik biar saat wedding day kondisinya prima sehingga hasilnya pun makeup lebih nempel sempurna.

Sejak dua bulanan sebelum hari H, saya emang berusaha rutin pakai sheet mask walau hanya seminggu sekali. Saya meningkatkan frekuensi pemakaian menjadi seminggu 3 kali di minggu terakhir menjelang hari pernikahan. Bahkan, sejam sebelum makeup untuk pernikahan, saya juga pakai sheet mask terlebih dulu. Kenapa? Soalnya kulit saya tuh instantly jadi kenyal, lembab, dan juga terjaga minyaknya kalau habis pakai sheet mask. Eh tapi nggak sembarangan sheet mask ya. Waktu itu saya pakai sheet mask dari Mediheal yang bisa temen-temen beli di online shop atau market place. Oiya, kalau mau beli di market place bisa banget di Tokopedia soalnya sering ada diskon dan promo free ongkirnya. Nih, jadwal promo Tokopedia yang lumayan banget untuk beli skincare biar pas wedding day kulit sedang sehat-sehatnya. Please, jangan sampai kelewatan lho, beneran Maret mantap soalnya!


Back to Mediheal, waktu hari H wedding day, saya pakai sheet mask yang varian H.D.P Pore-Stamping Black Mask EX. Nggak berharap banyak bakal mengontrol minyak di kulit selama akad dan resepsi. Eh ternyata malah efeknya sebagus itu lho. No, saya nggak sedang bagus-bagusin sheet mask endorse-an, tapi ini serius bagus dan saya rela repurchase lagi dan lagi. Efek nyatanya, wedding makeup-ku stay flawless hampir 12 jam donk. Saya makeup sekitar pukul 09.00 pagi dan 11 jam kemudian atau jam 8 malam, makeup di kulit masih nempel sempurna, nggak cracking sama sekali.

Sedangkan beberapa minggu kemudian saya dateng ke nikahan temen dengan riasan MUA yang sama dan sudah cracking parah. Dari situ, saya yakin kalau pemakaian sheet mask secara rajin emang nyata efeknya untuk wedding makeup saya. Anggapan saya ini makin valid waktu selebgram Alissa Hawadi juga mention hal tersebut di IG Storynya. MUA aja nyaranin lho agar calon mantennya itu ngerawat muka at least dengan rajin pakai sheet mask.



Sebenarnya itu saja perawatan kulit menuju hari pernikahan yang saya lakukan. Saya justru skip untuk facial di klinik karena keterbatasan waktu. Mungkin kalau kemarin itu saya dibantu WO untuk mengurus pernikahan akan beda ceritanya. Beneran deh menikah tanpa bantuan WO itu wow karena sebagai mempelai saya nggak bisa fokus ke persiapan personal seperti perawatan tubuh dan kulit di klinik khusus. Untungnya saya masih bisa nyisihin waktu sehari-hari untuk rutin melakukan perawatan diri.

Last but not least, semoga cerita ini ngasih insight baru buat kalian yah! Jangan ragu untuk share apapun di kolom komentar.


  • Share:

You Might Also Like

5 komentar

  1. Aku baru nyadar sis kalo kamu ada lesung pipi. Ya Allah cantik banget sister satu inii..

    Kalau lagi dihari bahagia, kecantikannya semakin terpancar.

    Btw. CTMP is a must, aku pun kalau bawelin temen yang males pake skincare selalu mengagungkan metode ini hihihi.
    Entah kenapa loh aku skrg malah gasuka facial. Facial kan di pencet pencet paksa gitu yaa, termasuk bersihin komedo. Aku ga sukaa, dan bekasnya itu looh. Menyedihkan.

    CTMP dan sekali kali eksfoliate itu udah paling oke sih kalo buat aku skrg.

    BalasHapus
  2. kak, softlens nya merek apa? btw ternyata aku juga sama mau pilih umah hoshi sebagai tempat honeymoon kami..terima kasih kak sudah dibahas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Softlensnya pake X2 glam yg tammarind kayanya. ..oh ya? Jangan lupa bawa camilan yg banyak mbak haha.

      Hapus
  3. Cantikkkk amat (:

    Aku agak nyesel kenapa nggak prep skin menjelang pernikahan waktu itu. Iya juga ya, kenapa aku nggak kepikiran untuk skincare routine (karena emang dulu males rawat muka :P). Karena kondisi kulit memang mempengaruhi hasil makeup juga ya, dan wajah kita lebih terlihat glowing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak. Sekalipun ada satu jerawat tapi overall kulitku sedang oke. Skincare tidak mengkhianatiku wkwk

      Hapus