Explore Tokyo: A Half Day at Akihabara

By erny's journal - 22.55.00


Pesawat JAL dengan nomor penerbangan JL0726 mendarat di Narita Airport pada pukul 06.30 waktu setempat. Setelah menyelasaikan berbagai hal di bagian imigrasi, saya dan sebelas teman lainnya bergegas ke toilet untuk sekadar buang air hingga ganti baju dan cuci muka. Pagi hingga siang ini saya dan temen-temen bakalan menghabiskan waktu setengah hari di Akihabara sebelum kemudian bergegas ke Kyoto dengan kereta cepat shinkansen

Bagi saya, Akihabara adalah salah satu tempat yang harus dikunjungi bila pergi ke Jepang lagi. Semesta sepertinya mendengar doa saya. Impian saya terkabul. Padahal saya bukan pecinta anime, tetapi suami saya tuh penonton setia kartun anime hingga komik. Dia juga punya hobi merakit gunpla. Bukannya saya jadi sebel karena hobinya yang mahal, tetapi saya malah jadi ikutan penasaran dan bertekat kuat buat beliin dia gunpla di pusatnya. Tentunya di mana lagi kalau bukan di Akihabara. 


Kami tiba di stasiun Akihabara dengan membawa koper masing-masing. Waktu setempat sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, kami pun bergegas menyimpan koper di loker berbayar yang mudah ditemukan di seantero stasiun di Jepang. Sebenarnya waktu untuk mengeksplor Akihabara di hari pertama tiba di Jepang ini sangat terbatas, tidak seperti rencana karena kami agak molor yang disebabkan oleh masalah kecil saat mengambil tiket JR Pass. Biarpun nggak terlalu lama, tetapi saya nggak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengeksplor kawasan Akihabara sampai mampir ke toys store, Yodobashi. 

OOTD ala kadarnya karena asal ganti pakai baju di bagpack

Berhubung kami semua belum sarapan dan waktu sudah mendekati jam makan siang, maka tujuan utama kami adalah mampir ke CoCo ICHIBANYA, sebuah restoran kecil dengan menu kari yang sudah bersertifikasi halal. Sayangnya siang itu tempat makan ini ramai sekali. Akhirnya kami berdua belas memutuskan untuk jalan tanpa arah mengeksplor Akihabara. Siapa tahu nanti ketemu tempat makan yang menarik, halal, dan tidak terlalu ramai. Hingga akhirnya, kaki kami berhenti di depan Yoshinoya. Tempat makan yang satu ini sudah ada cabangnya di Indonesia, tetapi karena itulah kami memutuskan makan siang di sini. Selain karena nggak telalu ramai, kami juga mau membuktikan kira-kira rasanya mirip nggak sih sama menu-menu Yoshinoya di Indonesia? 

Terus jawabannya, menu bento Yoshinoya yang saya pesan rasanya mirip banget di Indonesia. Okedeh kalau kangen masakan Jepang berarti paling shahih ya ke Yoshinoya. Eh maaf ini bukan iklan. 

Setelah perut kenyang, waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 waktu setempat. Siang itu matahari terik, tetapi udara terasa dingin karena suhunya masih berkisar 10 derajat. Saya yang kenyang merasa energi full sampai-sampai nggak mau menyianyiakan waktu 2 jam yang tersisa sebelum ke Kyoto untuk mengeksplor tempat ini. Termpat pertama yang saya tuju tidak lain adalah toys store. Tujuannya nggak lain mau beliin suami gunpla. 

tumpukan gunpla yang berhasil bikin saya bingung selama masuk Yodobashi

Seseneng itu bisa mampir ke tempat ini sambil membatin berdoa biar diberi rejeki ke sini lagi sama suami. Soalnya, saya sempet dibikin bingung untuk memilih gunpla titipannya. Antara pengen beliin suami, tetapi pusing karena bingung sama istilah-istilahnya. Haha. Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk ngubek-ngubek toko mainan ini. Seru dan sekali lagi, pengen balik lagi ke sini! 



Berhubung kereta ke Kyoto akan berangkat pukul 3 sore, jadilah saya keluah dari toko mainan ini sekitar pukul 2 siang. Masih ada waktu sejam, saya pun sengaja jalan-jalan tanpa arah. Nggak lupa untuk sesekali berhenti mengabadikan momen siang itu dalam bentuk foto. Teriknya sinar matahari membuat suasana di Akihabara terasa begitu ceria. Oh iya, sore itu saya tidak jalan sendirian. Saya berjalan menyusuri trotoar di kota ini bareng Mbak Lia, teman kantor saya. Setelah berkeliling sekitar 40 menit, kaki saya dan Mbak Lia mulai menginjak stasiun Akihabara. Kami janjian dengan sepuluh teman lainnya untuk ketemu di depan loker tempat kami menyimpan koper. 

Kalau ditotal hanya sekitar 4 jam kami mengeksplor Akihabara. Saat kembali dari Kyoto, saya pun sudah merencanakan untuk eksplor Akihabara lagi karena ingin pergi ke patung gundam. Tapi rencana tinggal wacana. Mungkin itinerary itu harus saya simpan untuk kemudian direalisasikan di kemudian waktu saat datang ke kota ini lagi bareng suami. 


  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Akhirnya jadi beli gunpla-nya, mbak? :D

    Pak suamiku juga suka banget manga & anime. Untungnya nggak sampai tertarik gunpla (jadi nggak ngabisin duit wwkkwkw). Tapi klo mampir ke Yodobashi, pasti kami juga bakal heboh walaupun sekedar liat2 ahahay



    #Beneran berasa Jepang itu ketika lihat foto ternyata billboardnya lagi promosiin anime wkwkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beli donk mbak haha. soalnya kan udah diijinkan jalan jauh haha. jadi tau diri beliin kesukaannya wkwk.

      Hapus