Wedding Preparation: Menentukan Wedding Venue & Dekorasi

By erny's journal - 10.00.00


Berbagi cerita tentang hari bahagia pernikahan ternyata nggak kelar-kelar yah! Ini saya ngomong sama diri sendiri yang update-nya kelamaan. Haha. Bahkan pernikahan sudah menginjak umur setahun lebih. Tapi itu nggak menjadi alasan untuk saya nggak membagikan cerita wedding preparation lagi. Satu topik yang sering ditanya-tanyakan dan juga dinanti bocoran persiapannya yaitu, menentukan venue dan konsep dekorasi pernikahan. 

Saat menikah di bulan Agustus tahun lalu, seperti yang sudah saya ceritakan di blog ini bahwa saya mengurus persiapan menikah berdua dengan calon suami tanpa bantuan WO. Termasuk untuk menentukan venue dan konsep dekorasi. Bersyukur karena Tuhan Maha Baik, urusan mencari venue yang kami idamkan dengan budget yang sesuai kemampuan kami ini tidak memakan waktu lama. Pun orang tua tidak rewel request banyak hal. Orang tua dari pihak suami yang sekarang menjadi mertua saya hanya request bahwa urusan catering ingin mereka urus dan kami nggak boleh ikut mikirin. Jujur, awalnya saya agak keberatan karena pengen cari sendiri dan bayar sendiri sama suami. Tapi realistis aja deh, pengalaman kami soal catering pernikahan masih 0, waktu untuk survey juga terbatas karena persiapan hanya bisa dilakukan saat weekend, dan biaya catering emang paling banyak. Jadi, kami terima bantuan orang tua dan senangnya mereka pun senang kami menyambut baik tawaran bantuan tersebut. Sampai di sini kami menyadari bahwa persiapan menuju pernikahan memang banyak mengajarkan soal kompromi dengan keluarga sendiri. 

Balik ke urusan venue. Awalnya saya tidak begitu menginginkan pernikahan dengan konsep garden karena tahu bahwa mayoritas venue untuk konsep ini tuh mahal. Selain itu, orang tua dari kedua mempelai juga tinggal di Magelang dan ingin pernikahan dilaksanakan di Magelang. Sementara setahu saya tren garden party untuk wedding belum hype di kota kecil ini. Jadi pikiran saya langsung tertuju ke pencarian gedung aja yang udah pasti ada di kota ini. 


Rupanya Tuhan berkata lain, tanpa sengaja kami ketemu dengan venue di sekitar Candi Borobudur. Kami dateng karena direkomendasikan teman dan awalnya kami hanya ingin menggunakannya untuk venue lamaran. Rupanya, saya dan suami sudah dibikin jatuh cinta sejak awal melihatnya. Venue tersebut adalah Balkondes Tuksongo Borobudur. 

Pertimbangan Awal saat Menentukan Venue Pilihan



Jatuh cinta pada venue yang kami datangi saja tak cukup membuat kami yakin memilih lokasi tersebut untuk acara pernikahan. Seperti pasangan yang mengidamkan intimate wedding party, kami menyadari kalau sesungguhnya impian itu harus dipupus semenjak kedua pihak keluarga minta setidaknya undangan yang disebar sekitar 400. Okelah, kami tak ingin berdebat dan justru membuat keluarga kecewa. Apalagi keluarga sebenarnya sudah mencoba menurunkan jumlah orang yang mau diundang karena awalnya total undangan pun jauh lebih banyak lagi. 

Dengan total undangan yang disebar sekitar 400, kami pun mulai memperhitungkan kapasitas venue tersebut. Balkondes Tuksongo Borobudur ini punya area parkir yang menurut saya relatif luas. Cukuplah menampung mobil dan motor tamu nantinya. Kedua, lokasi ini dibagi atas beberapa space yang totally terbuka gitu, pendopo, satu teras, dan juga dua joglo berukuran kecil dan sedang. Untuk area pendoponya ada dua dengan ukuran berbeda. Pendopo utama terletak di samping pintu masuk area dengan ukuran sekitar 12m x 10m dan satu lagi di bagian belakang dengan ukuran lebih kecil. Sementara di dekat pendopo utama ada dapur dan teras. Nah, terasnya ini bisa digunakan. Lalu untuk satu bangunan joglo yang ukurannya sedang berada di tengah-tengah venue dan juga bisa digunakan untuk makeup atau ruang transit. Nilai plusnya, toilet di lokasi ini ada 6 totalnya dengan ruang shalat berupa bale-bale ada 1 dan pendopo kecil di depan dekat pintu masuk juga bisa digunakan sebagai tempat sholat tambahan. Melihat total fasilitas yang ada, kami mantap untuk memilih lokasi ini sebagai wedding venue. Apalagi saat tahu harganya super murah yaitu, 5 juta untuk durasi 24 jam dan bisa memanfaatkan semua fasilitas yang ada. Kecuali fasilitas kamar penginapan, kami nggak dapet yah.

Hal-Hal yang Diperhatikan Saat Menentukan Wedding Venue



Dengan harga dan fasilitas yang ditawarkan, kami pun langsung deal tanpa cek venue lain. Untungnya kami menggunakan venue ini untuk lamaran juga sehingga kami bisa dapet gambaran dari acara sebelum wedding day. Yang kami suka dari wedding venue ini karena Balkondes Tuksongo dikelilingi oleh persawahan dan puncak Candi Borobudur masih tampak walau cuma stupa tertingginya. Lalu di salah satu sisinya itu ada pegunungan Menoreh yang menjadi background.
Kalau dirangkum, ini beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami saat menentukan wedding venue:

1. Lokasi mudah diakses
Walaupun lokasinya di Magelang, tapi tidak jauh dari Candi Borobudur dan juga jalannya nggak terlalu masuk pedesaan. So, Gmaps nggak akan bikin tamu muter-muter.

2. Fasilitas memadai
Ini yang saya jelaskan di atas. Fasilitas parkir, mushola, ruang transit, dan toilet harus jadi pertimbangan juga. Mengukur fasilitas memadai atau enggak bisa dilakukan saat kita sudah tahu total tamu yang kira-kira mau diundang. Tinggal dikira-kira aja dan kalau pakai WO bisa didiskusikan dengan mereka.

3. Harga
Untuk harga ini bisa dijadikan pertimbangan apakah kalian mau splurge di budget venue atau budget lainnya. Kalau kami waktu itu memang hanya punya budget untuk venue maksimal 10 juta. Jadi kami fokus cari di bawah itu. Eh dimudahkan hehe.

4. Bayangan hasil akhir
Saya dan suami membayangkan pernikahan kami dilangsungkan di tempat ini. Bayangan hasil akhir itu membuat kami oke untuk memilihnya. Apalagi ada pemandangan pendukung yang bisa membantu meminimalisir dekorasi yang diperlukan.



Tentang Dekorasi saat Wedding Day



Tahap berikutnya adalah menentukan dekorasi untuk venue pilihan kami. Beruntunglah kami memilih venue yang belum didekor aja sudah memanjakan mata, jadinya kami nggak terlalu sulit untuk membayangkan bagian mana saja yang perlu jadi fokus dekorasi dan bagian mana yang cukup disulap sedikit saja. Karena venuenya semi outdoor, acara resepsi kami laksanakan siang menjelang sore dari pukul 15.00 s.d 18.00 WIB. Beruntung juga sewa venue berlaku selama 24 jam jadi kami lebih leluasa menikmati pesta sederhana ini tanpa perasaan kemrungsung atau buru-buru. 

Setelah deal dengan venue tersebut, saya dan suami langsung brainstorming konsep dekorasinya. Pilihan kami jatuh pada dekorasi semi rustic. Terlebih pernikahan kami memang tanpa upacara adat. Saat itu kami sepakat untuk memanfaatkan bagian taman outdoor dengan amphiteaternya. Kami hanya memasang tenda di bagian untuk catering saja karena khawatir makanan akan berdebu karena waktu itu musim kemarau.


Pendek cerita, kami memilih dekorasi dari Griyo Dekorasi. Setahu kami, ini vendor masih relatif baru karena portfolionya di Instagram saat itu belum banyak. Namun kami tetap mantap memilihnya karena portfolio mereka kebanyakan memang dekor untuk semi outdoor yang mana belum banyak vendor dekor dari Magelang punya spesialisasi di sini. Lagi-lagi urusan pernikahan kami dipermudah dengan vendor ini. Berhubung sudah berlalu setahun lebih, jadi saya mau reveal kalau waktu itu biaya dekor nikahan kami hanya memakan budget 8,5 juta. Oke, kamu mungkin melongo, tapi memang ini garis rejeki kali ya. Waktu itu vendor dekor kami memang sedang butuh portfolio dan mereka dengan senang hati menawarkan jasanya dengan budget yang relatif murah tersebut.
Karena budget dekor di bawah 10 juta, bunga pada dekorasi tidak 100% bunga segar asli. Bisa dibilang 80% menggunakan bunga asli dan sisanya menggunakan bunga artifisial yang sangat mirip bunga asli. Saya pun nggak terlalu rewel karena menyadari mereka sudah memberikan best price dan bunga artifisialnya pun sangat mirip bunga asli. 

Kami menggunakan pendopo utama untuk pelaminan. Lalu bagian teras di dekat pendopo ini dipakai untuk venue makan tamu VIP. Sisi kiri dari pelaminan merupakan tenda untuk catering dan satu spot dari venue nikahan yang kami suka banget di bagian amphiteater didekor minimalis dan diletakkan beberapa set kursi rotan.  


Dari pelaminan, kami bisa melihat tamu-tamu banyak yang duduk-duduk menikmati sore di sana. Pun para tamu lain tampak duduk santai di kursi khusus dekat area catering. Kami memang menyediakan sekitar seratus set kursi untuk tamu yang ingin menikmati hidangan catering. Soalnya kami memang pengen tamu bisa makan nyaman dengan duduk.



Sore tanggal 25 Agustus 2018 menjadi sore paling indah karena saya bareng tamu-tamu bisa menikmati resepsi ini dengan konsep yang intimate walau tamunya banyak. Lalu venue yang semi outdoor ini juga bikin kami enjoy banget sama angin sepoi-sepoi musim kemarau kalau itu. Di tambah kanan kiri venue adalah persawahan dengan hamparan tanaman tembakau. Paling magical sih pas matahari mulai menuju peraduannya. Duh, itu senjanya cakep deh sampai-sampai tamu pun betah berlama-lama.

Mungkin ini saja kali ya untuk sharing wedding preparation kali ini. Semoga membantu kalian yang sedang menyiapkan hari bahagia ya!

  • Share:

You Might Also Like

3 komentar

  1. Erny aku mau nangis bacanyaa :')
    Terharuu betapa kamu sama mas suamik bisa merealisasikan wedding impian dan ternyata beneran budgetnya bikin melongo. Kok bisa dapet harga segitu dengan hasil yang wow.

    Ituuu konsep decor photoboothnya juga luar biasa. Rustic abis, dan vintage!

    Aku juga pengen garden party begini, tapi orang tua maunya acara sederhana didepan rumah dengan bantuan masak dari para tetangga saja. Makanya I really loves your wedding concept, maunya iri.. kwkwkwk tapi yasudah kan setiap orang punya kondisi masing2. Di kasusku, aku harus banyak menekan ego karena tentu saja budget pernikahanku tetep dibantu sama orang tua, terlebih untuk masakan (yang pasti paling banyak habisnyaaa)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Leli, menjelang menikah tuh suka ada kejutan yang adaaa aja. Alhamdulillah aku dan suami dapet kejutan manis lewat vendor yang baik-baik. Untuk kamu lancar-lancar yah. Niatkan ibadah dan tetap berpikir positif. Hihi. Aku juga berupaya ikut kemauan ortu. di rumah ada acara 3 hari. yang mana awalnya aku ga mau biar hemat hahaa. tapi yasudah. Kok Kebetulan rejekiku ada, yaudah berarti memang diberikan jalan untuk nyenengin ortu dengan mengiyakan kemauan ortu.

      Hapus
  2. ini venue wedding, bisa dipake buat foto instagramable abis :D

    bookmark ah :p

    BalasHapus